October 30, 2008

i hope u read this blog

Celetukanmu hari ini bikin aku sadar bahwa semua ini ga semata membuatku marah ataupun kecewa.

"Dia sedih gara2 aku" kau bilang itu entah pada siapa saat melihtku merebahkan kepala, penat oleh suara2 bising disekeliling.

Ya, kau benar ukhti..

aku sedih melihatmu seperti ini

Sungguh, aku senang melihat senymmu yang terus terkembang.
Tapi alasan di balik senyummu membuatku miris,,
teriris..

kau bahkan kini tak berani berjanji..
dan aku pun tak ingin kau berjanji..
karena aku tak ingin melihatmu suatu saat menjilat ludahmu sendiri..

Aku ga tau sebesar apa badai rasa yang melandamu saat kau menerima smsnya,
mungkin ga sebesar badai di hatiku saat aku mendapat sms biasa dari si akhi..
tapi, rasanya pasti tak jauh beda..


Kau memang bukan aku yang lemah..
yang langsung buncah ketika mataku menangkap sebaris namanya..
kau bukan aku yang langsung membeku ketika sosoknya di dekatku..

kita memang berbeda dalam menyikapi rasa..

tapi polahmu hari ini membuatku tak hanya sadar,
tapi juga paham.
bahwa kau tengah terbakar..

kalian memang berikrar bahwa kalian hanya akan jadi teman,
ya, hanya teman..
tidak ada interaksi fisik yang kalian jalani..

tapi 50 sms lebih darinya...????

Ah, seandainya kudapat sms itu dari si akhi..
entah sebesar apa hatiku kini..
entah semekar apa benih itu kini..
entah sejtuh apa diriku kini..

ukhti..
taukah kau bahwa hatiku hancur membaca balasan testimu untuknya..

saat dia bertanya

"shoutout itu untuk siapa?"

dan kau membalas

"km tau aja lo' untuk siapa"

dan dia bilang

"oo.. tau ae ku ntuk sp.."

apa maksudnya..??


ukhti, apa kau tau bahwa saat itu aku menjadi marah,
sekuat tenaga kutahan airmata yang mau tumpah.


itu semua bikin aku kmbali mikir.
50 lebi sms darinya,,??
apa saja yang kalian bicarakan disana??

sungguh, aku tk ingin tau.
aku takut semakin sakit jika tau.
aku takut jadi marah dan kecewa.

dan taukah kau bahwa saat ini aku benci pada diriku sendiri.
karena aku ga bisa mencegahmu..
ga bisa menasehatimu.
ga bisa meyakinkanmu.
ga bisa menguatkan azzammu untuk menjauhinya.

aku benci pada diriku yang hanya bisa diam.
saat kau bertanya.

"aku harus gimana?"

tapi aku hanya diam sebab akupun tengah bimbang.

apa kau akan terima jika aku berkata

"tanamkan azzam untuk ga balas smsnya, ga balas testinya, jauhi pembicaraan yang melibatkan namanya, jauhi dia.."

apa kau bisa terima ..?
dapatkah kau terima ukhti..?

aku tau,
bahwa kaupun ga mau ini terjadi.
bahwa kaupun ga mau terjebak dalam keadaan ini..
bahwa kau tak hanya diam dan menikmati..

mungkin kaupun tengah berusaha menahan diri..
dan aku tau itu bukan pekerjaan mudah..
bukn pekerjaan mudah.
sama seperti aku yang mati2an menahan tangan untuk ga balas sms si akhi.
yang mati2an menahan diri agar sms itu ga lagi kupandangi.

tapi aku dan akhi,
kau dan dia,
itu berbeda...

yah, kau memang bukan aku yang lemah dan cepat buncah..

tapi, segala polahmu tadi di sekolah..
kmbali membuat gundahku pecah..

ukhti ayolah,,,
kau pasti bisa menahan rasa..
kau itu kuat, tidak lemah..
kau pasti bisa..
pasti bisa..
karena aku sedih melihatmu seperti ini.

No comments:

Post a Comment