October 29, 2008

puisi untuk ukhti

Entah pertemanan apa yang akan kalian jalani ukhti..
Aku ragu bisa benar2 murni
karena aku tak bisa menafikkan fakta
bahwa keadaan kalian sekarang berbeda
beberapa hal tak lagi sama
setelah segala peristiwa dan pendam rasa yang kalian buka

Seharusnya kau bisa lebih jeli memaknai segenap perhatian yang dia beri ukhti..
Sebelum akhirnya kau bisa berlari
Tapi kita tak perlu penyalahan
karena cinta memang selalu menggoda untuk dijamah
dan aku telah lebih dari mengerti walau perlahan

Bahwa mengekang rasa itu tidaklah mudah

Bahwa buncah rasa itupun tak dapat kaucegah


Tapi Sayangmu

Sayangnya

Rasamu

Rasanya

Entah akan membawa kalian kemana


Kalian boleh saja memilih dibimbing oleh sang waktu
Meski tanpa tau kemana tuju
Tapi aku sungguh2 tau

bahwa senyummu

cengir khasmu

pijar matamu

tiap polahmu

akuilah bahwa itu semua bukan tanpa arti
aku tau dan mengerti
sebab dulu aku juga merasa
apa itu buncah diamuk rasa


Aku akan jadi orang pertama yang sadar ketika segalanya mulai tak benar
Dan jika kelak kau berteriak
"jangan ikut campur!!"
Percayalah bahwa aku akan tetap turut campur
Karena sungguh,,
Akupun ingin menuntunmu
pada jalan pulang menuju Dia yang saat itu rindu padamu.

1 comment: