November 11, 2008

dia menyayangi

nilai ulanganku jeblok.
dari sekian banyak mata pelajaranyang uda dikasi tau ilainya, cuma dua mata pelajaran yang nilainya lolos remi.
bahasa indonesia dan bahasa inggris.

bahkan pkn, yang aku kira bakal lolos remi. ternyata tetep aja aku remi. ini yang bikin aku terpukul banget.

kalau pelajaran eksak kayak kimia, fisika, ato matematika si aku uda ikhlas dari kemaren2 kalo bakal remi.

tapi ini pkn..
padahal aku uda capek2 ngapalin definisi nilai dan ideologi versi beberapa ahli yang aku kenal pun enggak.

and finally aku cuma dapet 5,25..

padahal aku yakin banget waktu ngejawab tu soal.

emang si waktu pertanyaan tentang nilai praktis aku ngarang jawabnya. tapi paling ga karangan aku tu bisa dihargai..

yasudahlah..
aku marah juga ga ada gunanya.

tapi ada yang aku bingungin,,
ada sesuatu yang aneh banget.

bayangin aja, masa kimia aku bisa dapet 6 siy??

padahal aku kira cuma bakal dapet 2, itu juga uda syukur banget. soalnya belakangan ini aku baru tau kalo soal satu2nya yang aku jawab dengan mengikuti tata cara penyelesaian soal yang baik dan benar ternyata salah jawabannya.

hh.. aneh..!

apa mungkin tu guru cuma ga mau aja terjadi kesenjangan sosial di tengah keluarga besar laspagha??

yah, soalnya temen2 sekelasku itu rata2 nilainya 9, mungkin kalo aku beneran dikasi nilai 2, tu bapak takut aku bakal minder mampus ngeliat temen2ku itu. maka jadilah aku diberi nilai 9 terbalik.

tak taulah..
but, mungkin saja...

hmm.. dan satu keanehan lagi adalah di mata pelajaran seni.

tadinya kami disuruh gambar perspektif bangun ruang dari sebuah gambar yang dari pertama kali aku liatnya uda rumit.

ditambah lagi waktu materi itu disampaikan aku masi di kampung halaman.

jadilah, waktu itu aku mengerahkan segenap imajinasiku dengan segala ketidaktahuan dan kebodohan yang aku miliki.

balum lagi pengawas yang saat itu amit2 jabang bayi.

and finally.
ketika kertas teman2ku diisi sebuah perspektif yang sedikit banyak memiliki kemiripan dengan bangun ruang yang kulihat rumit tadi,
kertas milikku malah dihuni berbagai tiang dan garis2 tak tuntas yang saling melintang.

sungguh, benar2 gambar abstrak..

tak punya rupa..

tak ada bentuk..

riska dan tata yang sempat melirik gambar milikku pun tak berhasil menahan diri untuk tak menertawai 'mahakaryaku'..

ketika tiba waktu untuk mengumpulkan.
doaku hanyalah semoga pak aswin tidak terserang stoke ketika harus memeriksa kertas butut ini.

tapi apa sodara-sodara??

aku dapet 6,,

..6..!!!!!!

haha..
aku begitu kaget saat tau sampai2 aku takut akan terserang stroke saking terkejutnya..

gambar abstrak itu..
dinilai 6,,
padahal aku pikir 'mahakaryaku' itu hanya akan dapet D ato kurang lebih 4..

tapi aku dapet 6,
riska bahkan tak percaya bahwa tiang2 dan garis2 lintang melintang itu bisa dihargai 6.

yah, mau bagaimana lagi..
aku cuma bisa bilang..

"anda benar2 mengerti apa itu karya seni, pak!!"

hehe...

tapi setelah aku pikir2 dan denger ceritanya kak enong tentang temennya yang selalu mengaitkan setiap peristiwa yang dialaminya pada apa maksud allah sebenarnya.

aku jadi sadar bahwa semua ini ga lebih dari kasih sayang allah dan teguranNya.

Dia beri aku keajaiban.
nilai 6 itu adalah bukti kasih sayangnya.
Dia tau betapa aku telah bersungguh2.

dan segala remedial itu ialah teguranNya yang menepuk pelan bahuku.

Yah, saat ulangan midsemester itu,, imanku memang tengah turun2nya. dan aku tidak segera me_recall imanku agar kembali naik.

berhari2 shalat sunat kutinggalkan, 5 pilar itupun terkadang lalai aku menjaganya, apalagi shalat malam, arrgh.. lewat!

yah, ini mungkin teguran dariNya karena sempat lupa.
dan nilai 6 itu adalah kasih sayangNya agar aku tidak pala kecewa.

nilai 6 itu juga bisa berarti cobaan apakah aku masih mau bersyukur atas setitik nikmat ditengah segala kecewa yang berusaha menguburku.

Dia benar2 menyayangiku.
masih basah dalam ingatanku beberapa hari yang lalu.

waktu aku terbangun jam 2pagi.
hmm.. mungkin lebih tepat jika kusebut dibangunkan.

ya, aku dibangunkan olehNya.
aku ingat, malam itu aku balum shalat isya.

ya sudah, aku isya sekalian tahjud..
dan saat itu juga aku sadar arti kasih sayangNya.
aku sadar kenapa aku meyakiniNya sebagai ar rahman sejati.

saat itu Dia membangunkanku.
untuk menegakkan 5pilar yang akan Dia minta pertanggungjawabannya kelak.
shalat itu untukku, untuk kehidupan keduaku di dunia yang baru.
Dia sama sekali tak butuh shalatku. tidak sama sekali.
Dia tak jadi lemah ketika aku lalai menjaga shalat.

jadi sungguh,
shalat itu untukku..
untukku..
untuk kebaikanku.
untuk kesehatanku.

tapi Dia..
benar2 ar rahman sejati..
mau meluangkan waktu untuk membangunkanku.

padahal aku tau, jutaan makhlukNya dibelahan lain dunia tengah berdoa padaNya, meminta.

tapi kasih sayangNya seolah tak pernah habis meliputiku.

dia mungkin tak mau melihatku berakhir di neraka, sejelek2nya tempat kembali.
ya, Dialah ar rahman sejati.


Dia menyayangi..
Dia menyayangi..
meski berulangkali aku sakiti..
Dia masih menyayangi..
meski selalu saja aku berlari..
Dia tetap menyayangi..
meski tak jarang aku lalai dan lali..
Dia selalu menyayangi..
karena Dia, Ar Rahman sejati..

Ya Rabbi..
jangan pernah aku Kau benci..

No comments:

Post a Comment