November 2, 2008

"de laspagha simple nasgor" or "de laspagha nasgor recycle" ??

kemarin hari keakraban.

ga da belajar, untunglah aku ga bawa buku.

ada lomba bikin nasi goreng

ada lomba futsal

ada yang buka stand

haha.. pokoknya seru.


kelasku bikin nasi goreng, karena hari jumatnya kami semua pergi ke rumah tita, jadinya kami ga punya persiapan khusus.

awalnya sih aku sempet ga yakin bakal jadi ikutan lomba masak nasi goreng ini.
soalnya ga ada yang mau masak nasi gorengnya.

well, bukan ga mau sih,
tapi ga bisa,

tapi aku sama dian pengen banget ikutan lomba.
karena ga ada yang bisa manas tu nasgor,ada yang ngusulin beli aja.
yauda akhir kata kita pada sepakat untuk beli aja nasgornya.

dian bikin garnish di rumah,
dan aku bawa barang pecah belah kayak piring sama gelas untuk tempat nasgor.

tapi disaat2 terakhir sebelum pergi sekola, dian sms aku dan bilang kalau dia yang bakal masak tu nasi goreng.

alhamdulillah, persoalan selesai sudah. pagi itu aku mencium tanda2 kecerahan masa depan.
hehe..

sesampainya de sekola, begitu dian datg kami(beberapa kaum hawa) mulai sibuk menghias dan menata nasgor.

untungnya aku bawa mangkok yang akhirnya dijadiin cetakan nasgor. setelah beberapa menit kami baru sadar kalo tu nasgor ga ada lauknya. maka diutuslah majid untuk membeli ayam dan telur rebus sebagai pelengkap tu nasgor.

beberapa jam kemudian hilma pun siap mendesain nasgor yang biasa menjadi lebih oke meskipun dengan bahan2 sederhana.

nasi goreng itupun kami namakan

"de laspagha simple nasgor"

haha.. judul yang kacau..
tapi unik juga sih..

untuk minumnya kami terpaksa beli di stand lasvadha, dan itupun sebenernya es buah.

padahal kelas lain nyediain jus tapi it's ok..

gimanapun, laspagha pantang mundur, hehe..

awalnya sempet ciut juga ngeliat hiddangan kelas lain yang rata2 "wah", ada yang tempatnya dari nenaslah, melonlah,, tapi seperti kataku tadi,

gimanapun, laspagha pantang mundur!


yang paling seru itu saat penilaian tiba, begitu ibu mada selesai menilai, kami ramai2 menikmati(lebih tepatnya berebut) nasgor itu. benar2 seperti kaum barbar yang kelaparan.

namun kapanikan langsung melanda ketika jenah berkata,

"eyh.. masi ada dua juri lagi. kenapa buhan ikam makani?? itu sensei sama mam ani belum nilai.."

haha.. masing2 langsung terdiam dicekam kebingungan. untunglah hilma langsung mengambil tindakan untuk membawa nasgor itu ke kelas dan di daur ulang..

meskipun ayamnya sudah pada lenyap kami makan, tapi lagi2..

gimanapun laspagha pantang mundur!

nasgor yang telah kehilangan rupa itu kami bentuk dari awal.

semuanya tancap gas, bahu membahu menuntaskan proses daur ulang itu.
haha..
dan tak sampai 10 menit, semuanya selesai.

sambil berlari kubawa nasgor recycle itu ke meja penilaian.

untunglah semua tepat pada waktunya.

dan lebih untunglah lagi saat sensei maupun mam ani tidak menyadari bahwa nasgor itu adala hasil daur ulang.

haha..

harusnya nasi goreng itu kami namakan "de laspagha nasgor recycle" hehe..


********


kemarin aku juga seneng banget karena ukhti sudah mulai 'pulih',
aku bangga pada tekadnya untuk berubah.
buktinya kartu xl beracun itu telah di lepas dari singgasananya. itu berarti tidak akan ada lagi sms2 ga penting dari si lelaki bodoh.

meskipun masi ada kemungkinan interaksi lewat testi, tapi paling ga itu masi terkontrol olehku.

ah, senangnya...
ternyata ikhtiarku ga sia2..

tapi, sindiran iche di mushola tadi bikin aku tertampar.
bener2 tertampar.
dia bilang,

"ihiy.. OL tarus lah,, si akhi pank!"

"ah, ga juga. itu kan aku nanya." kataku membela.

"iih, nanya tarus. mana pina kada pentink pertanyaannya."

"eh, itu penting!"

"bagi piyan penting, tapi rasa ulun kada penting."

trus raisa nyeletuk, "untung si akhi segalanya penting, hehe.."

"iya deh, ntar aku kurangi." balasku akhirnya

"iih, bagus tuh. emang harus dikurangi."

hh.. aku bener2 bersyukur punya sodara yang bisa ngingetin kayak mereka.
dah sejak itu aku bener2 bertekad untuk ngurangi interaksi sama si akhi.

tapi bukan sekedar sindiran itu doang yang bikin tekadku bulat.
tapi terlebih karena galuh.

setelah aku mikir beberapa hari ini..
ga adil aja buat galuh kalau aku ribut minta dia ngurangin interaksinya sama sang lelaki bodoh, sementara aku bisa asik bertesti ria sama si akhi.

selain itu aku juga ga bisa ngebiarin saudariku sendirian berjuang mengekang perasaan.
meskipun hubungan aku sama si akhi ga mungkin lebih dari sekedar temen saat ini.
tapi tetep aja seharusnya aku bisa menahan perasaanku.

yup..!!!

uda aku putusin. aku akan ikut berjuang bersama galuh.
belum lagi postingan buletin nida di fs yang kembali bikin aku tertampar.

nanti bakal aku posting di postingan yang berbeda, karena buletin ini bermanfaat banget.
kurasa dia juga ga bakal keberataaan buletin ini aku publish.

yah, pokoknya aku akan berjuang.

dan aku seneng banget, karena sekarang galuh bukan lagi seorang ukhti yang membuatku sedih.

sebab sekarang dia telah kembali menjadi seorang ukhti yang membuat diriku bangga.

ukhti...
"ana uhibbuki fillah..!!"

No comments:

Post a Comment