November 11, 2008

kesejahteraan untuk mereka secepatnya

setelah segala perdebatan dan penjelasan yang aku amati dan yang akhirnya aku pahami.

sekarang aku benar2 sadar bahwa sistem pemerintahan negara ini memang telah usang dan ga layak pakai.

belum lagi segala macam kebusukan pemerintah yang kian hari kian tegas di mataku.

mulai dari harga bbm yang ga turun2 meskipun harga minyak dunia uda turun.
padahal di malaysia uda 5kali bbm turun harga, tapi di indonesia, haha.. 1 kalipun belum ada.

aku jadi ingat julukan seseorang untuk wakil presidenku yang tercinta.

JK=Juragan Kapitalis.

awalnya kupikir julukan ini sangat sarkartis.
saat itu kukira harga minyak dunia memang telah naik, mungkin pemerintah ga punya pilihan lain selain naikin harga bbm.

tapi setelah harga minyak dunia turun tapi bbm kita baru satu kali turun itu pun baru premium.
kukira bukan salahku kalau sekarang aku merasa bahwa julukan itu ada benarnya.

hmm... aku ingat sebuah statement yang meluncur dari mulut wakil presiden kita JK, beliau berkata,

"rakyat kecil ga ada urusannya sama premium. rakyat kecil itu urusannya sama minyak tanah,"

hahaha...
aneh sekali pemikiran presiden kita ini, emang siy kebanyakan rakyat kecil masak pake minyak tanah,,
tapi apa mereka makan minyak tanah juga??

kalau premium masi mahal, harga barang2 juga masi mahal, kalo cuma harga minyak tanah yang murah, mereka mau masak apa?
masa mau masak rumput teki di halaman rumah??

selain itu ketidaktransparan pemerintah sewaktu pemusnahan produk susu bermelanin yang sempat heboh dulu juga bikin aku kembali mikir kalau ada yang ga bener sama pemerintah.

'kebijakan' mereka dengan tidak menyiarkan proses pemusnahan produk tersebut sukses membuat banyak makhluk bertanya2.

kenapa??

apa mungkin ada apa2?

yah, akhirnya banyak orang mulai berprasangka dan mengira2.

well, meskipun pada akhirnya produk tersebut benar dimusnahkan.

tapi setelah segala
macam penundaan dan ketidaktransparan yang ada. kupikir bukan salahku jika aku sampai curiga, bahkan hingga saat ini.

'kebijakan' pemerintah yang memprivatisasi SDA bangsa ini juga ,mau ga mau bikin aku rada miris dan agak tersinggung.

kenapa ga kita olah sendiri aja SDA kita.
kemudian kita tingkatkan SDM yang kita miliki.
kenapa pemerintah merasa cukup puas dengan sejumlah uang yang tak seberapa itu?

aku pikir, kalau begini caranya. sampai kiamatpun hutang kita pada bank dunia yang amit2 jumlahnay itu ga bakal lunas sampe kiamat.

dan ga itu aja,
banyak media sekarang ini ramai2 mempublikasikan beragam penderitaan rakyat yang makin bervariasi.

bikin aku makin miris ngeliat nasib bumi pertiwi yang kayaknya ga abis2 dianugerahi kesusahan dan kepayahan.

kesadaran kembali menamparku ketika sebuah selebaran pemikiran (entah karya siapa dan akupun lupa judul tulisannya. mungkin orang yang sama yang menjuluki JK=Juragan Kapitalis) sampai ditanganku.

disitu dia mengkritik 'kebijakan' pemerintah yang memperingati (lebih cocok disebut merayakan sebenarnya) 1abad kebangkitan nasional dengan mengadakan beragam event yang tidak bisa disebut sederhana.

diselembar kertas itu dia memberitahuku tentang bayangannya dimana duo SBY-JK tengah tersenyum bangga menyaksikan kemegahan 'peringatan' hari sakral tersebut.

padahal,

bisa saja pada saat itu ada jiwa2 lapar yang memaksa terlelap dalam dingin yang menusuk di bawah jembatan,

bisa saja ada anak2 terlantar yang masih harus bernyanyi bersama perut mereka yang juga bernyanyi di perempatan.

bisa saja masih ada tangan2 menengadah di tepian trotoar.

atau mungkin ada sepasang suami istri yang kebingungan sebab anaknya terserang demam tinggi sedang mereka tak punya cukup uang untuk membawanya ke puskesmas atu ke mantri.

saat membayangkannya kemarahanku memuncak. belum pernah aku rasakan kebencian sebesar ini pada bumi pertiwi.
kebencian pada mereka yang telah tersekulerisasi dan teracuni oleh akhlak2 kapitalis.

dan disanalah pemimpin2 kita berada. menghadiri sebuah acara yang sedikitpun tak berarti.

apa gunanya peringatan besar2an jika negri ini tak juga bangkit dari keterpurukan..

saat itu aku paham kenapa ikhwan sangat benci pada sistem negara ini dan habis2an memperjuangkan khilafah.

aku cinta bangsa ini.
meski aku bukan nasionalis.

aku pikir nasionalisme itu penting, karena memupuk rasa cinta terhadap bangsa.
tapi sekarang aku sadar, nasionalisme sebesar apapun tidak akan memberi perubahan jika sistem kita tidak bersumber pada sumber kebenaran sejati.

sebentar lagi pemilu.
awalnya aku excited karena 2009 ntar aku uda 17 dan itu artinya aku bakal ikut berpartisipasi.

tapi sekarang,

aku ga yakin bakal ikut nyoblos apa ga karena aku ga yakin sama partai2 sekarang yang lagi 'kisah iya'..
kecuali PKS.

ntah kenapa aku cenderung ilfil ngeliat partai2 yang heboh mendemonstrasikan berbagai'kebaikan'mereka di iklan.
sok2 kasih pendidikan gratislah, layanan kesehatan gratislah, terus nyuruh2 belanja di pasar tradisional lah.

padahal mana kutau apa istrinya sendiri mau belanja di pasar tradisional atau lebih suka belanja di supermarket.

lagian, kalau emang mau bantu rakyat ngapain pake diiklanin segala?
emangnya aku ga tau kalau biaya bikin iklan kayak gitu tuh mahal banget.

seandainya aja dana dia bikin tuh iklan dibagiin ke orang miskin.
atau untuk buat rumah atau sekolah demi anak2 terlantar.

yakin deh, pasti lebih manfaat.

selain itu keilfilan aku sama parpol juga didasari pengalaman pribadi aku sendiri.

jadi gini, adik papaku adalah seorang calon anggota legislatif untuk daerah.
dan aku liat juga orangnya ga banget, untuk mengemban amanah rakyat meskipun partai yang merekrutnya adalah partai pengemban amanah.

mengenai PKS,
aku deket sama komunitas PKS.
salah satu kakak sepupuku juga seorang calon legislatif untuk daerah yang direkrut oleh partai ini.
aku yakin kak ningsih amanah, hanya saja aku ga yakin apa kak ningsih bisa tahan banting dalam dunia perpolitikkan.

tapiaku yakin kug, kalau PKS punya orang2 yang tahan banting dan insya allah amanah.(lama2 kug kayaknya ada iklan terselubung ya,,, hihi..)
cuma aku agak ilfil aja waktu iklan dari PKS yang ditujukan untuk hari kebangkitan nasional (kalau ga salah) ternyata sebenernya adalah iklan politik.

tapi yah, seperti kata sanah,

"anggap lah berpartisipasi dalam pemilu itu sebagai ikhtiar kita."

aku pikir ada benernya juga, daripada kita cuma memendam benci sama pemerintah dan mengutuki semua 'kebijakan'nya.

hh..
mengharapkan khilafah tegak memang rasanya nyaris seperti mimpi.

jubir HTI di today's dialogue juga mengakui bahwa perjuangan pengembalian 13abad itu akan sangat panjang.
tapi mereka akan terus berjuang.

yang aku inginkan hanyalah kesejahteraan untuk rakyat secepatnya.

hanya itu..

tapi saat ini aku masih bingung, jalan mana yang akan memberikan kesejahteraan untuk mereka kaum papa..
kesejahteraan untuk mereka, secepatnya.

No comments:

Post a Comment