December 7, 2008

bukan patah hati

Aku menyerah, untuk mencinta.
Ajari aku, melupakanmu…

lagu ini dinyanyikan galuh sewaktu hujan turun dengan deras siang tadi.
lagu ini juga yang bikin aku mewek campur ketawa miris dihadapan langit yang sedang menangis.

dan lagu ini pulalah yang akhirnya aku nyanyikan dengan suara serak yang nyaris tak terdengar ditingkahi hujan.

selintas waktu kemarin aku memang benar2 ingin menyerah.
ketika kulihat si akhi dengan mereka.

tertawa..

bahagia..

entah membicarakan apa.

hingga aku terluka..


sewaktu hujan kemarin aku kembali tertampar.
aku kembali sadar,
bahwa barangkali aku telah berharap terlalu banyak padanya.
bahwa ternyata tak seharusnya lah kugantungkan asaku begitu tinggi.
sekarang aku terjatuh,
terhempas,
mencium bumi,
salah siapa?
seharusnya tak kubiarkan helium itu merasukiku berulang2.
seharusnya aku tak mengimpikan apapun,
sebab diapun tak pernah menjanjikan apapun.

sekarang aku mulai bisa berpikir jernih,
mulai kulihat 1pesan yang ingin disampaikan tuhan padaku siang tadi,
bahwa dia ingin aku mandiri,

“tak usah kau gantungkan harapmu pada manusia, cukup padaku saja. karena akulah penguasa semesta. lagipun bukankah kau yang memutuskan untuk menyukainya? lalu kenapa kau marah? bukankah dari awal, kau telah berikrar untuk mencintaiya dengan tulus. cinta tak banyak menuntut. sadar2lah kau pada pilihanmu sendiri.”


haha… mungkin itu yang dia katakan.

yah, itu memang benar.

akulah yang memutuskan untuk menukar kekagumanku denga perasaa ini.
akulah yang berikrar untuk tak menuntut apapun dari perasaan ini.

ini semata salahku karena membiarkan diri berharap lebih.
ini salahku karena begitu mudah melambungkan diri.
ini salahku karena begitu gampang terlena pada hal2 biasa yang ditawarkannya.

ini salahku.

karena bukan salahnya jika banyak orang kagum padanya.
bukan salahnya jika beberapa anak aksel membuat fans club untuk mengagumi pesonanya.
dan bukan salahnya pula jika dia jatuh cinta pada orang lain.
benar2 bukan salahnya.
toh, dia tak tau bahwa aku sebenarnya memendam rasa.


aneh.
mengingat sewaktu hujan turun kemarin siang, aku merasa begitu membencinya.

padahal aku tak harus membencinya.

aku yang terlanjur besar kepala ketika melihat coment di fsnya sendiri.
bukankah dari awal aku tau bahwa wanita itu tak mungkin aku.

tapi sekuat apapun aku berkelit, tetap saja asa itu membelit.

dan ketika kudapati dia begitu sumringah dengan perempuan lain..
ugh,,,

aku hanya tak habis heran mendapati seorang akhi, bisa begitu dekat dengan kaum hawa.
yah, aku tau akhi memang dekat dengan siapa saja, bahkan kaum hawa sekalipun.
peristiwa kelas satu lalu telah membuatku lebih dari paham tentang wataknya yang terkadang kelewat supel.

tapi yang bikin aku ga bisa terima adalah bahwa saat itu dia lelaki sendiri.
aku tau dia memang dekat dengan trio muslimah di kelasnya.
hanya saja, memikirkan bahwa salah satu dari 3orang itu adalah orang yang dia taksir bikin aku kembali sesak.

galuh bilang ; “ga mungkin. uda tenang aja, si akhi itu sukanya sama aku. hehe…”
cmy bilang ; “uda ga usa dipikirin. kamu jangan sedih lagi dong!”
udin bilang ; “kayaknya sih bener. tp gak tau deh. kita mikir kemungkinan terburuk aja”

sekarang aku pusing.
mungkin lebih baik hal seperti ini tak usah aku pikirin.

bukankah ‘bertepuk sebelah tangan’ tlah biasa ku alami.
dan inipun seharusnya bisa aku lewati.

tak apalah,

akan kubuktikan bahwa aku ini tulus.
tak banyak menuntut.
menerima dia apa adanya.
aku akan belajar untuk tak lagi melambung.
cukup kucintai dia dengan sederhana.

akan kubuktikan,
meski aku telah kalah.
aku ga akan menyerah.
ini bukan patah hati.
tapi ini hanya sedikit tamaparan untuk membuatku lebih sadar diri.

SEMANGAT..!!!

3 comments:

  1. hati emank gak pernah patah..
    hahahahahaha...

    ReplyDelete
  2. pemulung*_>> halah..

    little*_>> iya.. semangattt..

    ReplyDelete