December 14, 2008

segalanya punya arti

Hari ini kak wiwik tutup usia.

Sebenernya inilah yang selalu aku pertanyakan beberapa tahun terakhir. Tapi anehnya ketika saat ini benar2 datang, segalanya tetap saja mengejutkan. Tapi yang pasti, hari ini segala tugasnya telah tuntas. Inilah saatnya dia bisa beristirahat dengan damai setelah segala derita dalam 18 tahun sakitnya. Mungkin saat ini dia tengah menyapa para malaikat di tiap tingkatan langit yang menyambutnya dengan hangat.

Insya allah dia bahagia disana. insya allah dia termasuk penghuni surga.

Karena aku tak tau dosa apa yang bisa dia lakukan, sebab hampir seumur hidupnya sakit ini dia derita, selama ini dia tak berdaya, tak pernah punya daya bahkan untuk melakukan dosa sekalipun. Dia hanya bisa terbaring, menahan sakit di kepalanya. Berusaha mengikhlaskan bobot tubuhnya menyusut sementara kepalanya terus membesar.

Hydrocephalus telah merenggut segala darinya sejak usianya bahkan baru menginjak 8bulan. Pernah suatu kali aku melihatnya memandangiku. Saat itu, tak sedikitpun aku dapat mengartikulasikan setiap tatapannya. Baru sekarang aku sadar bahwa tatapannya waktu itu, barangkali punya makna yang dalam.

Bahkan, saat inipun, aku masih ingat seperti apa dia memandangiku. Matanya benar2 penuh kepolosan, dia memandangiku seperti orang bingung. Barangkali dalam hatinya dia bertanya2 aku ini makhluk apa? mengapa aku bisa punya kepala penuh rambut sementara kepalanya botak dan tidak proposional, atau kenapa tubuhnya hanya berupa tulang dan selapis kulit sementara tubuhku tidak seperti miliknya.

Entahlah.
dulu aku hanya punya iba untuknya. Tanpa pernah mau tau tentang apa yang dia pikir dan rasakan saat itu. Tapi hari ini, entah kenapa aku benar2 ingin tau tentang apa yang dia pikirkan selama 18tahun sakitnya.

Aku ingin tau, dengan kepala sebesar itu seperti apa rasa sakit yang dia rasakan selama ini?

Aku ingin tau apakah dia pernah berpikir tentang Tuhan dan kehidupan, seperti ketika aku masih sd dulu?

Aku ingin tau, seperti apa sosok yang terperangkap dalam tubuh rapuh itu?
Adakah seorang bayi polos yang tak tau secuil apa dari dunia atau malah seorang remaja yang mengutuki dunia sebab harus terperangkap bertahun2 di dalam tubuh renta tak berdaya.

Pada akhirnya aku tak pernah tau pasti tentang hal ini.

Hari ini tiba2 saja aku berkhayal. Seandainya saja sakit itu tidak menjangkitinya, tentu banyak hal yang bisa kami lakukan bersama.
Maka jadilah kami bertiga, mbak ayu, kak wiwik dan aku, serupa charlie’s angels yang senantiasa bersama.

Setiap acara kumpul2 keluarga, kami akan bahu-membahu menangani piring2 kotor bekas makan besar.

Akan kami lewati hari2 indah ketika liburan tiba.

Jogging pagi2 kemudian berbaring diatas jalan aspal, memandangi langit, menanti sinar matahari yang menyapa wajah2 kami, seperti yang pernah aku lakukan dengan mbak ayu dulu.

Menikmati sisa sore di atas ayunan sambil bercerita tentang apa saja.

Merasakan sepoi angin diatas cakruk depan rumah mbak ayu sambil menyantap mieso panas waktu tengah hari.

Atau begadang hingga larut sebagai penggenapan kami atas segenap rindu yang mengendap.

Argghh…

Semakin aku berandai, semakin aku menyesali keadaan.
Ternyata benar, berandai2 hanya akan membuka peluang masuknya setan..
Benar2 menyebalkan.

Meskipun begitu, aku tetap percaya bahwa semua ini pasti punya arti.
Keberadaan kak wiwik yang sakit diantara kami, tiap derita dalam sakitnya, semua bukan tak berguna. Seperti yang selalu dikatakan oleh orang2 bijak bestari itu, bahwa selalu ada hikmah dari setiap peristiwa, dan bukankah tiap2 jiwa yang bernyawa pasti akan merasakan mati?

Mungkin allah ingin menguji kesabaran budhe seri dan pakde dinar melalui kak wiwik yang sakit bertahun2 itu. Bisa jadi kak wiwik memang di tugaskan allah untuk menjadi ladang dimana manusia bisa mengeruk pahala daripadanya.

Entahlah, yang pasti hari ini segala tugasnya telah tuntas. Segala deritanya telah genap dan siap terurai. Insya allah dia pasti akan damai.

Tapi ini masih saja aneh, mengingat semuanya baru terpikir olehku ketika dia sudah tak lagi berdiam di dunia. agak sedikit kecewa juga, karena selama ini dia tak banyak kuperhatikan. Yah, kuharap kali ini dia benar2 bisa beristirahat dengan damai.

Ba’da ashar dia dikebumikan.

No comments:

Post a Comment