January 25, 2009

1 earth 1 heart

Hari ini aku baca buku bagus. Judulnya "catatan harian anak sarajevo".

Buku ini merupakan catatan harian nadja halilbegon0vich. Bener2 buku luarbiasa yang bikin aku merinding sejak baca bagian belakangnya.

Anak2 berjuang mencari kebahagiaan ditengah peperangan. Berusaha mengabaikan takut yang senantiasa menggr0g0ti mereka.

Huft..

Aku jadi ingat, waktu aku masi ngungsi pasca tsunami (yg syukurnya cuma 3hari). Belum pernah aku ngerasa setakut itu.

Aku selalu ingin tidur, karna hanya dalam ketaksadaranlah takut itu tak kurasakan. Ketakutan. Benar2 menyebalkan dan tak nyaman.
Tapi terkadang, menutup mata itupun sulit karena aku selalu merasa ada gempa. Selalu waswas jika malam mulai datang, menanti papa yang tak kunjung pulang.

Yah, aku tau. Ketakutan semacam ini memang tak bisa disamakan. Tapi nyatanya saat itu aku benar2 ketakutan.

Aku ga bisa ngebayangin gimana rasanya berada di daerah perang. Ketika suara ledakan2 b0m terus berdentum disekelilingku. Tak ada listrik, tak ada makanan, tak ada air, tak ada sek0la, tak ada canda, tak ada teman2, tak ada apapun. Bahkan untuk keluar rumah saja tak bisa.
Hanya suara2 dari radiolah yang menandakan bahwa k0ta belum mati.

Ketika ar0ma kematian mengharumi seluruh penjuru k0ta dan harga kebebasan menjadi sangat mahal.

Ketika hak asasi menjadi sesuatu yang tak dikenali dan tiap pasang mata anak2 mengandung sebuah pertanyaan abadi yang sama. Mengapa??

Ketika aku melihat wajahku diwajah semua orang yang kutemui. Pucat. Ketakutan.

Aku sepenuhnya sadar. Bahwa tragedi semacam ini tengah terjadi di palestin sana.
Aku tau, saat ini terdapat bnyak sekali anak2 bermata sedih dan bermuka pucat, ketakutan dan terkepung dalam peperangan. Terjebak dalam b0m2 curah yang menghujani tanah2 pijakan mereka siangmalam.
Dan entah kenapa aku merasa yakin bahwa perang belum berakhir. Aku sudah banyak belajar lewat buku2 sejarah tentang watak para penjajah. Mereka tak kenal kalah. Bagi mereka dipl0masi itu basi dan cuma bikin rugi. Sudah jadi tabiat mereka untuk melanggar janji. Mereka ga akan berhenti hingga mendapatkan apa yang mereka ingini.

Huft.
Aku ga tau apakah mereka merasa senang ketika menembak dan membunuh?
Apakah mereka merasa sedih akan orang2 yang mereka bunuh dan k0ta2 yang mereka hancurkan?
Apakah mereka meneteskan airmata ketika melihat seorang wanita tua berduka atas kematian cucunya?Apakah mereka merasa menyesal atas anak2 bermata sedih yang ketakutan, dan tetes2 darah yang tertumpah?
Hmfh..

Aku hanya berharap, sem0ga saudara2ku yang terdzalimi tidak punya pikiran seperti nadja yang merasa bahwa seisi dunia tidak peduli.
Aku ingin mereka tau bahwa sebenernya aku peduli. Hanya saja aku tak berdaya disini, sesuatu yang sangat kubenci.
Aku ingin mereka tau bahwa akupun risih bisa menjalani hari seperti biasa, dengan ceria dan bahagia sementara aku sangat2 tau bahwa banyak saudaraku disana menjalani hidup yang samasekali berbeda.

Dan pertanyaan abadi itu mendatangiku lagi.

MENGAPA??

Tak bisakah manusia hidup damai dan rukun2 saja. Saling bert0leransi tanpa perlu mempermasalahkan suku, agama, keturunan, ras, warna kulit, warna mata, warna rambut, bentuk wajah, isi kepala.

Sudah saatnya perbedaan menjadi sesuatu yang menyatukan kita. Karena disamping segala macam perbedaan2 itu kita punya 1hal yang sama. Dan ini yang terpenting.

Bahwa kita manusia dan tinggal dibumi yang sama.

1 earth 1 heart

5 comments:

  1. Ya Allah, lindungilah mereka dari rasa takut dan kehidupan yang tidak pasti. Kutuklah zionisme yang memisahkan dia dari orang2 yang dikasihi dan mengasihinya. Sayangilah mereka ya Allah. Sayangi semua Muslimin/mah di Palestina sana, karena hanya Engkaulah yang Maha Penyayang diantara yang Penyayang, hanya Engkaulah yang Maha Pengasih diantara yang Pengasih.

    Budhe sedih banget mbacanya...bahwa perang dan penderitaan belum lah usai dan mang sangat malu kita namun setidaknya kita bisa menyisihkan rizki untuk mereka serta berjihad dengan hati mendoakannya kalupun turut berjuang secara fisik ke medan perang sana ..kita ikut bendera siapa..tanpa strategi malah merepotkan..Wallahu a'lam..

    Makasih yach.. dengan khitmad budhe menikmati postingan ini...nice..

    ReplyDelete
  2. Kayanya statement Bhineka Tunggal Ika itu di pake di luar negeri juga kali ya?

    ReplyDelete
  3. to jun: 1 earth 1 heart, ayo kita amalkan t0leransi.
    Kita harus bersatu bukan hanya karena kita 1bangsa 1bahasa, tapi lebih karena kita sama2 manusia, toh kita tinggal dibumi yang sama.

    to budhe: amiinn.. iya budhe.. jazakillh uda mau baca.

    ReplyDelete
  4. What a touching post Mell... :)

    Let's make harmony for a better future!!!

    ReplyDelete
  5. Iya mi.. 4 better future..
    Bukankah Allah tidak menciptakan kita berbeda2 melainkan untuk saling kenalmengenal.
    Jadi, mari kita berta'aruf dan saling bert0leransi..

    ReplyDelete