January 8, 2009

masi tentang palestin

“orang2 Yahudi berkata: ‘tangan Allah terbelenggu’, sebenarnya tangan merekalah yang terbelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakana itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah itu terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al-Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka membuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang2 yang berbuat kerusakan.”



Aku bener2 kesel banget sama rangon semenjak diskusi panas kami tentang Israel tadi malem. Yah, aku tau kalo diskusi itu tujuannya adalah mencari kebenaran, bukan mencari siapa yang benar. Tapi menurutku, kebenaran versi dia sangat tidak bisa dibenarkan jika dicerna secara rasional. Aku bener2 bingung kenapa dy masi aja belain Israel. Uda jelas2 yg kejam itu Israel, dzikirinside aj bilang kalo apa yang terjadi di palestin itu akibat dari kesombongan zionisme. Tapi dia tetep aj keukeuh, dan bilang,

“orang yang berbuat kebaikan sama kayak menanam pohon kemudahan, sedangkan orang yang menyebar permusuhan berarti menanam pohon kesulitan. Tuhan aja mengutus kita menjadi khalifah untuk menciptakan perdamaian, kenapa kita menciptakan neraka lebih awal?”

“kenapa umat islam memusuhi mereka?” lanjudhnya waktu aku tanya apa mksud perkataaannya sebelumnya yg menurutku agak sedikit nyastra.

Tapi pernyataannya makin bikin aku bingung, karena pada kenyataannya, sedikit pun aku ga pernah sengaja memusuhi para Israel itu kecuali karena mereka telah begitu keji.
Selain itu, dari yang aku baca dari Al-Quran, sebenernya orang2 yahudi itulah yang pendengki. Malem itu aku uda suruh rangon untuk buka Q.S Al Maidah ayat 64. tapi kayaknya belom dibuka sama dia, dan aku pun males untuk ngetik tuh ayat karena ayatnya juga lumayan panjang. dikhawatirkn sariawan di jariku kambuh saking banyaknya ngetik di keypad.

Gini isi ayatnya,
“orang2 Yahudi berkata: ‘tangan Allah terbelenggu’, sebenarnya tangan merekalah yang terbelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakana itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah itu terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al-Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka membuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang2 yang berbuat kerusakan”(Q.S Al MAidah [5]:64).


Seharusnya lewat ayat ini semua bisa jelas, seandainya saja dia mau sedikit meluangkan waktu untuk sebentar membuka Al Quran.

Jadilah, dia tetep keukeuh sama analogi tanam-menanam pohonnya itu.

Yah, aku si wajar aja kalo banyak umat muslim yang ga suka sama sebagian besar yahudi (dalam hal ini Israel). Karena dalam pandanganku, mereka yg tidak suka itu sama seperti aku yang nurudh apa katanya Allah di dalam Al Quran. Bahwa Allah telah menyisipkan kebencian dan permusuhan didalam hati mereka hingga hari kiamat. Jadi harusnya ga aneh kalo sebagian besar muslim agak sedikit waspada terhadap orang2 yahudi.

Belum lagi theshadow (dia ini non muslim). Dia bilang,
“hamas ga mungkin menang lawan Israel karena mereka kalah dalam hal teknologi. Eh, orang2 Indonesia malah ikut2an, sok2 mau jihad kesana. Itu namanya bodoh.”

“bener dow, itu namanya muslim oon. Ga pake otak. Ga punya senjata sok mau jihad. Liat aja Israel, mereka pinter, menggunakan akal yang dianugrahkan Allah ke mereka.” (ini yang ngomong rangon).

(Jeda agak lama. kuyakini ini karena orang2 tengah beristighfar).

Tanpa dapat menutupi rasa marah, kemudian aku nanya,
“memangnya dengan apa kaum muslimin bisa menang dalam perang badar? Apa karena teknologi mereka lebih canggih dari kaum kafir? Atau apa karena jumlah kaum muslimin yang lebih banyak? Gak kan, kita tuh menang karena doa. Doa itulah senjata umat muslim.”

“hah, dikira dengan doa aja bisa menang?” (ini omongan rangon)

“iya, padahal koordinat hamas itu uda dikunci sama Israel, jadi ga bakal salah sasaran. Makanya, dari berapa ratus orang yang mati, sebagian besar adalah hamas.” (ini kata shadow)

Disini aku senyum, pengen ketawa. Aku uda pernah denger sesumbar ini waktu di room sains dan kuduga benar2 hanya sesumbar shadow saja. Lagipun yang banyak kudengar diberita sebagian besar korban adalah wanita dan anak2.

“terus kalo tergetnya emang cuma hamas, kenapa sekolah juga diserang? Kenapa yang ga berdosa ikut jadi korban?”

Mendengar ini shadow langsung hengkang tanpa memberi penjelasan. Aku cuma bisa tertawa terheran2. setelah shadow pergi aku bertanya lagi, “adakah yang bisa memberi penjelasan?”

“itu perang anna, perang itu kaco. Kita ga bisa nanya kenapa Israel begitu.” (kata si rangon)

“kenapa ga bisa? Karena Israel emang uda dengki, jadi emang uda dari sononya. Gitu ya?” (kataku akhirnya)

Tak seorang pun berkata, layar diam, tegang, tak lama akupun hengkang.

Sebenarnya aku pergi bukan karena putus asa atau merasa telah kalah. Tapi lebih karena aku ga pengen membeci rangon. Aku tau keberadaanku di ruang itu lebih lama hanya akan menciptakan kebencian. Bukan karena apa. aku tak apa jika aku dihina, tak apa jika pendapatku dicela. Tapi waktu itu dia mulai nyela umat muslim lain, dia bilang umat muslim yang ikut jihad itu bego lah, cuma modal nekat lah, ga mikir, ga pake otak.

Ini yang bikin aku marah dan mungkin agak benci sama dia. Kalo emang dia ga berani jihad ke palestin yauda, ga usa pake nyela segala. Dia gag tau apa kalo yang dia cela itu sodaraku sekaligus sodaranya dia juga.

Well, aku emang sedih ngeliat nasib sodara2ku yang sengsara di palestina. Tapi jujur aku lebih sedih lagi ngeliat satu sodaraku punya pemikiran kayak gini (walopun sebenernya itu hak dia). Tapi ya mbok ga usa nyela sesama sodara kan bisa.

Aku sedih ngeliat umat islam yang berani jihad dibego2in sedangkan Israel kunyuk itu dipinter2in. emang apa hebatnya jadi orang pinter tapi ga punya nurani? Buat apa pinter tapi suka membodohi? Buat apa pinter tapi tetap korupsi? Buat apa pinter tapi mendzalimi? Orang bodoh bisa belajar, tapi orang ga punya nurani? Kemana mencari nurani? Lagipun, kata pak chairil anwar guru matematikaku waktu kelas satu yang dibutuhin sekarang tuh bukan orang pinter, tapi orang cerdas.
Hah?!?!

Yang bikin aku pengen ketawa adalah waktu si adam heran ngeliat rangon dan akhirnya dia nanya aku lewat privat. Si rangon itu jil apa bukan, aku bilang aja bukan. Si rangon emang punya pola pikir yang melawan arus. Anggap aja dia kurang banyak membaca. Dia emang deket sama kalangan non islam, jadi kesannya seperti lebih membela non.i,walopun jatohnya malah jadi menyudutkan islam ndiri. Tapi anggap aja itulah akibatnya jika orang tak banyak membaca.

Meskipun niat semula diskusi itu bertujuan mencari kebenaran, ntah kenapa malah menjadi ajang pemaksaan pendapat. Mungkin tadi malam aku agak memaksakan pendapatku, tapi itu hanya karena aku ga terima umat muslim disalah2in? aku emang agak keras kepala untuk suatu hal yang uda sangat kuyakini. Apalagi kalo keyakinanku itu berdasarkan sumber hukum sejati, yaitu Al Quran.

Aku ga tau apa lantas itu berarti aku uda egois?
Yah, katakanlah bahwa aku memang telah egois.
Apa pendapatku juga salah?
Yah, katakanlah pendapatku salah.
Tapi tolong doakan semoga aku diberi hidayah.
Wallahu’alam.

Coretan tambahan:
Tadi malem aku juga nonton BAROMETER di SCTV, acaranya semacam talkshow (atau jajak pendapat?) antara HTI, presiden PKS, terus seorang pengamat timur tengah dan seorang dosen (atau guru besar?) dari universitas paramadina (kalau tidak salah), temanya tentang “perlukah jihad ke palestina?”

Yah, pada akhirnya ini tak lebih seperti ajang pemaksaan pendapat karena pada dasarnya tiap2 orang menjunjung ideology mereka. Masing2 orang berebut bicara dan merasa benar. Yang paling kasihan, tentu saja hti. Mau bagaimana lagi, memang ga mudah menerapkan hukum2 Islam di tengah negeri yang telah teracuni pemikiran2 kapitalis ini.

Pada akhirnya, tak tercapai kesimpulan apakah jihad itu perlu atau tidak.(Bisa jadi karena waktunya yang sangat terbatas, yah talkshow seperti kalau dibiarkan pun mungkin bisa sampai berhari2, dan itupun belum tentu berhasil memperoleh kesimpulan).

Mungkin maksudnya masyarakat dibiarkan memilih sendiri berdasarkan hasil talkshow tersebut. Ketika sebagian besar masyarakat Indonesia yang dibiarkan memilih itu telah berhasil memilih mana yang menurut mereka lebih baik. Aku yang dibiarkan bingung telah berhasil terjebak dalam kebingunganku.

Yang menarik dalam acara itu adalah pertanyaan yang terus menerus didengungkan sepanjang acara. Konflik di palestina, apakah konflik agama atau konflik wilayah?
Yah, presiden SBY boleh saja mengatakan itu konflik wilayah, zandilac juga sah saja jika menyatakan bahwa itu konflik agama. Jadi tidak salah juga kalau aku ikut menyatakan pendapatku.

Menurutku itu konflik agama sekaligus konflik wilayah. Dari tia dan sari juga dari resensi buku raja shaheden (mudah2an bener tulisannya) yang judulnya “jalan2 di palestina: catatan atas negeri yang menghilang” (mudah2an judulnya ga salah), aku tau bahwa orang yahudi menanggap bahwa tanah palestin adalah tanah yang dijanjikan, yang banyak di sebut dalam kitab2 mereka. Jadi, sepertinya mereka menganggap tanah itu adalah milik mereka (berdasarkan kitab mereka) dan penduduk palestin harus enyah darisana.
Begitulah..
Wallahu’alam.

No comments:

Post a Comment