February 17, 2009

ketika tiba saatnya aku dipanggil umi

Aku masih kepikiran sama kata2 Galuh di sekolah kemaren, dia bilang kalo sebenernya aku kuliah itu cuma buat nunggu ada yang ngelamar doang.

Hmm, sebenernya ga gitu juga.
Walopun dari awal aku emang ga niat jadi wanita karir tapi menurutku pendidikan itu penting.
Mungkin aku salah satu dari sedikit orang yang mikir kalo orang kuliah itu bukan semata supaya bisa dapet kerja.
Orang kuliah itu untuk dapet ilmu yang pada akhirnya bakal memudahkan kehidupan mereka.
Itulah kenapa aku pengen ngambil jurusan psikologi. Supaya kalo uda jadi ibu nanti aku mampu memahami anakku dan mengerti suamiku.

Jadi bisa dibilang aku kuliah ya untuk calon anakku ntar.
Whehe..

Yah, gimana juga jadi ibu rumah tangga itu kan ga gampang.
Kudu cerdas.
Karena selain jadi seorang ibu kita juga musti jadi istri, yang artinya kita ga Cuma ngelayanin anak2 kita doang tapi juga suami kita.

Seorang ibu itu harus ahli mengatur keuangan biar jadinya ga besar pasak daripada tiang, harus handal mengatur asupan gizi untuk keluarganya supaya mencukupi, ibu adalah tempat anak mencari perlindungan dan kasih sayang, tempat suami menumpahkan segala penat seusai memeras keringat, ibu adalah pengatur atmosfir di dalam rumah, ibu itu guru, yang mendidik sang anak sepanjang perjalanan.

Jadi wajar dong, kalau aku memutuskan untuk ngilmu dulu sebelum akhirnya nanti (amiinn..!!! insya allah!!) dikasih kepercayaan untuk jadi seorang ibu.

Yah, ga harus lah jadi ibu paling hebat diseluruh dunia.
Ga harus juga jadi ibu yang bisa buat anak2nya sangat bangga.
Karena untuk jadi ibu yang baik dan bisa buat anak dan suamiku bahagia aja, kurasa itu udah lebih dari cukup.

Sebenernya, kalo aku pikir2 lagi. Ngilmu aja ga cukup supaya bisa bikin aku jadi seorang ibu yang aku idam2kan (halah..!!). yang paling penting ialah aku ga boleh lupa gimana rasanya jadi seorang anak. Entah kenapa aku ngerasa ini penting. Malah aku ngerasa inilah yang paling penting.

Mungkin karena menurutku, beberapa anak kurang bahagia karena ibu2 mereka lupa rasanya menjadi anak2. seorang ibu yang suka memojokkan anaknya bisa jadi telah lupa bagaimana rasanya dipojokkan atau mungkin sewaktu kecil dia tidak pernah dipojokkan. Tapi kalau memang dia tidak pernah dipojokkan, seharusnyalah dia banyak membaca dan belajar. Seorang ibu harusnya tau, bahwa dipojokkan oleh ibu kita sendiri itu sangatlah tidak menyenangkan.

Kalau aku jadi ibu, aku ingin jadi ibu yang selalu jadi pihak yang salah. Seperti kata om Mario teguh,

“Right or wrong. if u r the leader, u r wrong”

Kurasa ini juga berlaku kalo kita seorang ibu. Karena sejatinya anak adalah cermin yang ditanamkan di rahim2 kita yang HANYA akan merefleksikan apa2 yang kita peragakan.

Jika anak ketahuan berbohong, kita menyalahkan dan memojokkan mereka. Padahal tanpa kita sadari kitalah yang mengajari mereka untuk berbohong.

Kita marah ketika anak kita memojokkan anak orang lain, padahal setiap hari di rumah kita sering memojokkan mereka.

Kita ingin anak kita menjadi pemberani tapi setiap saat kita takuti mereka dengan ragam klenik yang sebenarnya membodohi.

Aku ga mau jadi orangtua seperti itu.
Aku ga mau jadi ibu seperti itu.

Aku pengen jadi ibu yang membebaskan anaknya untuk menginginkan apapun yang mereka inginkan, kemudian melibatkan mereka dalam proses mendapatkan keinginan2 mereka.
Aku pengen jadi ibu yang akan mengenalkan mereka pada batasan2 hidup dan mengawasi mereka agar tetap bisa berlaku sebebas2nya dalam batasan2 itu.
Aku pengen jadi ibu yang selalu salah, yang selalu bisa dipersalahkan, tak peduli apakah aku benar atau salah.
Aku pengen jadi ibu yang bisa bikin suami dan anakku bahagia.

Untuk itulah,
aku benar2 harus banyak membaca, belajar dan terus mengingat.

4 comments:

  1. Umi terharu baca postingan Mell yg ini...
    Umi juga bangga Mell punya pemikiran dan niat yang luar biasa, yg tidak banyak remaja putri sekarang ini bisa punya pemikiran dan niat seperti Mell, Alhamdulillah...:)

    Mell benar sekali, belajar itu wajib bagi orang Islam, bukan untuk cari karir, tetapi untuk semata menjalankan perintahNya. Hanya di tangan para Ibu yang 'cerdas' lah, ibu yang berilmu baik ilmu dunia dan ilmu akhirat, bisa mengamalkannya sekuat kemampuannya, Insya Alloh akan lahir dan berkembang generasi penerus yang terbaik di masa nanti...

    Semoga niat dan harapan Mell bisa terwujud dan menjadi contoh buat teman2 yang lain... amiin...
    Nice Post honey...:)

    ReplyDelete
  2. waduh umi, jadi malu.

    bener mi, jadi ibu itu tanggung jawabnya besar. karena ditangan kitalah kelangsungan generasi2 penerus yang akan menegakkan islam. mengembalikan kembali kejayaan islam. kitalah yang mengemban tugas mulia itu mi, mengharubirukan kembali dada tiap muslim dengan kebanggaan.

    amiin.. semoga kita bisa jadi ibu yang buat keluarga2 kita bahagia. kalo bisa sih bikin rasulullah bangga dan bikin Allah makin cinta.
    amiinn..

    jazakillah supportnya mi..

    ReplyDelete
  3. wow .. kayaknya calon ibu teladan nech .. tetaplah konsisten dengan niatmu.

    ReplyDelete
  4. cal0n ibu teladan?
    Amiinn..

    Insya allah om,
    d0akan tetap istiq0mah.

    ReplyDelete