February 18, 2009

memoar bangku pendidikan dan harapan2 yang tersimpan

pertama kali aku kenal bangku pendidikan sewaktu aku disekolahkan di TK Aisyah di kota kelahiranku. setiap hari sekolah selalu dijemput-antar naik bus sekolah. setiap hari jum'at selalu dapet bubur kacang ijo dan segelas milo. seorang teman sekaligus sepupuku pernah tertinggal di sekolah dan bus kami terpaksa berbalik lagi untuk menjemputnya.

selain itu, ga banyak yang kuingat. beberapa hal seperti tidak pernah benar2 terjadi, seperti berada diantara nyata dan mimpi.

misalnya saja ketika semua temanku menertawaiku karena menurut mereka kaus kaki yang kupakai terbalik. (dan bodohnya aku malah membuka kaus kaki kananku dan memakainya di kaki kiri, begitu juga sebaliknya yang setelah kuamati lagi ternyata ga ada bedanya).

ketika kenek bus makan mangga dengan begitu rakus tanpa mengupas kulitnya.

atau ketika sopir bus memegang dadaku sewaktu aku duduk disampiingnya saat pulang sekolah. (untung masih tk, jika tidak. pasti sepatuku telah melayang kejidatmu!)

aku ga pernah tau apakah itu nyata tau hanya khayalku belaka.
bisa jadi memang cuma mimpi, tapi bukan tidak mungkin bahwa seraguan ini karena usahaku untuk menganggap peristiwa2 itu cuma mimpi.

selanjutnya aku disekolahkan di SD Muhammadiyah mengikuti jejak papa, uwak (kakak atau abang papa) dan palek (adik papa).
tukang becak yang biasa mangkal di simpang lebih mengenalnya sebagai SD Melati karena letaknya yang bersebelahan dengan gang melati.

sd melati adalah sebuah sd kampung yang terletak tak jauh dari areal persawahan.
sebagian besar pengajarnya hanya lulusan sma, smk atau ma yang biasanya berprofesi ganda sebagai penjahit atau peladang. kepala sekolahnya sendiri mengenyam bangku pendidikan tertinggi diantara para pengajar lain yaitu lulusan d3.

jarak antara rumah dan sekolah sekitar 1km dan aku menempuhnya dengan berjalan kaki.
aku satu2nya murid di sd itu yang rumahnya paling jauh sekaligus paling tidak terpencil. dulu sewaktu perjalanan pulang, aku sering berpikir macam2 tentang kehidupan. aku suka mengamati orang lalu lalang dan para tukang becak yang membawa penumpang. saat itulah untuk pertama kalinya aku berpikir tentang Tuhan.

believe it or not,
waktu sd dulu aku percaya bahwa Tuhan hanya memberikan kehidupan dan kesadaran pada aku dan keluargaku, sedangkan makhluk2 lain hanya boneka buatan Tuhan yang tak nyata. yang dicipta cuma untuk mewarnai hariku saja.
dulu kukira hanya aku yang punya dunia. hanya aku yang bisa berkata2 didalam hati dan kepala. yang lain tidak bisa. (namanya juga anak sd)

barulah ketika telah mulai bisa mengendarai sepeda akupun bersekolah dengan menunggang sepedaku. (pernah nyungsep ke sawah dan nyaris keserempet becak).

di pertengahan semester pertama kelas 6, petualanganku dimulai.

papa dipindah tugaskan ke Aceh yang saat itu masih dalam situasi konflik.
meskipun enggan, akhirnya kami sekeluarga diboyong kesana. masih basah rasanya bagaimana seluruh keluarga mengharubiru mangantar kepergian kami.

di Aceh aku di sekolahkan di SD Muhammadiyah 2. hidup bak putri raja. pulang pergi di antar jemput, meskipun dengan mobil kantor. semuanya di fasilitasi mulai dari listrik, rumah hingga buku sekolah.
pada masa2 awal agak kerepotan mengingat banyaknya perbedaan materi yang diberikan antara sekolah lamaku dan sekolah baru. meskipun namanya sama2 sd muhammadiyah.
waktu aku sd, papa pernah di teror oleh gam bakal nyulik salah satu anaknya kalo papa ga ngirim uang entah sekian ratus juta.
hal ini sukses membuat aku dan adik2ku dilarang keluar selama entah sekian bulan.

selepas sd aku lanjut ke SMP Negeri 1 Banda Aceh. kelas 1.11, hanya 2 orang murid dari sd muhammadiyah yang masuk ke smp favorit ini.
disini banyak ketemu orang2 aneh, unik sampai menarik dan aku banyak belajar dari mereka.
disini aku ketemu sama berupa2 guru, dari yang killer, suka ngatur, suka nyuruh murid, yang sensian, tapi banyak juga yang baik dan nyenengin, diantaranya adalah bu farida (guru bahasa indonesia) sama ibu syarifah nargis (guru fisika kalau tidak salah).
disini aku ketemu sahabat2,
disini aku diajari arti solidaritas,
disini aku diajari mensyukuri,
disini aku ketemu, apa yang mereka sebut cinta. (ahhakk..!! hueekk cuih..)

sehari sebelom ujian semester2 waktu kelas dua, tsunami mengunjungi aceh. setelah 3hari dipengungsian akhirnya papa mutusin buat balik ke kampung halaman.

setelah nganggur beberapa bulan, akhirnya aku kembali ke bangku pendidikan. tanpa ujian, tiba2 aku telah berada di semester 2. aku bersekolah di SMP Negeri 2 Binjai, 6 bulan aku bersekolah disana secara gratis.
di sekolah ini aku sekelas dengan Rio, teman tk sekaligus sepupuku yang yang jaman dulu pernah tertinggal di sekolah. selain itu aku juga sekelas dengan keponakanku namun usianya sebaya denganku.
disini aku juga ketemu kakak kandung dari sepupu angkatku.

di sekolah ini aku menjalani hari2 biasa.
pergi sekolah jam satengah 7 pagi, sendirian naik angkot yang masih sepi.
disekolah duduk paling belakang dan mata kedapkedip menerjemahkan tulisan2 guru yang tak kelihatan. jarang ke kantin karena makanannya yang kurang higienis dan tak nyaman di lidah.
mengutuki lelaki menyebalkan yang duduk tepat dibelakangku yang kerjanya selalu mencari masalah. (saking sebalnya pernah nusuk tangannya pake pulpen berujung lancip sampe tembus). pulang jam setengah satu, bareng temen ato sama kak Ririn. ( sepupuku yang minjem kumpulan puisi chairil anwar punyaku tapi ga dibalik2in sampe sekarang).

kadang2 nongkrong dulu di warung es kelapa deket sekolah yang tempatnya pewe aseli, flirting anak2 sekolah laen sambil nikmatin donat cokelat bertabur kacang.

disitu aku cuma 6 bulan.
naek ke kelas tiga aku balik lagi ke aceh, karena tuntutan profesi papa.

di aceh aku balik lagi ke smpku yang dulu.
karena gedungnya uda ancur karena kunjungan tsunami tempo hari, jadilah aku bersekolah siang hari. ngungsi di gedung sma1 yang letaknya bertetangga dengan gedung smpku yang dulu.
disini aku duduk bertiga dengan putro dan dara karena jumlah meja yang tak mencukupi.
pulang jam setengah 6 dan dijemput nyaris maghrib, saat para tukang tangah berseliweran dijalanan hanya memakai handuk.
selalu merasa takut diculik kemudian diperkosa. (amitamit.. jangan sampe..)

disekolah aku jadi peminum aktif, menghabiskan 3-5 kotak fruitea setiap hari.
jarang makan karena durasi istirahat yang cuma sebentar.
dan disinilah aku merasa benar2 jatuh cinta, pada matematika. (gara2 pak sudirwan, guru matematikaku yang luar biasa).

beberapa bulan kemudian pembangunan kembali gedung smp ku rampung.
semua muridpun diboyong kembali.

disinilah kehidupan persekolahanku mulai normal.
menjalani hari2 biasa yang seru.
bolos ke kantin waktu pelajaran seni, nongkrong di toilet yang super elit (trus nyanyi sambil duduk diatas westafel), hang out tiap hari, jadi detektif dari sore sampe maghrib.
mendekati UN mulai sibuk pengayaan.
khas masa remaja. bener2 khas remaja.

setelah UN, papa dipindahin ke banjarmasin. semua keluarga pindah. sedang aku masi menetap di Aceh. ngungsi di rumah tante angkatku sambil nunggu sttb dan ijazah keluar, ngambil rapot adik2ku, ke dinas pendidikan mengurusi surat pindah mereka.
ikut bersibuk2 ria menemani elvira yang daftar masuk sma, ketemu mita yang uda sekian lama ga jumpa.
berusaha menikmati sisa2 waktuku sebelum akhirnya harus benar2 pergi.

dan akhirnya, disinilah aku sekarang.
di sebuah sma yang juga favorit dikotaku saat ini.
sempat stuck di pojok kenangan sebelum akhirnya sadar bahwa tuhan telah mengirimku disaat yang tepat pada tempat yang tepat, mempertemukanku dengan takdirku.
menjalani hari2 yang juga biasa namun penuh makna.
setiap hari makan bubur ayam di kantin deket tangga.
nunggu jemputan sambil makan buah buatan bibi.
ngecengin mas2 cakep yang kerja di TU sekolah. (gubrakkk!!!)
ketemu kwartet dan menjdi bagian dari laspagha.
ketemu orang2 luar biasa.
ketemu guru2 hebat, berdedikasi tinggi yang mengajar kami tanpa pamrih.
ketemu sii akhi, ukhti dan akhi2 yang lain.

dan dikamar ini aku berpikir sesuatu.
kemana lagi Dia akan menjejakkan langkahku?
di tanah mana lagi?

sungguh, masih jadi misteri.
yang pasti, kemanapun aku ditakdirkan untuk pergi.
entah ke bagian bumi mana.
entah ke tanah mana.

kuharap itulah jalan yang akan mendekatkanku padaNya.
mempertemukanku pada sebilah rusuk pilihanNya.

15 comments:

  1. emang mel...semua tuh udah ditakdirkan kok...kamu mungkin ngrasa tak percaya ya..'kok aku sekarang seperti ini ya, di sini..', sama mel, aku juga, aku yang dulu dilahrin di plosok kabupaten Pemalang, eh, sekarang kuliahnya di kota sebesar Yoogya, nggak nyangka aja, kok bisa sampai di sini, ceritanyagima gitu..hahaha..tapi itulah kehidupan mel...dinikmati saja, sambil tetep istiqomah....ote ...^^

    ReplyDelete
  2. Ote..Ote..
    Betewe, masi sering ngalong mas?

    *ngalong=jadi kalong*

    ReplyDelete
  3. *wah makasih banget dah berkunjung..., baca terus ya Novel saya...,

    *sekalian di follow kl gak keberatan, he he

    *sudah dilakukan upaya perlindungan hukum kok, makasih banyakk sarannya ya...,

    ReplyDelete
  4. ceritanya komplit nih ....
    Tuhan ada bersama dengan orang orang yang bahagia ... di manapun itu

    ReplyDelete
  5. Hhmm Mell..., hidup itu memang manusia hanya bisa merencanakan (kadang malah nggak pake rencana), dan pada akhirnya Alloh lah yg menentukan... Tapi yg pasti manusia harus selalu berusaha, berdoa, dan selalu bersangka baik kepada Nya.

    Bahkan di saat terberatpun, yakin ini semua jalan yg harus dilalui, Just give your best shot in anywhere, anytime, anywho, and many otehrs any... Semangat!!! :)

    ReplyDelete
  6. >them2_< uda ana follow kug mas. Tenang saja..
    Oh, uda ad upaya perlindungan hukum ya. Sipp dah. Tetep semangat berkarya.


    >mbak ely_< hu'uh mbak!


    >umi rin_< ote..ote mi..
    Semangaattt !!! n_n,

    ReplyDelete
  7. asik tulisannya nih .. berpindah-pindah,jadi banyak kenangan nih.. tetap optimis ya

    ReplyDelete
  8. malah seneng dunk bisa pindah-pindah sekolah...... jadinya kaya pengalaman kannn??????

    ReplyDelete
  9. iya buu...
    bener banget...
    banyak pengalaman...

    ReplyDelete
  10. Melyn...kisah hidup yang penuh warna ya. Bagus kamu tuangkan di sini...nanti sepuluh tahun lagi, coba baca lagi postingan ini. Apa perasanmu yaa? Sudah jadi apa kamu nanti?

    ReplyDelete
  11. iya mbak..
    emang itulah tujuan saya ngeblog.
    sebagai pengingat akan tiap peristiwa yang telah lewat..

    hoho..
    sepuluh taun lagi yah..
    mungkin jadi orang sukses kali mbak yah..

    ReplyDelete
  12. saat tsunami sy sempat jadi relawan selama 20 hari di banda aceh. Saya kagum dgn ketabahan melyn di usia yg sangat muda, mampu melewati semua cobaan berat tersebut.

    di Aceh airmataku tumpah,....

    ReplyDelete
  13. Memoir yg menarik dik...smoga dapat menguatkan dirimu dlm menapaki kehidupan, mengenal banyak pria yg menarik ky masbangbong Jun...xixixi...aw..

    ReplyDelete
  14. >om jun_< owh, pernah ke aceh ya om. aceh uda banyak berubah loh, waktu lebaran kemaren melyn berkunjung ke sana.

    >mbak moerti_< hehe,, mudahan2 aja ya mbak..
    hah?? emang beneran om jun menarik? kalo menarik duit bisa ga ya mbak kira2 si om jun itu.. zxizxizxi..

    ReplyDelete