January 25, 2010

putri

sekarang aku tau kenapa putri bisa punya wajah seketus itu. ternyata dia belajar dari neneknya.

beberapa bulan lalu aku pernah ketemu seorang nenek di deket TPA di depan mesjid at taqwa. nenek itu membawa sebilah ranting sambil berteriak teriak memaki cucu2nya yg berlarian gemetar masuk rumah.

waktu aku dan tika menyapanya, nenek itu sempat curcol tentang betapa lelahnya dia mengurusi cucu2nya yg sulit diatur.
dan beberapa bulan setelah kejadian itu, tepatnya hari sabtu kemarin, terb0ngkarlah fakta bahwa ternyata nenek itu neneknya putri. salah 1 muridku di kelas fathimah.

putri memang agak lain dari anak2 lain. dia gak pecicilan, malah cenderung tenang. ga banyak om0ng. ga berisik. jarang membantah, rajin dan bisa dibilang lebih pintar dibanding teman2 sebayanya dikel0mpok fathìmah.

tapi dia satu2nya anak yg mengernyitkan dahi waktu aku pertama kali mengajar. menatapku penuh keremehan.
dia satu2 nya anak yg mengatakan 'huuu..' tiap kali aku kedapatn melakukan 1saja kesalahan.
dia satu2nya anak yg tertawa lebih sedikit diantara teman2nya tetapi mengumpat lebih banyak dibanding yg lainnya.
sejak awal aku tau dia berbeda.

dan hari sabtu kemarin, ketika cuma dia satu2nya murid yg tertinggal karena kekukukuhanny menyelesaikan tugas yg kuberikan sampai 1halaman (sementara anak2 lain cuma mau mengerjakan beberapa baris). disitu aku tau, dia anak yg perfeksionis. kemudian aku mendekatinya dan kami sedikit bertukar cerita. dia mengutuk kerudungnya yg berantakan dan bilang ingin memakai kerudung seperti aku memakai. kemudian aku merapikan kerudungnya, menyematkan bros di bahunya, memujinya, dan kami tertawa bersama2. benar2 kesempatan langka. disitulah aku tau tentang neneknya. dia sempat mengutuk neneknya dengan menyebutnya 'dasar nenek sial' lengkap dengan muka juteknya yg khas.
disitu aku kaget. aku tau, kata2 itu bisa jadi dipelajarinya dari neneknya sendiri. terpikir berapa kali neneknya pernah menyebutnya 'cucu sial' atau 'anak kurang ajar' atau 'bocah gak tau diuntung' atau kutukan2 lain semacam itu.
mungkin ini sebabnya kenapa dia kelihatan beda. kenapa dia lebih sering merengut daripada tersenyum.
mungkin ini, kenapa aku gak pernah menemukannya tertawa selepas anak2 lainnya.

dan bukankah anak2 itu, memang peniru yg paling hebat?

10 comments:

  1. dengan meniru anak belajar tentang kehidupan...???

    ReplyDelete
  2. Putri, anak yang kekeuh namun hebat..

    ReplyDelete
  3. miss youu sis.
    sepanjang apapun dikau menulis, apapun topiknya, siapapun topiknya, gaya dikau bercerita bikin iri!
    kereeeennn

    then pertanyaan sayah, dikau bisa pandai menulis gini, meniru dari siapa?

    ReplyDelete
  4. :mb quin: kangen jg mba.. hehe..

    hmhm..jd inget postingan mb anaz tentang benchmark. kadang tiap kali bc tulisan org kita terpengaruh dgn gaya menulis org itu.
    aku sk gaya menulis temen2ku. ada mita di miftasugesty.blogspot.com trus tika di tikamusfita.blogspot.com trus hilmy di menjadihilmy.blogspot.com
    postingan yg ini lbh bnyak pengaruh gaya tika kurasa. cb bc tulisan2nya barangkali ad ksamaan gaya dsana. hehe..
    tp kadang2 aku terpengaruh gaya nulis mb quin jg k0g. mslny dip0stingan ttg kgiatan shari2. s0alny renyah dn mengalir. hehe..

    yah, tp walopun tulisan2 kita dipengaruhi gaya menulis org lain, sem0ga masi punya ciri khas sendiri y mb..

    :itik: iya.. dia itu b0cah hebat. belakangan ini aku banyak ketemu bocah2 hebat, tik. ;D

    :bongrizal: Iya. sbg pemula mereka blajar dr org dewasa. tp terkadang org dewasa blm ckup cerdas memberi mreka c0ntoh yg pantas. hehe..

    ReplyDelete
  5. kayaknya si Putri agak ada gangguan psikis tuh....depresi atau mungkin sedikit paranoid ya Mel....

    ReplyDelete
  6. Kasian ya Putri, mudah2an kasih sayang dan perhatianmu bisa sedikit menghapus luka di hatinya akibat kata dan perlakuan kasar sang nenek..

    ReplyDelete
  7. kasihan ya...contoh-contoh seperti itulah yang membuat anak jadi brutal sis.
    Btw,muhandis is engineer sis.

    ReplyDelete
  8. Hmmmm....jadi bahan renungan supaya berhati2x saat memiliki anak nanti.... Karena anak seperti selembar kertas putih yang masih bersih dimana kehidupan akan menggoreskan tinta di atasnya... Nice writing... :)

    ReplyDelete
  9. :felicity: iya. children learn what they live, kan??

    :mb aish: hu'uh2..setuju mba..

    :once: heheh..

    :om srex: hmhm.. bisa jadi om. hehe..

    ReplyDelete