February 20, 2010

dan kau putuskan menjadi lilin.

kau bilang tak mengapa menjadi lilin.
asal bisa menerangi, meski diri leleh sendiri.
kau katakan tak masalah kau kuyup di dalam k0lam.
asal bisa menariknya ketepi, berharap bisa sama2 mengeringkan diri.
tapi temanku pernah bilang,
lilin itu menerangi mel,
bukan membuat gelap...

tanyakan pada hatimu,
apakah tndakanmu membuat nyaman d hati dan pikiranmu?
kalau gelisah, itu brarti tndakan salah.

kita sdah dberi radar dalam hati kta,
pergunakan itu baek2.


sesuatu yg benar dilakukan dgn cara yg benar.
dan kalaupun kau sekarang memilih cara yg salah. akan ada saatnya kau merasa bersalah.
tapi sungguh, kita saat itu gak akan butuh penyesalan ataupun kutukan.
karena paling tidak, kau telah mengerti, karena kau telah belajar.

dan kalaupun pada akhirnya laki2 diujung sana memang dia.
aku cuma bisa katakan -karena bumbu yg telah kau makan lebih dulu-,
''selamat menikmati sup hambar, dan barakah berkurang.''

dan aku masih berpuasa. kelak akan berbuka, dengan yg baik. di titik waktu yg baik.
dan laki2 itu akan datang bersama cahaya yg barakah. dengan aku yg menjaga cahaya yg sama. Insya Allah.

9 comments:

  1. yup.. jangan tergoda dengan kenikmatan sesaat yang tidak membawa makna berarti selain penyesalan..

    ReplyDelete
  2. tenang aja, laki2 d ujung sana namannya polar kok :p

    ReplyDelete
  3. :polar: iya. lagi nyapu jalanan kan?? om, ditempatmu aku gak bisa koment??
    :hilmy: insya Allah. Amiin.
    :ali mas: =)

    ReplyDelete
  4. memang susah untuk menjadi sebuah lilin, mungkin sedikit diantara kita yang bisa ...

    ReplyDelete
  5. Amin..
    Semoga Lilin ini bisa menyinari orang2 yang membutuhkanya,,

    ReplyDelete
  6. Yub mel,sesuatu yang pada waktunya pasti akan indah.

    ReplyDelete
  7. :mba aisha: setujuuuuuuuuuuuu..!! seperti cerita fathimah-ali kan mbaa?? hihi..

    :laksamana: iya laksamana!

    :abong: iya. banyak godaannya. bisa aja, ditengah jalan niat kita mulai gak lurus. atau angin saat itu berhembus begitu kencang, atau lelehan dari diri kita bikin kita ingin menyerah. sekali lagi, menjadi lilin itu memenag gak mudah.

    ReplyDelete