March 24, 2010

mindreader.

iya.
mungkin aku lupa.
bahwa kita ga bisa baca pikiran.
bahwa kita cuma bisa membaca tanda2 dan mencoba menyimpulkan.
kita melihat gejala2, menghubung2kannya, menarik simpulnya,
dan terkadang, mempercayainya.
bahkan meskipun kita salah baca, kita tetep saja percaya.
aku gak bilang itu salah.
aku tau, itu semua karena kita gak tau.
karena kita, manusia.
memang cuma bisa membaca gejala, menerka2, berprasangka.

tapi aku ingin kita tau.
bahwa sungguh aku sudah begitu nyaman disini.
bahwa sungguh komitmenku bukan suatu hal yg perlu kita pertanyakan lagi.
meski kelihatan setengah2.
meski gerakanku yang paling banyak salah.
meski terkesan tak banyak berkorban.
meski aku sering telat datang latihan.
aku ingin kita tau.
aku ingin kita sama2 tau.
bahwa disini,
dalam sebuah kata indah yaitu tak kenal patah, dalam lelah dan pecahnya tawa, dalam kebersamaan, dalam persaudaraan, dalam perjuangan, dalam nikmat sebuah kesabaran, dalam lega dan kesyukuran, dalam harumnya nama kebanggaan.
aku uda terlanjur sayang, saman.



terkadang kita memang salah menilai, salah menarik arti, salah menyimpulkan, salah membaca prilaku orang.
aku pikir kita telah sama2 tau.
tapi ternyata gak.
tak apa. karna memang kita gak bisa baca pikiran.
kita memang cuma bisa membaca gejala, menerka2, berprasangka.
ini bukti kenapa kata-kata berharga.

11 comments:

  1. hmmm tiap hari saman nih kelihatannya..ntar dikirain anak saman, sastra jerman :D

    ReplyDelete
  2. Wah, Melyn masih semangat belajar saman yah? salut! ;)

    ReplyDelete
  3. melyn, ambil kuliahnya jurusan apa sih? saman jerman yak? xixixi
    keep the good work sis. Kalo bukan kita (melyn maksudnya) sapa lagi?!
    I'm proud of you

    ReplyDelete
  4. eh kok saman jerman? dikau kan saman arab ya? (doh)

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. sori tadi keliru ..sepintas saman itu perlu teknik tinggi selain kekompakan yg nggak bercela juga ya nduk? .. makanya perlu lebih banyak latihan empati & sambung rasa yg mgkn jadi salah satu kunci suksesnya :)

    ReplyDelete
  7. yah....mungkin untuk bisa menikmati tari Saman, kudu bisa "baca' pikiran pemain2 yang lainnya ya Mel....?

    ReplyDelete
  8. bener mel, tidak ada yang bisa membaca pikiran seseorang kta hanya bisa menerka saja....

    batw. samannya lancar dan makin mantap aja...

    ReplyDelete
  9. :bong rizal: heheh.. iyaa bong.. kita cm bs menerka, karena kita gak pernah tau. ehe.. tdny mo uplot videonya, tapi susaaaaaaaaaahhhh.. ahhahah..

    :dino: makasi.

    :oom srex: hhehe.. justru itu oom, klo manusia uda bisa baca pikiran, untuk apa kata2 diciptakan?
    sebenernya, semua bisa dikomunikasikan. =D

    :oom top: setujuu oom.. :)

    :abang: heehheh.. sini kuajarin tarian seribu tangan. =D

    :mb quin: saman arab?? saman itu dari aceh mbaa.. bukan arab.
    jurusannya sastra asia barat program studi sastra arab. ohhoho.. lengkap.
    huehe.. makasi mbaa..

    :mba anaz: hehe.. tiap orang punya caranya sendiri untuk berkarya. semangat mbak!

    :oom psiko: ohho.. untuknya gak ada sastra jerman di ugm oom. jadii aman dari salah tafsir orang2.

    ReplyDelete