April 13, 2010

trans to the past

seandainya aku adalah ashton kutcher di butterfly effect yang bisa trans ke masa lalu untuk memilih ulang pilihan-pilihanku dimasa lalu dan bisa merubah dampaknya di masa depan.
aku cuma pengen kembali ke tiga waktu.

pertama, waktu mba cindy cerita dengan kebingungan di teras Mushala al adab bahwa kepanitian acara talkshow raditya dika kekurangan orang. Seandainya bisa, aku pengen merekomendasikan orang lain aja. bukannya mengajukan diri dan akhirnya menyaksikan miris motivasi dari beberapa oknum yang ternyata benar2 childish.

kedua, waktu kak gibol dan kawan2 masuk ke kelas kaligrafi buat ngerekrut panitia laila fil falastin. seandainya iya, aku mau masuk seksi dekorasi acara aja. bukannya seksi acara yang koordinatornya kalo salah tetep ga mau kalah.

dan tiga, ke hari sabtu lalu atau mungkin minggu pagi. waktu aku dan temen2 saman tampil di alun2 kota dalam rangka peringatan 100 hari gusdur. waktu panggung yang becek bikin kostum kami semua basah dan aku yang waktu itu memang lagi sakit jadi semakin kedinginan, pusing dan mual. dan saat itu jam setengah satu pagi. di titik waktu ketika bang zaki meminjamkan jaketnya untukku.

seandainya bisa, aku ga usah ikut kepanitiaan raditya dika, di laila fil falastin aku bukan di seksi acara, dan jaket bang zaki aku pulangkan malam itu juga.
tentu aku bisa posting sering2, blogwalking ga pake mikir, dan hidup aman tanpa terganggu sesuatupun.

ya. aku tau berandai-andai hanya membuka peluang masuk setan.
aku mengerti bahwa selalu ada ruang antara rangsangan dan tanggapan.
dan ruang itu berisi pilihan-pilihan.
hanya saja tiga kali ini aku memilih pilihan yang salah.

6 comments:

  1. Gak apa2 Melyn, kalau kita tidak pernah berbuat kesalahan, kita gak akan pernah tau mana yg benar.
    Atau mungkin aja Melyn menganggap itu kesalahan, tapi sebetulnya itu bukan kesalahan, hanya langkah2 yg harus ditempuh oleh Melyn untuk meraih hal2 yg lebih baik lagi nantinya ^_^

    ReplyDelete
  2. tapi setidaknya kamu sudah berani membuat pilihan walau pilihan yang salah, dan itu bisa dijadikan pelajaran.

    hidup ini mudah lakukan dan jangan pernah menyesalinya.

    ReplyDelete
  3. segala sesuatu berbuah konsekuensi... itulah hidup..

    ReplyDelete
  4. menurutku ndak ada piliha salah,
    yang ada hanyalah salah mengambil sikap setelah kita mengambil pilihan itu..

    ReplyDelete
  5. salam kenal ^^
    blognya saya follow ya..

    ReplyDelete
  6. :ra kun: salam kenal juga. trims uda follow.

    :abang: hemhemm.. jd tergantung gimana kita menyikapi pilihan kita itu ya??

    :ali mas: hehe.. iya. semua ada konsekuensinya.

    :abong: siipp..

    : mba ari: thanks mbaa.. =D

    ReplyDelete