June 12, 2010

dewasa itu seperti apa?

di luar, hujan tinggal sisa.
derit-derit biola masih terdengar dari kamar sebelah, berusaha keras mengalunkan La Corda.

aku masih di kamar nomor 14 ditemani lagu klasik entah berjudul apa dengan pintu setengah terbuka tepat di depan muka, mengetik telungkup di hadapan laptop, baru saja selesai mengganti template blog.
angin sejuk bekas hujan menepuk-nepuk pipi. dadaku masih buncah sebab serunya survey tempat untuk rihlah TPA siang tadi. tapi pertanyaan semacam "dewasa itu seperti apa?" masih saja mengetuk-ngetuk kepala. juga kejadian setelahnya, hingga saat ini.

dua malam lalu, seorang teman bertanya padaku, "dewasa itu seperti apa menurutmu?"
waktu itu, aku butuh 2 menit 50 detik berpikir hingga akhirnya bisa menguraikan ARTI dewasa di kepalaku menjadi kata-kata. iya, aku mengurai arti, bukan seperti. dewasa itu seperti apa?

dewasa itu SEPERTI apa?

tanpa kuduga, jawaban seperti apa itu kudapat satu jam setelahnya. ketika kedewasaan mendatangiku tiba-tiba lewat sosok seorang temanku yang lain.
dewasa itu seperti apa menurutmu?
menurutku,
dewasa itu seperti bengkak dan sembab pada matanya,
seperti senyumnya yang merekah ketika hatinya bernanah,
seperti jiwanya yang besar dan tangguh padahal kutahu dadanya telah pecah diserbu peluru,
dewasa itu seperti sakit yang dia pilih, seperti ridha yang dia cari, seperti ikhlas dan sabar yang saat ini pelan-pelan dia tapaki.
itu dewasa.
dan dari situ, aku ingat seperti apa wujud dewasa yang lainnya.
18 tahun lalu, dewasa itu seperti bayi 11 bulan yang tidak lagi bisa menyusu pada ibunya karena harus mengalah pada adik barunya yang pertama.
beberapa tahun setelahnya, dewasa itu seperti murid SD yang setiap hari berbagi suapan sarapan dengan adik laki-lakinya di depan pintu sembari mengikat sepatu.
4 tahun kemudian, dewasa itu seperti pelajar selepas SMP yang rela tanpa bantah meninggalkan kehidupan, kenangan, teman-teman serta kenyamanannya di sebuah kota untuk pindah ke kota lain yang tak terbayang.
setahun lalu, kurasa dewasa itu seperti aku menyayangi intan.
8 mei kemarin, dewasa itu seperti anak perempuan di sebuah titik yang memilih memaafkan dan mengintropeksi diri daripada menyalahkan dan memperburuk situasi.
26 hari lalu, dewasa itu seperti buncah bahagia yang dikecap seorang sahabat ketika akhirnya tahu bahwa orang yang dia suka dan sahabat yang dia sayang ternyata telah sebulan menjalin hubungan.

dewasa itu seperti menghempaskan pikiran-pikiran burukku jauh-jauh kemudian mengendapkan prasangka baiknya penuh-penuh.
seperti kesediaan untuk tetap berjalan disisinya dan tetap peduli pada cerita-ceritanya.
seperti menerima keadaan dan mengikhlaskan apapun yang harus diikhlaskan.
atau seperti aku yang akhirnya mengiyakan pulang dan mengubur niat ke pareku dalam-dalam.

hari ini, aku bersyukur karena boleh mengerti.
bahwa ternyata, dewasa itu bisa seperti ini.

8 comments:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. wow.. ternyata arti demasa bisa begitu luas ya..

    ReplyDelete
  3. Dewaasa?? iya ya maknanya luass.. aku rasa aku belum dewasa.. ^^

    ReplyDelete
  4. Kalo mw jujur, walaupun saya mengetahui arti Dewasa, tetap saja tidak berbanding dengan ukuran tubuh saya yang selalu di identikan dengan ank kecil.
    Bahkan dengan title saya sebagai guru sekalipun, Image anak kecil tidak bisa hilang dari diri saya =(

    ReplyDelete
  5. dewasa itu perlu proses. bener banget yang melyn bilang di tulisan di atas.
    dan menurut saya, dewasa itu adalah bisa menguraikan definisi kata dewasa itu sendiri dengan pengertiannya sendiri.
    and you've been mature already, dear :)

    ps. have i told you that you & anyin will be a great writer in the future?

    ReplyDelete
  6. wow dewasa, setuju ama quinei dewasa tidak datang begitu saja, namun semua perlu proses, sehingga semakin hari kita bisa semakin dewasa...dan..
    apakah aku sudah dewasa..??

    ReplyDelete
  7. rizal: hehe.. yuhuu.. proses bong.
    dan aku pikir setiap orang pasti punya titik dimana dia pernah menjadi sangat dewasa.

    mba quin: ehhee.. dan mba pasti juga punya definisi sendiri kan tentang kedewasaan ini?
    ps: jadi pengen liat blog anyin.

    norland: itu yg terjadi pada saya juga. ahhaa.. tapi orang tdk dewasa setiap saat, bukan berarti dia tidak bisa dewasa kan??

    nenk nuyuy: ohhoo.. masih merasa belum dewasa? pasti akan ada titik ketika kita nanti menjadi dewasa. bisa jadi ketidak dewasaan kita saat ini supaya orang lain disekitar kita jadi puny kesempatan untuk dewasa. kalo di novelny tere-liye, tiap org itu menjadi sebab bagi org yg lainnya. =D

    ali mas: =))

    anynomous: hoooiii.. jangan nyepam dongg..!! errww...!!!

    ReplyDelete
  8. dewasa?

    hm..

    berani bertanggung jawab dan bisa mengalahkan diri sendiri.

    ReplyDelete