July 9, 2010

welcome home

terkadang rasanya masih belum nyata. seperti masih fatamorgana. yeahh.. sekarang aku di rumah.
nyaris setahun. huaahh.. setahun! dan banyak yang telah berubah.
yang jelas rambut papa semakin banyak putihnya, si fitri itu sekarang sudah remaja, mama makin lama makin berisi dan aditya.. makin banyak saja yang dia mengerti. sekarang adit sudah mengerti warna, sudah bisa menyebutnya dalam bahasa inggris, sudah hapal banyak doa-doa, baru-baru ini dia menang lomba membaca surat al fatihah di sekolahnya. sungguh aku terperangah melihat betapa pesat perkembangannya sekarang. aku benar-benar telah melewatkan banyak hal.

sedikit kesal. juga sedikit menyesal. apalagi jika bicara aditya, bocah lima tahun kesayanganku itu, ingin rasanya aku ikut menjadi saksi ketika dia terbata menghapal surah an-nas dan al-ikhlas, ketika dia mengeja warna-warna, ketika dia belajar wudhu dan praktek sholat. aku juga ingin ikut mendengar dia mengoceh tentang cita-citanya. tentang dia yang mau jadi dokter, mau jadi tentara, mau jadi orang kaya yang tiap hari keluar negeri.
sayang.. akhirnya aku hanya bisa jadi pendengar sementara mama dan yang lainnya begitu bahagia membeberkan segala polah aditya sambil tertawa-tawa.
yahyah.. sudahlah.. tak apa..

well, jadi, bisa dibilang cuma tio saja yang tampak sama. badannya tetap bagus, tetap tinggi, tetap kekar, dan tentu saja tetap hitam. =p

selama di makassar ini, aku juga mengalami kekacauan rutinitas. mandi jadi sekali sehari, makan yang biasanya cuma dua kali jadi tiga kali. waktu internetan jadi untuk main game atau nonton serial BBF di indosiar. waktu kardio-an jadi buat kumpul-kumpul di ruang tengah sambil nunggu papa pulang. jam tidur dan bangunku juga jadi kacau. keberadaan makanan yang selalu tersedia dan melimpah ruah di dapur membuatku memamah biak sepanjang masa. belum lagi papa yang tiap pulang kantor selalu menggodaku untuk beli jajanan khas makassar tiap malam.
huahh.. kalau begini terus, bisa jadi benar kata kak fahmi, liburanku kali ini bisa-bisa jadi program penambahan berat badan. oh.. no..!!! kayak aku ini masih kurang berat saja. =p ahhaa..
so, untuk mengantisipasinya, aku berniat mendayagunakan sepeda baru papa yang ada di rumah. tapi entahlah.. aku belum ketemu waktu yang pas. jangankan sepedaan, mandi saja malas. wkwkwk... ;p

yang jelas sekarang aku sudah mulai bisa bahasa makassar. dua kata pertama yang kutau adalah bombek dan sekek. bombek artinya benci dan sekek artinya pelit.
gak seperti bahasa banjar, lidahku cukup mudah membiasakan diri dengan logat makassar yang naik-naik, cuma agak berbeda sedikit sama logat medan yang nadanya kayak orang mau ngajak perang. =p
anehnya untuk kata ganti orang dalam bahasa makassar agak aneh padanannya. paling tidak menurutku. lihat saja, untuk kata ganti orang pertama tunggal atau aku, biasanya dipergunakan kata saya. kata itu biasa digunakan dalam percakapan antar teman atau ke orang yang lebih tua. sedangkan untuk kata ganti orang kedua atau kamu, malah menggunakan kata kau atau ko.

yah.. menurutku saya dan ko itu sangat tidak sepadan, sebab di dalam bahasa aceh, ko untuk kamu merupakan panggilan yang paling kasar dan sangat jarang dipakai. bahkan lebih kasar dari ke, kata ganti orang kedua yang ditelingaku saja sudah terdengar cukup kasar.
ahhaa.. aneh kan??
tapi justru inilah yang kusuka, betapa beragamnya bahasa di indonesia. ;DD

sementara itu, orang rumah lagi pada berbunga-bunga. yah.. khususnya aku dan aditya. penyebabnya gak lain karena rencana papa yang besok mau ngajakin ke pantai bira. rencananya kami akan berangkat sabtu pagi dan berniat menginap semalam disana. berdasarkan pengakuan seorang korensponden yang kebetulan merupakan saudara kandungku, aku tau bahwa pantai bira itu berpasir putih, berlaut biruhijau dan yang pasti benar-benar indah.. tapi mengingat kelebayannya yang telah melegenda diantara segenap anggota keluarga, tentu aku tak mau begitu saja percaya. akhirnya, aku memutuskan untuk mencarinya di google dan dari hasil penelusuran tersebut, ternyata pantai bira itu seperti ini



wohooo.. terbayang di kepalaku pengalaman menginap di pulau Weh waktu dulu semasa masih tinggal di Banda Aceh. ahhaa.. tak sabar rasanya menanti esok tiba. dan yang paling penting, haram hukumnya lupa bawa kamera. =D

uhuuyyy..cihuuuyyy...!!!

ah, hampir lupa, gambar dari sini =p

4 comments:

  1. selamat berlibur dan melepas kangen ya mel. semoga balik ke yogya dengan semangat baruu

    ReplyDelete
  2. wah... senangnya ke pulau bira.
    ditunggu foto-fotonya ya. sekalian info penginapan dan perjalanan menuju ke sana :)

    ReplyDelete
  3. wahhh...kangennya aku sama dirimu mel...

    kapan-kapan ke banjar yahh...
    tanganku gatel pengen nyubit pipi mu...
    *masih chubby ga seh?*
    haha

    btw, pantainya asoii sekalee..
    jadi kepengen ke sanaaa ><

    ReplyDelete