September 28, 2010

tentang segala hal yang bernafas di kamar.

aku suka kamarku yang sekarang.
masih di kamar 14 Mahendra Bayu. masih yang berukuran 3x3 itu. masih di sebelah kamarnya tika. masih kamar yang di salah satu dindingnya tertempel tulisan cukup besar meneriakkan mandi dua kali sehari yang pada faktanya sesekali masih kukhianati. big grin
aku suka seprai hijauku yang sekarang makin jarang terlihat berantakan, bergambar seekor anak gajah yang terlihat riang gembira bermain bola.

yang berbeda sekarang hanyalah, kali ini kamarku lebih sering terlihat rapih. well, itu baru sempurna jika kita tidak menghiraukan apa-apa yg terjadi di dalam lemari.
terkesan lebih luas, itu kata bamby.
ya. malam pertama aku sampai di jogja, aku memang merombak semua posisi barang-barangnya. beragam kertas bertumpuk di lantai berdebu kubenamkan ke dalam koper. 2 kamus sakti Munawwir serta buku-buku keramat berbau sastra arab saat ini tertata anggun di atas meja. buku-buku lama yg jarang terbaca, lembaran-lembaran antah berantah, kotak ajaib orens tempat bermacam barang menyejarah yang sayang kusebut sampah sampai frame poto. semuanya telah damai di dalam koper hitam berukuran sedang yang kini tengah menyudut menyedihkan di kolong meja.

tujuanku jelas: ingin melenyapkan apapun yang mengingatkanku pada semester dua terkutuk itu.

di kamar lama namun baru ini, ada 5 hal yg menambah.
pertama, fotoku ketika sekitar berumur dua tahun yang kurampok waktu pulang kampung kemarin. visualisasi sederhana dari seorang bocah perempuan yang tengah duduk di sofa bulu berwarna merah, memakai baju krem berenda dan topi senada, sepatunya biru tua, menatap kamera dengan penuh tanda tanya sambil menggigit separuh bibirnya.
saat itu aku tau, merampok foto ini dari bingkai yang terpajang di salah satu dinding ruang tamu itu mungkin saja sebuah kesalahan. yaitu mendekatkannya pada potensi rusak ataupun hilang. tapi paling tidak, di jogja nanti dia akan lebih diapresiasi. itu yang aku yakini.

yang kedua sebuah kertas putih di salah satu dinding lain, yang semakin hari kurasa semakin tak bernyawa. huruf-huruf hijayah dan latin yang berderet berdampingan.

yang ketiga sebuah karton berwarna orange menyala. life maping untuk 5 tahun ke depan yang kubuat hari minggu kemarin. beberapa hal masih terpeta sama. masih soal trip keliling jawa. KKN di Natuna. nikah selagi kuliah. ngumpulin receh sama-sama buat bangun rumah. travelling keliling indonesia dengannya. punya taman baca. naik haji sama suami. dan hal-hal lainnya. masih tentang cita-cita sederhanaku sejak dulu.
aku membayangkan diriku di depan laptop, dengan sesuatu yang tengah bertumbuh di rahimku, mungkin menulis buku, menjadi editor atau menerjemahkan sesuatu, yang jelas jenis pekerjaan yang bisa kulakukan sambil menyaksikan orang-orang melahap buku-buku yang aku dan suamiku kumpulkan, sebuah taman baca sederhana di depan rumah. hal sederhana yang herannya kurasa bisa membuatku bahagia.

sisanya dua kertas lain yang ikut menyesaki sebuah gabus putih di sisi dinding yang satu lagi. kertas pertama berbentuk persegi panjang warna hijau muda. huruf A besar digoreskan hampir memenuhi seluruh kertas, di bagian paling atasnya tertera jelas, telaah teks arab III.

penghuni baru kelima masih berupa kertas. warnanya kuning menyala. kutulis dengan tinta warna merah. warna kesukaan rasulullah. isinya sebuah kutipan yang kutemukan di goodreads hilmy. Kata-kata sakti yang kueja berulang kali setiap pagi. kata-kata menenangkan yang dengan gampang membuatku tidak khawatir lagi.

masih ada lagi yg bernafas di kamar nomer 14.
masih ada setumpuk kertas lain, masih ada bertumpuk buku lain, masih ada sebuah jaket abu-abu yang bergantung tenang dengan harapan bergumpal namun sering terabaikan. tentu saja masih ada al'qur'an, masih ada sajadah tipis warna-warni yg sangat kusuka, gelas merah muda serta gayung hijau di sudut atas lemari tempat menampung tetesan air waktu hujan besar.

semua di kamar ini bernafas.
sekarang waktunya kerjakan tugas.

Mahendra Bayu kamar 14,
pukul sembilan kurang sebelas.

6 comments:

  1. life maping,
    foto di waktu kecil,
    target nilai,
    ada yang kurang, kaligrafi ^^

    ReplyDelete
  2. uehe.. kaligrafi buatanku yang bagus itu mas?? *bangga.
    uuhh.. beneran deh. coba aja ada, pasti dah kutempel juga. ;D

    ReplyDelete
  3. Melyn, semakin bijak mengolah kata. Telah hilang, Melyn remajaku :) halah, lebay deh Mbak

    ReplyDelete
  4. huee.. melyn kan emang masih remaja mbaakkk.. *upaya menolak tua.

    emang gaya nulisnya udah berubah banget ya? hemm.. baca2 postingan di masa lampau ah.. wkwkw..

    ReplyDelete