October 11, 2010

b i r a *session pertama

perjalanan ke bira lumayan melelahkan. menempuh jarak ratusan kilometer dengan kondisi jalan yang tidak bisa dibilang nyaman. belum lagi cara menyetir papa yang tidak seperti dulu, kali ini membuat perutku seperti diaduk dan diplintir dari segala arah.
mual luar biasa. sicksicksick
tapi tenang saudara-saudara, untungnya saya tidak sampai muntah.

kami memerlukan waktu nyaris 6jam untuk akhirnya bisa sampai ke pantainya.
Iya, hampir sama dengan waktu tempuh Medan menuju Lhoksemawe.

Tanjung bira terletak di kabupaten bulukumba. dari rumahku yang terletak di pusat kota, untuk menuju kesana kami harus melewati cukup banyak wilayah, diantaranya malingkeri, goa, bantaeng, dan segudang nama-nama aneh lain yang susah dihapal. ahya, juga jeneponto yang banyak kudanya. tempat dimana kita bisa melihat sekawanan kambing, sapi dan kuda merumput bersama.

Di separuh akhir perjalanan aku dan keluargaku terheran-heran melihat banyak orang berdiri di jalan-jalan sambil melambaikan botol-botol air mineral kosong. Awalnya kupikir mereka sedang mencari mobil angkutan, mengingat di sepanjang perjalanan banyak mobil-mobil pribadi berplat kuning yang difungsikan sebagai mobil penumpang, dari mulai avanza sampai inova, dari mobil carry hingga ferrari. tonguetonguetongue .

Hal yang paling ku suka ketika melewati sebuah tempat asing ialah mengamati rumah-rumah. sama seperti yang tak bosan-bosannya kulakukan setiap kali ke batakan. mengamati rumah-rumah. aku selalu takjup dengan rumah-rumah penduduk daerah pantai. rasanya seperti berada di sebuah kompleks perumahan dengan rumah-rumah yang berderetan dan bertipe seragam. padahal aku yakin, tidak ada peraturan yang mengharuskan setiap rumah bermodel seperti itu. yah, sebuah paham yang dituruti secara alami.

tidak seperti rumah-rumah penduduk di sepanjang jalan menuju batakan yang umumnya berjendela nyaris sepanjang pintu dengan kain gorden lucu-lucu yang tampak jelas dari luar. rumah-rumah penduduk di kabupaten bulukumba berbeda. masih berbentuk rumah panggung memang. tapi tentu jendelanya tidak berkaca transparan dan berukuran panjang. rumah-rumah kabupaten bulukumba malah bisa dibilang miskin jendela. yang paling unik ialah bagian bawah rumah panggungnya, dibuat semacam tempat penyimpanan yang kemudian dikelilingi oleh potongan-potongan bambu beberapa centi yang disusun berderet-deret menyerupai pagar. mungkin juga bisa dijadikan kandang ternak atau anjing-anjing yang mereka pelihara.

selain itu, tidak seperti masyarakat pantai lain yang umumnya berprofesi sebagai nelayan. masyarakat bulukumba malah bertani. bertani rumput laut. ahaa..
itu terlihat dari rumput-rumput laut yang dijemur di pinggir-pinggir jalan raya. dari badan jalan pun masih dapat terlihat kumpulan berbagai macam botol yang mengapung-ngapung di lautan. menandakan rumput-rumput laut yang ditangkarkan.


Baru aku tau bahwa ternyata sekumpulan orang yang melambai-lambaikan botol mineral di jalan tadi bukan penumpang. mereka meminta hibahan botol air mineral dari pengguna jalan untuk mereka pakai beternak rumput laut. *ternak?
aku sendiri kurang mengerti apa fungsinya. hege, confused

ahya, dijalan menuju bira juga ada satu kampung tempat pembuatan kapal phinising.


huaahh.. baru sekali ini aku lihat pembuatan kapal sebesar itu.
ah, sudah jam 10. Berangkat kuliah dulu. big grin smug big grin

To be continued... cool

10 comments:

  1. jadi, nanti kalau mau ke bulukumba, saya akan bawa sisa botol aqua di lapangan futsal teman saya. Rasanya botol aqua di sana seperti tempat cat di kampung yang difungsikan lagi sebagai pot tanaman hias, bahkan tanaman obat dalam pot (tabulapot.

    orang Indonesia itu sebenarnya kreatif, pantas slogan tiada rotan akar pun jadi sangat populer, apa lagi bagi anak-anak pramuka.

    ReplyDelete
  2. wow gede banget rangka kapalnya ya.. *kagum*

    ReplyDelete
  3. @mba aish: apanya yg gede mbak? kapalnya ap melynnya? weheyy.. =p
    jadi ke cyprus? dah siap ninggalin jeddah ni critanya? hihi..

    @nugraha : heeh.. baru ini liat rangka kapal segede ini.

    @abang: ayooo.. ntar sepedaan di losari. hege, =p

    @biru langit : ohoo.. mau ke bulukumba? cihuii.. mulai melakukan ekspansi ke sulawesi ternyata. gak kepatok sama 'hawa' sumatera lagi. ;p

    ReplyDelete
  4. wah anjing nya lucu2 salam kenal mari knjungi web kami di www.bantulcraft.com

    ReplyDelete
  5. wah anjing nya lucu2 salam kenal mari knjungi web kami di www.bantulcraft.com

    ReplyDelete
  6. emangnya air bersih susah ya disana? kok pada pake botol air mineral gitu ya?

    ReplyDelete
  7. @mba quin: botol air mineralnya buat bikin ngapung mbak. ituyg putih2 di foto pertama kan botol air mineral. enggak tau juga deh apa fungsinya. hehe..

    ReplyDelete