October 30, 2010

kamar

kalau ada macam berberes yang paling tidak aku sukai, jawabannya pasti berkaitan dengan lemari.

di seluruh penjuru kosan Mahendra Bayu lantai atas yang menghimpun 18 kamar ini, barangkali kamarku termasuk jajaran lima besar kamar terapih. tapi kalau soal lemari?? beh! jangan tanya.

aku selalu bermasalah dengan tata cara letak ambil pakaian. selalu iri kalau lihat lemari kamar mbak ayu yang rapi jali nya ndak nahan. barangkali karena aku ini anaknya grasak grusuk gak sabaran makanya secara tidak sadar aku telah me-malfungsikan lemari dari yang seharusnya sebagai tempat menyimpan pakaian menjadi tempat menjejalkan pakaian. big grin

dari awal pertama kali menginjakkan kaki kembali di jogja setelah libur lebaran waktu itu, aku terkaget2 mendapati isi lemariku yang acak adul tak teratur, kontan aku berteriak histeris sampai2 tika tergopoh2 keluar kamar. PanicPanicPanic
kupikir entah penjahat mana yang masuk ke kamarku kemudian mengacaukan isi lemariku. untunglah, sedetik kemudian aku segera sadar bahwa isi lemariku ini memang sudah abstrak bentuknya dari sebelum aku berangkat ke makassar. Goodluck

rencana awal begitu selesai merombak posisi komponen2 kamar aku berniat mengeluarkan semua pakaian dan merekontruksi ulang komposisi isi lemari *halah*. tapi karena waktu itu udah jam 2 pagi dan badanku udah berasa mau pecah saking gerahnya akhirnya kuputuskan untuk menunda urusan dengan lemari sampai besok pagi. dan tiba2, taraaaaaaaa... udah tiga bulan dan aku baru merapikan lemariku ini malam dan tentu saja dalam keadaan yang lebih mengenaskan dari tiga bulan yang dulu itu.

ketergantunganku pada laundry tiga bulan ini juga ikut andil dalam bencana "berjejal-jejal benda di dalam lemari" yang selalu membuatku merasa terganggu selama rentang waktu yang sama.
pakaian2 masih berselubung plastik laundry berjejalan disana. angkuh saja pada jejalan2 pakaian(rumah-dari-katun-supernyaman) kusut dan semrawut di sekelilingnya.

mengenaskan dan terus menerus diabaikan.

sore tadi, ketika baru pulang dari teknikal meeting MTQ UGM, kurasa mood ku lagi bagus-bagusnya. barangkali itu karena efek sejuk sisa hujan yang aku rasakan ketika berjalan kaki pulang dari maskam ke kosan.
jadilah, sampai kosan aku langsung mandi, sholat, dan kemudian memuntahkan segala jejalan2 di dalam lemari pakaian. sebuah tindakan heroik yang dalam sekejap membuat kamarku jadi seperti ini



dan tidak bisa dipercaya, beberapa jam kemudian sekarang bentuknya menjadi seperti ini




niatnya, malam ini aku ingin tidur dengan pintu lemari terbuka.

10 comments:

  1. hmm
    dalam benak saya selama ini, kaum hawa adalah kuam yang sangat senang dengan kerapihan...
    bahkan beberapa tahun yang lalu, seorang perempuan sangat konsen dengan kerapihan saya dan kamar...
    bahkan dia ikut mendesain kamar...
    tapi ternyata tidak semua kaum hawa seperti itu, tapi meskipun tidak seperti itu, mereka tetap saja mencintai kerapihan, hanya kesibukan yang menjadikan mereka tidak rapih dan ketidak rapihan itu pun tersembunyi, di balik pintu almari yang tertata rapi di sudut kamar mungil itu...
    hmm...
    sekali lagi aku kagum pada ibu, kakak dan adekku yang perempuan...
    mereka adalah orang-orang hebat
    tetap rapih kantong plastik :)

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. @biru langit:
    bahkan beberapa tahun yang lalu, seorang perempuan sangat konsen dengan kerapihan saya dan kamar...
    bahkan dia ikut mendesain kamar...


    hihi.. ;))

    @abang: idak percayoooo !!! =p

    ReplyDelete
  4. rapihin lemari gw donggggggggggg, isinya sebelas duabelas sama punya loe, hahahahaaa

    ReplyDelete
  5. Kamarnya asyik ini buat rumpian sama temen2 :)

    ReplyDelete
  6. @ra kun: ahaa.. ternyata yg males beresin lemari bukan cuma saya.

    @jeng sri: ohoo.. ini dia susahnya punya kamar rapih. temen2 pada betah nongkrong di kamar. hege..

    @fai: beresin lemari orang? saya di bayarnya pake dollar. ;pp

    ReplyDelete
  7. hi hi hi, lemari saya di kosan mengharuskan saya ngegantung semua pakaian sih, jadinya ya rapi sendiri :D

    ReplyDelete
  8. @faye: itu mah enak. lemariku keciiilll.. heeheyy..

    ReplyDelete