November 13, 2010

malam biru-ku

malam ini, tepat pukul 10 tadi. sepertinya aku mulai paham tentang malam biru yang sempat disebut-sebut tika disini.

ternyata memang ada!

malam ketika langit sangat terang. biru berkilau-kilau. dengan bintang-bintang yang berpendaran menakjubkan.
tak banyak, tapi benar menakjubkan. dan sepotong bulan yang sering dikagumi orang2 itu menjadi kalah pamor. tertandingkan oleh kerlap gemerlap bintang meski hanya beberapa potong.

ternyata seperti ini rasanya menghibur orang. benar2 menghibur orang. bebas dari rasa terbeban dan sangkut-paut kepentingan. sama sekali terbebas dari hutang berterima kasih atas sekotak nasi. di titik ketika aku tidak lagi memikirkan apresiasi. di titik ketika aku tersadar ketika mendengar ada suara dalam kepalaku yang berkata,

"melyn sayang, jangan kira malam ini kau menari untuk dirimu sendiri, juga bukan untuk berterima kasih pada mbak cindy, apalagi sekedar atas dasar cinta seni, tapi untuk mereka yang tengah sangat-sangat merindukan rumah. jangan pikirkan seberapa jauh tepuk tangan itu akan riuh, karena malam ini, kau menari bukan untuk itu. jadi, malam ini menarilah! dengan sepenuh-penuh hatimu"

sebelumnya, tak sekalipun aku pernah menyangka bahwa mengamen rasanya bisa sebegini luar biasa.
iya, malam ini kami mengamen. iya, mengamen, tanpa panggung yang nyaman itu, tanpa soundsystem yang memudahkan itu, tanpa snack kotakan yang lumayan untuk menghemat-hemat uang jajan dan tidak di ruangan berpendingin yang mampu membuat keringat kami cepat kering.

kami ngamen tarian ratoeh duek, rapa'i geleng, likok pulo dan sedikit tarian saman gayo di alun-alun yang mereka bilang alun2 kidul, berkolaborasi dengan sePAt. aku sendiri tak paham bedanya bagian2 di alun2, mana alun2 selatan, kidul, utara maupun barat daya. bagiku, alun-alun ya alun-alun. tempat sepeda-sepeda berlampu warna-warni disewakan. tempat pertama kali aku mencoba sepeda gandeng dua yang membuat jalanan gemuruh dengan kerlip lampu-lampu putih dan biru.

aku menganggap ini malam biru. malam biru-ku.
yang kukagumi ia dari bawah naungan sulur2 beringin. menghayati keringat yang membuat basah punggung kaos putihku sambil menikmati segelas air mineral terenak. menjulurkan kaki, merehatkan diri, dengan rasa puas tak terperi yang membuat mukaku berseri-seri. memandangi orang-orang yang mengelilingi kami. di mata mereka, terpeta perasaan senang yang nyata. aku tak tau sebesar apa, tapi perasaan semacam itu ada. ada!

iya, aku menganggap ini malam biru. malam biru-ku.
malam ketika kami bersama-sama berfoto2 ria, bertepuk-tepuk dada dan tangan tanpa kelelahan, berteriak-teriak sampai serak, bergerak-gerak, melagukan kata-kata berbahasa aceh yang kami tidak paham tapi anehnya malah berefek seperti sebuah mantra panjang yang menyatukan.

berbeda dengan tika yang menggariskan malam birunya seumpama malam romantis yang sempurna. malam biru bagiku, adalah malam dengan keringat bertetesan, kain terpal dan kardus tempat uang sumbangan.

malam, ketika kusaksikan delapan rapa'i yang diterbangkan ke angkasa terlihat seperti purnama.
sementara bulan diatas sana, hanya seperti sabit hampa yang digantungkan Tuhan.

kawan, seperti apa malam biru kalian?

mahendra bayu 14
pukul satu lewat dua satu
sesaat sebelum mematikan lampu.

4 comments:

  1. Kepuasan itu tidak dijual

    Kepuasan itu tidak bisa dilabeli harga

    Kepuasan itu adalah kemenangan jiwa atas ego-ego yang selalu menghantui

    Ketika suatu malam kau mendapati dirimu khusuk seakan dirimulah satu-satunya di bumi ini...hmm..disitulah kau akan melihat malam biru penuh warna...
    hahaha


    Kebaikan dan keihlasan selalu mendapatkan pahala..


    Malam biru yang syahdu itu mungkin bagian balasan itu

    selamat :)

    ReplyDelete
  2. malam biru... tadi malam ngga lihat langit sama sekali... rasanya mendung :P hehe

    ReplyDelete
  3. malam memang memberi inspirasi...
    sendiri di dalam kesunyian dan hanya ditemani kelip bintang,
    sama seperti orang kecil yang berlari di bawah kelip bintang
    *itumah slogan di blog gue*
    :D

    ReplyDelete
  4. #dioz: hegee.. aku keblogmu yah yos! (set dah, nama keren2 dioz dipanggilnya yos. emang extra yos? hey, itu mah extra jos. ;pp)
    #anyin: beberapa hari ini, malam2nya terang sekali. bagus bgt deh mbak. hehe..
    #om biru: begitu juga boleh om. orang kan punya definisi tersendiri atas malam birunya. hohoww,

    ReplyDelete