November 2, 2010

november

tentang target2ku di bulan ini.
sebagian besar masih tentang membiasakan diri mengenai hal-hal sama di bulan lalu.
masih soal membumi hanguskan ritual mengerjakan tugas dalam semalam. masih soal membinasakan sistem belajar kebut sehari tiap ulangan, target postingan dan rajin merapikan catatan. masih soal bagaimana aku bisa mengoptimalkan waktu luang. masih soal konsistensi mandi dua kali sehari. masih soal membiasakan diri untuk tak lagi tidur sehabis subuh, se-ngantuk apapun itu.

dan beberapa tentang hal-hal baru.
tentang bagaimana aku bisa mengakhiri bulan ini dengan situasi lemari rapih aman terkendali big grin, juga tentang AAI.
ahyaa... dan soal TPA juga.

Soal AAI (Asistensi Agama Islam) sebenarnya itu targetku 2 tahun lagi. nanti, setelah umurku 20, ketika sudah dapat kupastikan aku sungguh2 berkompeten untuk itu.
tapi penawaran Mba Eci yang sedikit mendesak membuatku berpikir lagi. aku belum merasa siap, tapi terus menolak juga rasanya tidak enak. aku teringat kata-kata mba puspa, menerima penawaran ketika tenaga kita benar2 dibutuhkan bisa jadi lebih berarti dibanding menawarkan diri ketika tenaga kita tidak benar2 diperlukan.
Yasudahlah, atas dalil "siapa yang menolong agama Allah pasti Allah akan menolongnya" aku pun maju saja.

tentang TPA, bulan kemarin tak sekalipun aku datang kesana. yah, aku bisa saja menyalahkan watasaba, menyalahkan MTQ, menyalahkan saman. bermacam hal sama yang biasa kujadikan kambing hitam dalam list alasan-alasan yang menjawab pertanyaan 'kenapa cuma belajar sekedar untuk pretest telaah?'

tapi buat apa? tidak ada faedahnya, tidak membuat perbedaan apa2. memang manajemen waktuku saja yang belum optimal, padahal memang skala prioritasku lah yang masih belum benar. ini juga jadi targetku bulan ini: menentukan dengan benar prioritasku dan berlaku adil atas itu.

pagi ini, aku sudah cukup puas dengan berhasil melewatkan malam tanpa menerbitkan postingan demi memilih mempersiapkan materi untuk presentesi UTS percakapan arab nanti. sebuah pertanda bahwa aku telah lebih rasional menentukan apa yang mesti kuprioritaskan sekaligus menjadi tanda juga bahwa targetku untuk membumi hanguskan sistem kebut semalam sekali lagi gagal total.

barangkali, aku harus lebih keras pada diriku sendiri.

ps: aku tulis ini dengan kepala berat akibat tidur yang cuma 2.5 jam, menimbang-nimbang manfaat-mudharat untuk sedikit bertoleransi, kembali tidur pagi ini. not talkingnot talkingnot talking



Mahendra Bayu 14
pukul enam kurang delapan belas.

11 comments:

  1. selepas nulis kantong plastik tidur...
    zzzz

    ReplyDelete
  2. hhmm, melyn...
    semangat kamu mesti aku contoh nih...
    ^_^

    ReplyDelete
  3. kurangi online yang ndak manfaat.
    kurangi begadang.

    *jitak!

    ReplyDelete
  4. kurangi online yang ndak manfaat.
    kurangi begadang.

    *jitak!

    ReplyDelete
  5. kurangi online yang ndak manfaat.
    kurangi begadang.

    *jitak!

    ReplyDelete
  6. kurangi online yang ndak manfaat.
    kurangi begadang.

    *jitak!

    ReplyDelete
  7. @abang: iyaaaaaaaaaaaa...

    @uda: ehe.. semangat udaaaa..!!!

    @mas: ehe.. kan biar ga puyeng mas. wohoo..

    ReplyDelete
  8. sayangnya...
    g jadi ujian hari ini...
    tetap semangat

    ReplyDelete
  9. saya sih tak menargetkanhal yang spesifik bulan ini

    ReplyDelete
  10. salut buat melyin
    meskipun lelah masih sempet nge post
    terima tawaran itu berarti dia emang bener membutuhkan kita. lagipun untuk kebaikan adalah baik kalo kita tidak menundanya. ^^

    ReplyDelete
  11. @bintang air: wehe.. kalo posting bukan soal lelah gak lelah mbak, itu mah udah kayak stress healing. ;p

    @madinger: ;D

    @birulangit: cip!

    ReplyDelete