November 29, 2010

sebelum pergi tidur

hari ini aku bangun pagi2 sekali. menunggu datang subuh, terjaga sebentar, lalu kembali tiduran.
ketika bangun, aku mendapati dua panggilan tak terjawab dari papa.
subhanallah, ternyata ikatan bathin memang bukan cuma fiksi saja. baru malam tadi aku nangis2 merindukan laki2 itu, yang selalu dengan gampangnya membuatku harus bersusah payah menahan-nahan tangisan itu.

aku jadi ingat salah satu quote favoritku dalam film baby and i,
parents are all the same, young and old.
if the kid is sick, i feel the pain, too.
kurasa, meskipun papa jarang menelpon tapi dia selalu tau saat2 ketika anak gadisnya membutuhkannya, saat ketika anak sulungnya sedang kumat manjanya.

pagi tadi, entah ada angin apa, tiba2 aku ingin berjalan kaki. hanya ingin saja, tidak ada alasan kuat apa2. jadilah, pagi2 aku sudah mandi, berpakaian rapih kemudian berjalan2 sendiri. dan seperti biasa, segala ketidakjelasan tanpa alasan itu mengarahkan langkahku ke gading mas pada akhirnya, klasik saja, persis seperti apa yang terjadi biasanya. bahkan seperti sudah menjadi ritual.

dan yang akhirnya kubeli juga klasik sekali, tidak jauh2 dari roti dan terkadang air putih.

kemudian berangkat kuliah seperti biasa, ketika jarum jam telah sangat dekat menuju pukul 9. menemani tika sarapan, sambil menunggu papa menelepon ulang. dan akhirnya papa menelpon. tidak banyak kata2 nya, hanya menanyakan kabar anak perempuan tertuanya. paling2 menyinggung sedikit tentang perkembangan rumah. dan kata2 yang bergetar dari pitaku juga sebelas dua belas banyaknya. kami lebih sering hening. bahkan terlalu kaku, tapi entah mengapa justru itu yang membuatku merasa.. yah, sudahlah!
yang jelas, ritual itu kembali berulang. untung masih bisa kutahan.

sekarang sudah setengah jam lewat tengah malam dan aku masih berbaring menelungkup di depan laptop. badanku sudah mau pecah rasanya setelah seharian ini beraktifitas sejak jam 8 sampai hampir jam 10 malam.

menemani mbak sita ke percetakan, mengelilingi superindo membeli bahan2 untuk stan makanan pameran, berkendara sendiri dari jakal 6, condong catur sampai jalan solo. menyusuri pelosok2nya demi hunting barang.

kemudian balik ke kampus buat latihan sekali jadi untuk tampil ratoeh deuk tanggal 4 nanti. sampai masuk maghrib. pulang untuk mandi dan harus cepat2 ke kampus lagi. masak makanan arab untuk stan di pameran. berdebat dengan tika. dan masih harus menyisakan pikiran untuk hal2 lainnya. bahkan makan hari ini pun baru bisa kulakukan jam setengah 10 malam, dijamak pagi-siang-malam, masih harus di qasar pula dengan cuma makan sebiji kebab, kemudian memesan jus tomat-jeruk di warung depan yang kali ini kunikmati tanpa keluhan. baru kemudian masuk kamar.

huaahh.. benar2 hari yang panjang. sebuah ganjaran yang pantas atas 1 hari amat sangat tidak produktif kemarin.

sekarang sekujur badanku sudah mulai hangat, pertanda dia benar2 butuh istirahat. ini titik akhirnya, aku tau itu.
waktunya matikan lampu.

nyaris pukul satu di kamar 14 mahendra bayu
dalam raga yang serasa bukan lagi manusia

1 comment:

  1. dek, sukalah gaya tulisannya..merasa lagi jadi melyn. Feelnya dapat! :P

    ReplyDelete