December 21, 2010

hujan 20 desember

hari ini aku belajar banyak hal, menemukan banyak hal, menyadari tentang banyak hal.

mendengarkan semua perkataan orang memang tidak akan pernah ada habisnya. tapi bukan itu masalahnya. bukan itu yang membuatku merasakan nyeri yang menusuk2 ini.

tidak terkata. ia bukan kecewa, bukan marah, bukan rasa kesal juga.
rasanya seperti baru tersadar setelah sekian lama dan menyadari bahwa dunia tidak memandang kita seperti yang selama ini kita percaya.
itu yang membuatku lebih sakit lagi. aku tidak sadar bahwa ternyata selama ini mereka mengutuk dalam diam.
segala keramahan itu murni basa-basi saja, segala usaha kami untuk membaur itu cuma dipandang sebelah mata.
dan fakta bahwa mereka adalah orang-orang yang kudaulat sebagai keluarga membuat nyeri ini bertambah2.

entah! aku heran pada diriku sendiri, bagaimana mungkin 1,5 tahun ini aku begitu tuli.
tidak tahu apa2. tidak ada prasangka. tetap berbahagia.
entah mereka yang begitu lihai menutupi ataukah kami yang begitu bebal membaca situasi.
tapi satu hal yang pasti, kami telah saling mendzalimi.
aku merasa dzalim pada mereka atas segala ketidaknyamanan dan mereka telah dzalim juga atas segala muncratan ludah dari sebalik punggung yang mereka muntahkan.

barangkali memang akan selalu ada waktu ketika segala apa yang kita usahakan terus-menerus salah di mata orang2. seolah apa yang kita kerjakan tidak ada yang benar. diam salah, bergerak pun dicemooh juga. sedang kutukan2 itu tidak menciptakan solusi apapun sampai kita masih harus mengais apa yang mereka mau dari muntahan kata2 yang telah membuat kita berdarah-darah.

faktanya kita memang tidak mungkin bisa memuaskan semua pihak. tidak bisa memaksa orang untuk menyukai kita. juga tidak bisa meminta mereka menerima kita apa adanya. sampai mati pun tidak akan pernah ada pihak yang puas. akan selalu ada orang yang tidak suka, dan akan selalu ada mereka yang tidak bisa menerima. karena masing2 punya ekspektasinya sendiri. dan terkadang kendalanya bukan hanya pada bagaimana memenuhi ekspektasi mereka tapi juga untuk benar2 tahu apa ekspektasi mereka.

mereka bilang bosan melihat kami yang selalu berada di 'garda depan'.
tapi bukankah di tangan mereka telah tergeletak kesempatan yang sama untuk bisa berada di garda yang tidak berbeda?
mereka mencemooh kami yang selalu bersama seperti bayi kembar siam yang dikutuk dewa. tapi tidakkah terlihat usaha kami untuk membaur dengan yang lainnya?
mereka menertawai kami yang terlalu diam di kelas seperti ayam pesakitan. terbata membaca teks hijayah, gelagapan ketika di tanya. apa dipikirnya kami tidak punya mimpi untuk bisa pintar juga?

lantas sekarang jadi kami yang salah sementara apa yang kami kerjakan selalu salah dan memang akan selalu dipandang salah?
ah, ini bukan ajang pencarian benar salah. hanya beberapa kata tapi yg tiba2 berhamburan ditengah-tengah kebenaran dan tekanan yang semakin hebat merajang kewarasan.

barangkali memang akan selalu ada pagi yang terasa terlalu dingin, akan ada malam2 panjang diserta hujan besar yang membuat kita menggigil.
tapi satu hal yang mesti kita percaya, pagi yang dingin itu menyegarkan. ada titik ketika hujan akan berhenti dan langit menjadi sangat bersih. selalu ada sesuatu yang bisa kita dapatkan dari hal2 menyakitkan. seperti kata partner saya, anggap saja ini guyuran air es yang mereka siramkan meski dengan motivasi ambigu. dingin menusuk2 sampai membuat bibir dan jemari kita gemetar membiru, tapi setelah ini, kita akan segar lagi.

ps 1 : kau tahu? aku benci memakai kata kami, kalian, mereka. seperti menghitung gurat atas ketuaan sekat2, mempertegas tubuh kita yang telah sedari dulu terkotak2.

ps 2 : jika kelak ada hal2 tidak nyaman yang aku lakukan pada kalian. siapapun diantara kalian. siapapun yang membaca postingan ini dan mengetahui kebebalanku membaca situasi. mohon! mohon dengan sangat, beritahu aku dengan sebaik cara semampumu.

mahendra bayu 21 desember 2010
pukul 7:41

3 comments:

  1. Bener kata temenmu kak, "anggap saja ini guyuran air es yang mereka siramkan meski dengan motivasi ambigu. dingin menusuk2 sampai membuat bibir dan jemari kita gemetar membiru, tapi setelah ini, kita akan segar lagi"

    sabar dan tetap semangat ^^a

    ReplyDelete
  2. diam salah, bergerak dicemooh. Yaa itu

    ReplyDelete
  3. maju terus, asal jangan sampe demam aja karena keujanan :D

    ReplyDelete