December 4, 2010

kesal

yang harus kulakukan hari ini :
  • nyuci baju (sudah)
  • mandi keramas (juga sudah)
  • keluar kosan : anter londri, cari sarapan.
  • sms rahma, dian, haroh untuk kumpul di kampus jam setengah 5
  • sms bapak aqua
  • laporan ke mbak tri udah ngerusakin tempat kunci
  • belajar buat pretest telaah
  • tidur
  • internetan
  • siap2 ke kampus
waktu nyuci tadi, aku kembali sadar betapa keras kepalanya aku ketika sedang kesal. ini tidak sehat! aku sependat.
kuputuskan bahwa kesal ini tidak boleh sampai mengarat.

aku paham, segala apa yang kulakukan untuk menghukum diriku sendiri seperti apa yang kubuat seharian kemarin hanya akan merugikan. tidak akan membayar apapun. tidak dapat melunaskan kekecewaan manapun.
dan kalimat semacam "biarkan saja! AKU KAN SEDANG KESAL!" harus musnah secepatnya. setidaknya jangan lagi terpakai untuk hari ini.

sudah cukup menghukum diri. apa gunanya terus mendzalimi diri sendiri?
sedang kesal bukan berarti aku bebas melakukan apapun dan menuntut diriku sendiri untuk maklum.

aku kan sedang kesal!
iya, lantas kenapa?

sedang kesal bukan berarti tidak apa2 aku menjejalkan segala macam makanan tak sehat dan melarang diriku sendiri untuk menelan makanan yang layak. bukan juga berarti aku berhak membiarkan tidur dengan laptop terbuka dan lampu menyala, bukan juga berarti aku boleh mensengajakan sholat di ujung2 waktu, memperlakukan semua barang dengan kasar, atau membiarkan diri kelaparan seperti tadi malam.

aku sedang kesal! jadi mampus saja sana radiasi! rasakan itu dehidrasi!

betapa keras kepalanya!
betapa tidak sehatnya!

jadi, sudah kuputuskan hari ini harus produktif.
mencuci pakaian pagi2 adalah langkah awal yang secara ajaib mampu membuat moodku membaik. mengherankan memang bagaimana aku bisa menemukan kebijakan dalam tumpukan cucian.

sekarang aku tau, aku boleh saja kesal, bahkan pada diriku sendiri. kecewa juga tidak apa.
akan selalu ada titik ketika aku melakukan hal fatal dan tidak menemukan penghiburan2 yang menenangkan, tidak menemukan alasan2 yang dapat membuat diriku sendiri termaafkan. dan itu bikin aku kesal.

dimarah-marahin hilmy. yang bolos siapa? siapa yang salah? siapa yang enggak belajar? siapa yang anggap enteng pr?
nggak ikutan kompetisi GC, nggak ikutan kumpul bareng magnum. siapa yang salah? siapa yang menunda2 bikin prototype karya ilmiah?
aku punya hari minggu tapi aku tidak memanfaatkan itu. tentu saja yang salah aku!

dan sialnya, kata2 seperti "enggak apa2, bisa ikutan lain kali" bukanlah kata2 yang saat ini bisa aku terima.

lantas sebagai ganjarannya, aku merasa harus menimpakan hukuman-hukuman?
untuk apa? tidak ada faedahnya. kekecewaan itu tidak hilang, malahan moodku yang semakin ancur2an.

tapi sekarang aku paham. aku boleh kesal, boleh kecewa, boleh marah, pada diriku sendiri atau siapapun juga. ASAL tetap berada di dalam batas. dan yah, kali ini aku sudah melewati batasnya.

seperti yang pernah dibilang mbak hanie, bukankah semuanya hanya perlu berada di titik seimbang?

juga, ganjaran itu harus konstruktif, bukan menghancurkan.

kelak, betapapun kesalnya aku. bagaimanapun marahnya, seberapapun kecewa.
tidak ada alasan untuk menjadi dzalim.

kamar 14 mahendra bayu
10:07, sebelum keluar kosan
menunggu rambut kering

3 comments:

  1. buah merah tuh kek cempedak hutan dek. cuma warnanya merah.

    jangan kesel lagi ya....
    buang aja keselnya ke cucian.
    cuciaaaannn deh

    ReplyDelete
  2. doh kesel gara2 cucian numpuk ya?
    bawa aja ke laundry
    hilanglah keselnya
    tapi hilang juga beberapa rupiah
    heheh

    ReplyDelete