January 4, 2011

يغزو

ini kata yang kudapat di UAS morfo.
yah, kata yang pada akhirnya kutasrif dengan meraba dan terbata.
ketika awal menemukannya aku bahkan tidak tau bagaimana membacanya.
yughzu? yughazu?yaghzwa?yaghazwa?
yehe.. ternyata bacanya yaghzuu.

يغزو dari kata غزا, dengan alif pada za sehingga dibaca panjang yang artinya perang.

tadinya aku merasa sial mendapatkan kata itu.

يغزو - غزا

yeks, kenapa pula mesti dapat kata yang ada huruf illat nya?
sial benar.

yah, soal tasrifan aku memang sudah anti duluan. trauma, alergi, atau apapun lah namanya. yang jelas di kepalaku, segala macam hal buruk terkandung dalam tasrifan yang membikin mual itu.
kebebalan ku tak terkalahkan.

bisa jadi, ia adalah harga mati untuk kumusuhi.

يغزو - غزا

artinya berperang. PERANG!

dan disinilah baru aku merasa ditampar.
artinya perang. PERANG!
seperti Allah sedang bicara padaku lewat kata pada gulungan kertas yang kupilih itu.
يغزو dari kata غزا. benar-benar membuatku sadar bahwa,
hey melyn! kau pikir sedang melakukan apa dirimu sekarang? perang! berperang! kau kini berada di situasi perang!

dan tentu hukum dalam perang itu tidak perlu lagi ditanya-tanya.
kau harus berjuang.

ah, aku jadi ingat perkataan salah satu anak bu zulfa -salah satu dosen sastra arab yang incredibleadorable- yang disampaikannya sewaktu kuliah.
"buk, dalam hidup kita harus berjuang!"

teori sederhana yang sangat-sangat biasa yang baru akan berbeda efeknya jika disampaikan lewat mulut anak sekolah dasar macam dia.
dua pipiku ini jaminannya!

dan akhirnya, kata غزا - يغزو itu, menjadi salah satu kata yang turut menjejak di dinding kamarku.
seperti bara, seperti angin, seperti kata-kata bu zulfa yang kudapat setiap kelas telaah.
seperti apapun yang memiliki nama yang mampu menggebukan dada kita.

غزا - يغزو
lewat kata inilah akhirnya aku punya cukup banyak tekad untuk menyambut baik ujian percakapan arab. melakukan segala hal di titik maksimal. bukan sekedar bersantai dan melaksanakan apa yang orang-orang sebut 'bertawakal'.

dan ujian percakapan tadi, aku melewatinya dengan senang hati.
pada akhirnya memang hanya bernilai 79. tapi satu hal yang pasti, aku sudah memaksimalkan potensi.
sudah bersungguh2 belajar. mengikhlaskan kamarku berantakan oleh kertas2 yang berserakan. menimang-nimang munawwir sampai ketiduran.
tidak ada yang kusesalkan. tidak ada keterpaksaaan. tidak ada waktu yang sia-sia terbuang.

iya, kali ini aku sudah belajar dengan hati senang,
dan sama sekali tidak terpengaruh dengan nilai. happy

kamar 14 mahendra bayu
7 menit sebelum jam 10
bersiap untuk ujian PISU besok pagi pukul 07.30

2 comments: