January 11, 2011

DEMI TUHAN KENAPA KALIAN SELALU SALAH MENILAI?

apa yang akan saya tulis ini mungkin akan terdengar kekanakan jadi silahkan anggap saja ini sebagai akibat dari ketidakstabilan emosi di hari pertama menstruasi.


yah, saya sadar semua makhluk yang hidup di muka bumi ini tentu pernah meledek orang lain.
semua orang meledek orang lain, saya juga meledek orang, tapi sayangnya lebih sering saya yang jadi obyek ledekan.
tp demi Tuhan bukan soal menjadi bahan tertawaan yang saya permasalahkan. bukan tentang selalu dan selalu menjadi sasaran ledekan yang membuat hati saya sekarang tidak tentram.

saya sudah bisa menerima bahwa ternyata saya memang memiliki potensi untuk membahagiakan orang-orang dengan menjadikan saya sasaran ledekan mereka di manapun saya berada. soal cela2an, saya cukup kebal. saya cukup senang bisa melihat orang-orang di sekitar saya tertawa-riuh meski mesti saya yang menjadi alasan disebaliknya. saya sudah terbiasa mencetuskan kata "melyn lagi.. melyn lagi.." saking seringnya menjadi sasaran ledekan di setiap perkumpulan. pun saya bukan seseorang yang dengan mudah memasukkan kata-kata dalam konteks bercanda kedalam hatinya.

saya mengerti begitu seringnya nama sesuatu muncul di kepala seseorang merupakan indikasi bahwa seseorang itu menyediakan perhatian. Menyisihkan waktu untuk memperhatikan.
atau mungkin memang nama saya yang selalu tiba-tiba berpendar tanpa alasan?
entahlah, tapi 1 hal yang kalian semua perlu paham.
selalu menjadi sasaran ledekan bisa jadi iya berarti kita diperhatikan tapi kalian salah kalau mengira ITU MEMBUAT SAYA BERBAHAGIA. kalian salah kalau mengira saya begitu senangnya digoda. kalian salah memakai kacamata jika melihat sehelai kertas menempel di dada bertulisankan "tolong ledek saya".

saya tertawa bukan karena saya begitu senangnya digoda. saya tertawa hanya untuk menunjukkan pada kalian bahwa APAPUN YANG KITA TERTAWAKAN, KITA TERTAWA BERSAMA-SAMA, dan saya baik-baik saja. tapi kalian melihatnya seolah saya yang meminta untuk dicela.

lantas, kalian mau saya bereaksi macam apa?
memajukan bibir-menggembungkan pipi dan menunjukkan ekspresi kesal setengah mati?
ya, dan itu hanya akan membuat tawa kalian semakin riuh saja.
kalian bisa saja bilang, "kalau memang tidak suka, pergilah supaya tidak lagi menjadi sasaran ledekan" dan kemudian ketika saya benar2 melakukannya kalian akan menyebut saya kekanakan yang gampang ngambekan.
lantas kalian mau apa?
kenapa semua yang saya lakukan selalu salah dan selalu dinilai salah?

dan malam ini, saya memang menangis atas apa yang terjadi di bawah tadi.
bukan, bukan karena ledekan2 yang saya tahu kalian lontarkan dalam niatan bercanda, tapi atas kata-kata lain yang kalian cetuskan dengan tidak sengaja.
dan saya memang sengaja membiarkan diri saya menangis.
karena saya butuh menangis untuk memaafkan kalian.
saya hanya kecewa,
atas keberadaan pikiran di kepala kalian bahwa saya SANGAT SENANG DIGODA. itu saja.



pukul 03:31 di mahendra bayu
belum juga bisa tidur meski hari sudah berganti
siap-siap badan panas besok pagi

No comments:

Post a Comment