January 1, 2011

mengurai yang tidak normal

aku baca lagi postingan dita yang ada disini, bisa dibilang ini salah satu postingannya yang paling aku suka.
secara ajaib postingan itu menumpahkan segala apa yang selama ini aku tahan, tentang apa yang dita rasain dan aku juga alamin.

bedanya cuma satu, kalau sugesti "semua baik-baik saja" barangkali ditanamkan dita untuk membuat orang-orang percaya, sugesti yang sama aku tanamkan ke diriku sendiri untuk membuat diriku sendiri percaya bahwa perasaan-perasaan yang mengganggu itu hanya halusinasiku saja.

tidak ada yang perlu dikesalkan, tidak ada yang perlu dikecewakan, tidak ada yang perlu ditangiskan.
secara tidak langsung aku melarang diriku untuk merasakan perasaan-perasaan itu.
sebuah tindakan yang sialnya malah membuat perasaan2 ini bertahan lebih lama dari yang kuharapkan. Doh
dan orang2 tetap tahu bahwa ada yang tidak beres dengan melyn yang mereka kenal.
kurasa, tidak peduli sekeras apa aku berteriak meyakinkan mereka bahwa semua baik-baik saja, mereka akan tetap tahu ada yang salah. DohDohDoh

dua hari yang lalu aku baca postingan hilmy disini.
entah mungkin dia tahu atau bisa jadi dia sedang iseng saja memposting kutipan itu, yang jelas postingan itu menjejalkan satu sudut pandang baru.

bahwa tidak ada yang salah dengan merasa kesal, tidak ada yang salah dari merasa kecewa, kalau kau ingin menangis juga tidak apa-apa.
tidak akan ada yang menyalahkan bahkan meskipun perasaan2 itu datang tanpa alasan.
dan pada faktanya perasaan2 itu ada bukan tanpa alasan juga. aku hanya tidak menemukannya.
barangkali penolakanku terlalu kuat dan untuk alasan2 itu, apapun itu, aku memang tidak menyediakan tempat.

dan seperti kata-kata Fahd Djibran yang dikutipnya dengan tepat,
Marahlah sampai kita tahu bahwa kemarahan kita serba berlebihan dan merusakkan, menangislah sampai kita tahu bahwa pada saatnya kita harus berhenti dan melanjutkan kembali semuanya, tertawalah sampai menangis.

Kadang-kadang kita harus merasakannya sampai pada batas terjauh. Lakukanlah, puaskan dirimu.
Kelak, suatu hari, kita akan tahu bahwa untuk melakukan semuanya kita tak perlu sejauh itu.

Menangislah saat bersedih, lalu sudah. Marahlah saat harus marah, lalu sudah. Tertawalah saat berbahagia, lalu sudah.

HIDUP SADAR ADALAH SAAT PIKIRAN DAN EMOSI KITA PERLAKUKAN SECARA ADIL SESUAI DENGAN DAYA HIDUP YANG KITA MILIKI DAN HIDUP YANG SEDANG KITA HADAPI.

ps: terima kasih untuk membantuku menguraikan ketidaknormalan-ketidaknormalan ini.

8:14 di kamar nomor 14
mahendra bayu, 1 januari 2011

6 comments:

  1. keseimbangan, hiduplah dalam keseimbangan.

    ReplyDelete
  2. #rakun: semangat taun baru. ;D
    #abang: hehe.. kayak kata mbak hanie, semua hanya perlu berada di titik seimbang. =p

    ReplyDelete
  3. yap.. yg penting seimbang mel..
    kita mulai angka baru di tahun ini.. :)
    semangat melyn..

    "kita tdk akan merasa senang seblm merasakan rasa sedih"

    ReplyDelete
  4. melyn apa kabar kaamu nak????
    hehhehe...
    lama tak konek konek ya kita...hhehe

    ReplyDelete