February 23, 2011

hai, miiko!



pertama kali aku tahu miiko dari iven. temen sebangkuku waktu SMP sebelum tsunami di aceh dulu. dari awal baca aku udah suka. ceritanya kocak tapi selalu kaya dengan pemaknaan tentang cinta, persahabatan juga nilai-nilai kekeluargaan.

ini bukan bercanda jika kubilang aku sangat mirip dia. miiko, si periang yang tidak tumbuh-tumbuh itu. bahkan pacar pertamaku waktu smp dulu memanggilku miiko. (iya,iyaa.. aku mengaku bahwa dulu aku memang sempat pacaran dengan orang itu big grin.)

yang jelas, miiko satu-satunya bacaan yang bisa membuatku menangis sambil terpingkal-pingkal.
aku paham betul bagaimana rasanya menjadi seorang kakak untuk seorang adik laki-laki yang tidak terpaut jauh yg bahkan tidak sudi menyebutmu kakak karena kau dianggap tidak layak. yah.. disamping alasan selisih bulan yang memang juga tidak seberapa. aku tau rasanya tersisih menjadi anak pertama, bagaimana rasanya harus berebut perhatian orang tua dengan dua adikmu ketika kau bahkan baru sampai di awal belasan.

dulu aku punya tio dan miiko punya mamoru. saat umurku 6 tahun aku punya fitri, dan miiko mendapatkan momo di kelas 5 sd.
singkat kata, kami sama2 punya adik laki-laki dan perempuan yang sebenarnya sangat kami sayangi. hanya saja memang tidak mudah untuk rela berbagi perhatian disaat kau juga menginginkan.

sewaktu packing untuk pulang kemarin, aku menemukan lagi beberapa buku miiko yang kupunya. kemudian merampok dua buku miiko punya azka.
menyenangkan rasanya bisa membaca miiko lagi. bisa terpingkal-pingkal sambil menangis lagi. seperti reuni dengan perasaan-perasaan yang nyaris selalu ada di jaman-jaman dulu itu.
sewaktu aku, tio, dan fitri masih satu rumah. ketika aku dan tio masih sering bertengkar dan membuat para tetangga terganggu kenyamanannya. big hug
saat2 mengurung diri di kamar dan ingin kabur dari rumah karena merasa adik2ku lebih disayang mama papa.

di salah satu cerita, ada testimoni dari pak guru di raport miiko. tentang dia, yang sangat periang dan selalu menghabiskan waktu bersama teman-teman dengan senang.
aku langsung rindu pada rutinitas masa kecil dulu. berburu buah cimplu'an untuk rasa asam yg menyenangkan. bermain sepeda sampai pinggir hutan, berbonceng tiga. mengais buah asam yang jatuh ke tanah di jalan menuju TPA. juga kekeraskepalaan tidak mau menyentuh "buah-makanan-ular" yang dengan riang dimakan teman2. pikirku waktu itu, "buah makanan ular" kok dimakan? haha.. polos bodoh sekaliii.. Rolling

aku jadi ingat testimoni-testimoni di hari terakhir ngaji sebelum roling kelompok tempo hari. rata-rata menyisipkan kata polos (lemot, kalo bahasa tika Unsure), ceria dan apa adanya. ahaa.. aku tidak selalu seperti ini di hadapan teman-temanku yang lain. tapi memang keluarga yang satu inilah tempatku bisa menunjukkan sebebas-bebasnya aku tanpa perlu merasa takut dinilai.

dan memang seperti itulah miiko. polos, ceria dan apa adanya. yang manis dan bersemangat. yang suka berteman dengan semua orang. yang ceplas-ceplos kalau bicara. yang selalu diejek pendek oleh tappei. yang sering bingung sama perasaannya. yang enggak pernah sadar kalo yoshida suka dia. yang lebih senang mengabaikan hal-hal kecil yg tidak jelas dan memusingkan daripada membuang waktu memikirkan. yang suka makan kue dan es krim. yang lebih pintar baking dibanding cooking.

terkadang aku masih saja heran bagaimana bisa ada dua orang yang punya banyak kesamaan jauh sebelum mereka saling kenal.
tapi satu hal yang tidak bisa dibantah. ada tembok tak teruntuhkan antara aku dan miiko.

bahwa aku bertumbuh dan miiko tidak.
selepas smp aku harus sma, kuliah, kerja bahkan menikah sedangkan miiko bisa saja sd selamanya.
bahwa aku bertemu orang-orang baru, berbeda dengan miiko yang hanya menghabiskan waktu dengan orang yang itu itu. dan sementara miiko tetap beredar diantara sekolah, kolam renang, rumah mari-chan, toko kue enak di seputaran stasiun dan bermain ayunan di taman, aku sudah menapak di banyak tempat dan bukan lagi lapangan luas tempatku bisa bermain hujan dengan bebas. bersusah payah melewati perpisahan2 itu dgn perasaan kebas.
menghabiskan waktu di "pojok melupakan", sebuah lorong buntu dekat kelasku di sma dulu, tempatku biasa memandangi awan ketika rindu dengan teman2 smp sudah tidak lagi tertahankan. mengutuki keadaan dan menjadi seorang introvert yg anti sosial dengan perlahan-lahan. yang untungnya hal ini tidak berlangsung berkepanjangan.

ah, aku rindu merasakan jadi miiko sekarang.

04.21 di kamar 14 mahendra bayu
bersama lapar, dingin dan adzan subuh
semangat hari rabu !

7 comments:

  1. iya, komik yang lucu. si miiko dan teppei ya kalo ga salah.

    salam kenal :)

    ReplyDelete
  2. wuaaaah.... aku juga baca itu. sama candy-candy, trus pop corn, trus topeng kaca, trus rose of versailles.. hihihii.. wkt jamannya komik2 jepang elex lagi booming. eh, skrg msh ga ya?

    ReplyDelete
  3. postingannya bikin inget adek. meski saya nggak terlalu ngikutin Miiko..tapi pas baca satu edisinya taon lalu, lucu juga. :)

    ReplyDelete
  4. blog ini cukup ramai sekali , penataanya juga cukup bagus ditambah dengan artikel yang bagus pula , sungguh sangat sempurna !!!
    Salam Kenal !!!
    Jangan lupa berkunjung ke blog saya
    Terima kasih

    ReplyDelete
  5. #hiza: terima kasih hiza, salam kenal juga. :)
    #nindaaa: mes-ti ba-ca! :D
    #pencari angin: heheh.. ketauan deh bacaan saya bacaan adek2. ;p
    #kak mila: sekarang miiko masih terbit kok. tapi sd terus dia. padahal udah 4tahun lebih. ckck..
    #satukomu: heheuiyy.. romantis banget deh mereka. ><

    ReplyDelete
  6. saya juga baca miiko! >.<
    lucu banget sih, terus teppei juga bikin gregetan gitu, haha xD

    ReplyDelete