February 16, 2011

kabar

hulahulaa.. apakabar semua?
beberapa hari ini mood posting lagi nggak karuan, mungkin faktor internet di kamar yang belakangan suka ngap-ngap-an. banyak yang pengin kuceritakan, beberapa kata2 udah tersusun di kepala, tapi lihat internet yang buat load page aja susah kali aku jadi langsung esmosi sendiri.

jadilah, hari2 pertama di jogja aku lebih suka berkeliaran sendiri di sekitaran kosan tanpa tujuan kayak anak ilang. dari ujung selokan mataram hingga nyaris sampai pom bensin jakal. dan itu lewat jalanan perumahan yg berputar-putar macam ular.
menyenangkan juga bisa berjalan-jalan kaki sendiri sampai sejauh itu. paling2 cuma tatapan aneh dari penjual makanan keliling yang berkali-kali kutemui karena jalan perumahan yang tembus menembus tak karuan itu yang membuatku mau tak mau juga menganggap apa yang kulakukan ini agak tidak normal.

tapi biarlah, mumpung kuliah belum dimulai dan rutinitas menjadi semakin padat. lagipula bukankah setiap orang punya cara sendiri2 untuk menguapkan penat?

perjalanan makassar-jogja bisa dibilang sedikit tidak biasa. pesawatku gagal terbang, jadilah agenda kembali ke jogja tertunda satu hari.
dan sedikit perseteruan dengan papa membuat perjalanan kali ini menjadi lebih mudah. hambar dan tawar saja. barangkali memang mesti begini caranya supaya nanti2 aku nggak terlalu sering kangen rumah lagi. haha.. baiklah, mari lupakan saja.

satu hal yang pasti sekarang badanku pegal-pegal.
kemarin malam, kami tampil di pekan budaya tionghoa yogyakarta. jadi, ceritanya kami dirokemendasiin sama mas didik ninik thowok yang jadi salah satu juri di ajang university got talent kemarin. akhirnya, kami diminta tampil. tanpa fee awalnya. gakpapalah, mas didik yang ngereko soalnya. winking

harusnya, kalo aja aku dan mbak eva ikut tampil juga, ini bakal jadi penampilan dengan penari perempuan terbanyak setelah lebih dari 30 kali kami tampil dalam 14 bulan terakhir. 13 orang! tapi dikarenakan flightku yg kemarin itu batal dan menyebabkan aku nggak sempet ikut latihan serta sakitnya mbak eva, jadilah penampilan kali ini cuma 11 orang aja! dan jadilah juga, aku selaku koordinator tim bagian bendahara yang tidak ikut tampil jadi semacam official yang ngangkut2 air minum sama jatah makan dari panitia big grin.

prosesi sebelum tampil kali ini agak lebih ribet dari biasanya. untung ada mbak mexi yang dengan sukarela mendandani wajah-wajah para penari. beda sama pe-make up ondel2 macam aku yang karirnya mentok di nyangkutin peniti sama mita-in (bikin pita) tali di kepala aja karena ternyata, belum ada yang rela kugambari tsunami di mukanya. Rolling
haha... rasanya pengen nangis juga waktu liat temen2 lain pada sibuk kostuman dan makeup-an sementara aku sibuk bantuin masangin peniti di songket haroh tadi. setengah mati menahan iri liat muka tika yang jadi meriah sama warna merah meski biasanya aku suka kabur2an giliran make up-an. dan waktu berdiri di baris pertama para penonton tadi, kerjaku cuma teriak2 sama tepok tangan heboh liat penampilan mereka. ikut2an nyanyi sambil goyang2 setengah sadar dan langsung lari ke backstage begitu penampilan selesai. sad


poto sama mas didik. aku: satu2 nya perempuan yg ga ikut kostuman crying.

waktu evaluasi di backstage, ternyata eh ternyata, di tangan mbak cindy teremas amplop warna putih. isinya fee, 1.5 juta. yahaa.. makin berbinar2 lah wajah2 kami. penuh sama warna syukur dan terima kasih. dan saat itu juga, kami memutuskan untuk lanjut ngamen. mumpung make up belum luntur dan lokasinya di sekitaran alun-alun. akhirnya oh akhirnyaa.. aku ke sekaten juga! *di lempar pocong Idiot.

awalnya sempet bingung, nyari spot yg pewe. gehehee.. yg namanya pasar mana ada yg pewe. tapi akhirnya dengan perjuangan yogi minta izin sana sini, kita dapet tempat yg agak keringan. di dekat pintu masuk keraton. mantapslah. massa yang sedari tadi mengekori kami karena udah penasaran liat serombongan orang bling2 pake baju merah biru keemasan pun mulai membentuk lingkaran.

dan aku yang entah kerasukan jin apa waktu itu spontan aja teriak2 "saksikan....saksikan. penampilan tarian. ayooo saksikan..." ahhaa.. macam tim sukses sirkus keliling. Evil Grin. dan angga yg gak mau kalah ikut ngiter merayu orang2 juga. ahhaa.. dan langsunglah, kami jadi partner ngiterin kotak sambil terus menerus bilang "permisi mas, pak, buk, dek, mbak.. sumbangan untuk tari nyaa.." atau terkadang kata2 seperti "makasih banyak mas, pak, bu, dek. semoga nambah rejekinya".
gohoho.. aku baru tau hikmah pesawatku gagal terbang kemarin yang menyebabkan aku enggak bisa ikut penampilan. ternyata aku sudah dipersiapkan jauh2 hari untuk mengemban tugas mulia ini. ngiterin kotak sambil teriak2 macam tukang obat. hahahaii.. lumayanlah, sekali penampilan waktu itu bisa dapat 51an ribu.

tapi tetep aja, waktu rame orang merubung minta poto bareng. rasanya pengen jedukin kepala berkali kali ke dinding besi. teringat waktu pertama kali tampil di alkid, gimana banyak orang yg minta poto2 juga. tapi untunglah, dinding besinya nggak ada, jadinya nggak jadi jedukin kepala. *mana ada dinding dari besi. tongue

dan perolehan penghasilan pada ngamen malam itu ialah 80 ribu rupiah. wohoho.. alhamdulillah. lumayan buat nambah-nambah ongkos untuk tampil di festival colours of the world di UTP malaysia. gehehe..

by the way soal undangan tampil di malaysia itu. aku yang kemarin2 udah kehilangan selera untuk tampil disana karena besarnya biaya mendadak semangat lagi.
yah, setelah melihat kerja keras dan semangat teman2 tim dan juga faktor hal2 lain yang mau nggak mau bikin aku kesal juga.
secara ajaib aku dapetin lagi passion waktu pertama kami tampil di dies natalis dulu, yg sekaligus jadi awal lahirnya harapan untuk bisa tampil di fesco itu.
aku masih saja terheran-heran bagaimana perasaan disiakan bisa menjadi kekuatan untuk kita melawan lebih keras dari yang seharusnya.

dan yang ada di pikiranku sekarang bukan lagi soal jurusan, bukan soal fakultas, bukan universitas atau bahkan indonesia sekalipun.
belakangan aku sadar bahwa ini bukan lagi soal apapun atau siapapun yang nama mereka menunggangi pundak kami tapi bertindak tidak peduli. ini cuma soal kami dan mimpi kami. juga apa yang mesti kami usahakan untuk mimpi ini.

aku ingat beberapa bulan sebelum tampil di dies natalis waktu itu. latihan setiap hari, pulang malem terus2an sampe disebut iven wanita malam *untung bukan kupu2 malam big grin, patungan 50 ribu untuk bikin baju. hutang ke imaba, bayarnya nyicil pula. dicemooh-cemooh orang di belakang. dikatain f**k lah, apalah, kurang sakit apa?
dan yang terjadi sekarang tidak lebih sakit dari itu.

memang banyak yang mesti korbankan, dari tenaga, pikiran, waktu, sampai uang.
tapi sekarang aku tidak perlu lagi terlampau risau kalau ternyata banyak orang yang mempertanyakan 'apa untungnya?' toh sekarang aku sudah punya jawaban yang jauh lebih menenangkan.

bahwa mereka, tim ini adalah apa yang bisa dengan bangga kusebut keluarga, salah satu alasan yang dengan seringnya membuatku tertawa, yang meskipun terkadang menuntutku untuk sempurna tapi masih bisa melihatku sebagai manusia. yang meskipun kadang tidak selalu menyenangkan tapi tidak pernah merikuhkan.

yang seringkali menyita pikiran dengan sebegitu parah sampai aku merasa tidak ingin peduli lagi tapi toh, pada akhirnya, aku tetap kembali.
dan bukankah, mereka pun akan berkorban untung keluarga mereka tanpa perlu merasa perduli dengan apa untungnya?

11:10, di kamar 14 mahendra bayu.
sebelum bersiap ke kampus untuk rapat pukul 1.
sakit kepala, tidur 4 jam belum cukup membayar tenaga yang dikeluarkan semalam rupanya.

4 comments:

  1. smg cepat sehat koneksinya hehe

    ReplyDelete
  2. wahhh bisa sampe ke malysia.. hebat!!!

    ReplyDelete
  3. waaaah seru bangeeet...

    seneng deh msh ada anak muda yg mau lestarikan tari nasional ahay...

    semangat dooonk ^_^

    ReplyDelete