March 27, 2011

jadi ceritanya aku baru pulang habis ujan-ujanan. aku senang meskipun sebenernya enggak cukup puas sm ujan yg lagi2 cuma turun sebatas deras. aku pengen ujan gede kayak waktu aku sama tika pulang dari mirota menantang badai dengan rok-baju-kerudung warna kembar yg bikin kami berdua otomatis jadi pusat perhatian sepanjang jalan. atau seperti hari-hari hujan lain sewaktu aku sampai kosan dengan air hujan menetes-netes dari ujung2 baju dan sepatu. seperti satu malam waktu aku nemenin azka nyari kosan dan tiba2 turun ujan besar di tengah jalan. tapi gakpapa, sekali ini, ujan cukup deras jadi bisa dibilang aku nggak cuma mainan gerimis doang kayak tiga hari belakangan. rasanya sudah cukup menyenangkan membiarkan rambut dan mukaku benar2 basah dan merasakan asam air hujan menyentuh lidah. walaupun yg sekarang baru aku sadar, dibandingkan sendirian hujan2an bersama teman seribu kali lebih seru.

beberapa hari ini rasa2nya lebih biru dari biasanya. sensitifitasku sedang dalam masanya berjaya. jadilah belakangan2 aku lebih sering kesal sekaligus jadi lebih sering bertingkah menyebalkan. ergh!
dua hari berturut2 aku ke kampus di hari libur untuk mengerjakan tugas KELOMPOK malah tidak membawa pulang apapun. tidak menemukan siapapun. (ini yg paling bikin aku kesal lebih dari apapun)
sudahlah, menyinggung ini moodku jadi rusak dan aku tidak berselera menuliskan apapun lagi. haha.. kesenangan habis bermain hujan tadi langsung mental lagi.
aku tau, perasaan buruk semacam ini harus segera dimuntahkan supaya tidak berdiam di kepala terlalu lama hingga akhirnya menginfeksi seluruh badan. aku cuma belum tau caranya. sekarang, aku mau nonton film yg banyak sampai ketiduran. sampai seluruh kesalku hilang.

selamat siang, semangat berakhir pekan.

No comments:

Post a Comment