March 26, 2011

angin segar

selamat malam!
sekarang mood saya sdh tidak sekacau tadi, setelah pulang dari berkeliaran pada pukul lewat 11 malam. kebiasaan ini kembali lagi. seperti suatu waktu di awal-awal semester 2 dulu ketika saya sering berkeliling sekitaran kosan, sendirian, malam-malam.
mau bagaimana lagi? saya memang cuma gemar keluar malam kalau sendirian. paling tidak, dengan teman perempuan.
yang paling tidak saya tahan ialah membiarkan pikiran buruk menari2 di kepala orang dengan liar. salah satu hal yg sangat mungkin terjadi jika saya berkeliaran di malam hari dengan laki-laki.

well, entah kenapa rasanya sekejap tadi ingin menangis keras-keras tanpa dapat menemukan alasan yg jelas. barangkali dismenore dapat dijadikan alasan yg cukup masuk akal. tapi saya tau, sesakit apapun itu, kesakitan fisik bagi saya tidak pernah sampai membuat airmata keluar tempatnya. kalaupun ada, bisa dipastikan itu cuma tipuan, semata alasan, sama seperti sewaktu motor hanip menyenggol luka pada jari kaki, air mata saya saat itu tidak lebih dari kamuflase fakta bahwa saya sedang merasa tersakiti.
atau seperti tangisan untuk luka pd pergelangan tangan yg sebenarnya untuk menyamarkan bahwa di hati saya ada goresan.
barangkali bagi saya, dikatakan cengeng karena luka yg tampak, jauh lebih mudah dibanding harus mengaku terluka oleh sayatan yg dikandung tingkah atau kata-kata.

sekarang sudah lewat menit ke8 dari tengah malam. waktunya tidur sekarang. sekali lagi, selamat malam.

ps: bagaimanapun juga, malam ini saya menyesal bertingkah menyebalkan. bukan Anda yg bersalah, hanya mood saya yg sedang bermasalah. saya sadar, malam ini, jari-jemari saya memintal benang gelas. maaf.

2 comments:

  1. kalau mau nangis, nangis aja donk...
    udah pagi lho sekarang, maren malam udah kan nangisnya?hehehe

    ReplyDelete
  2. tak masalah kok, dilepaskan saja moodnya :)

    ReplyDelete