April 23, 2011

yang membuat bodoh




dan aku sering merasa bodoh ketika,

menghabiskan sepanjang malam bersama munawwir menerjemahkan kata demi kata dalam sebuah paragraf teks matakuliah telaah dengan sebegitu bersemangatnya, dan kemudian, keesokan paginya mendengar teman kelompokku berkata "teks ini terlalu susah, mari kita ganti saja". dan merasa lebih lebih bodoh lagi ketika tika menertawakanku atas perjuangan panjang pada malam sebelum pagi itu.

atau ketika aku buru-buru meninggalkan kamar kos yang nyaman untuk ke kampus di tengah siang demi mengerjakan tugas kelompok sampai menunda makan siang dan menemukan disana tidak ada siapa-siapa. dan kemudian keesokan harinya merelakan pagi yang tenang untuk pergi ke kampus dan terus merasa khawatir terlambat untuk kemudian mendapati kembali tidak ada siapa2 lagi, bagaimana bisa terjatuh dilubang yang sama dua kali dan dalam massa berurutan pula?

atau ketika semalaman mengerjakan 50 lebih kalimat untuk tugas komposisi dan 20 lebih sisanya pada jeda matakuliah sampai2 mengundurkan diri dari kompetisi essay yang ingin aku ikuti dan kemudian menemukan kabar bahwa tugas itu tidak jadi dikumpulkan hari ini.

ohya, atau ketika memvalidasikan jawaban, pertanyaan "bagian ba 1 mufrodat 1 kalimat aja, kan?" dan begitu saja percaya ketika dia menjawabnya "disuruh tiga" kemudian menyadari bahwa itu jawaban salah ketika seharusnya aku sudah bisa sampai di seperempat jalan menuju selesai. Demi tasrifan yang maha susah itu, apa menulis "ya" begitu rumitnya?

mereka pun tau bahwa tidak dengan hati ringan aku bersedia mengerjakannya. sementara semangat yang berkobar2 itu pun tidak dengan serta merta ada dengan sendirinya secara tiba2 melainkan aku memaksanya ada karena yang aku tau, butuh semangat yang besar jika memang ingin punya cukup kemauan untuk memulai.

rasanya bodoh melihat diriku terlalu bersemangat mengerjakan sesuatu dan kemudian mendapati bahwa apa yang kukerjakan dengan segenap daya itu ternyata tidak ada nilainya. tidak dipandang dengan selayaknya. tidak sebegitu berguna. sia-sia.

seperti terus menerus merasa khawatir tentang seseorang sementara orang itu bersikap sama sekali tidak perlu untuk dikhawatirkan.

dan kemudian, yang biasa aku lakukan adalah sesederhana menjauh dan tidak ingin lagi peduli.
setidaknya, aku bisa belajar dari mereka untuk tidak membuat oranglain merasa bodoh juga.
terimakasih, kalian.


p.s: sudah sebisa mungkin menahannya, pikiran-perasaan buruk ini, untuk tidak meruap begini rupa. Tapi ternyata, selalu ada hal2 yang memang harus dibuang agar tidak membusuk di dalam. supaya hilang.

24 april, 2:08 buta di kamar yang biasa
setelah ketiduran menonton a long visit bersama mita dan mengoceh berbusa-busa tentang film korea bersama dame dan ifa.

5 comments:

  1. hehe..
    setiap orang punya caranya sendiri2 mel. mungkin inilah melyn, yang lebih memilih fokus dalam suatu pekerjaan, see??kamu sama aku berbeda. karena kita punya target yang berbeda, gitu juga dengan kamu dan orang2 lainnya :)
    salut buat kamu yg udah milih teks arab paling sulit sejagad, dan aku cuma bisa nyatain kekagetan dgn ekspresi ketawa, tpi klo dliat dri sudut pndang yg lain. kamu berasil ngalahin ego kamu bwt mksa tmen2 klmpok kmu yg dgn cpetnya ganti teks :)
    claps clpas clpas .. :)
    jgn prnah ngerasa bdoh. krna gx ad org pnter yg teriak pnter jga.
    gx ad yg bisa ngebuat kamu bdoh, apalagi org lain. :)
    keep in rock :D

    ReplyDelete
  2. hmm...

    bagi seorang juara, itu semua adalah hal yang biasa...

    aku sangat ingat, karena aku pernah tuliskan sebuah pernyataan paling mujarab, bagiku... dari Pramudya A T

    "Tulislah..."
    "Tulislah..."
    "Tulislah..."
    "Meskipun hari ini tulisanmu itu dihina, diinjak-injak tak terbaca..."
    "Yakinlah, bahwa suatu saat nanti, tulisanmu itu akan dipuji-puji bahkan dicari-cari..."

    Adalah sebuah ungkapan yang sangat kontekstual... bahwa semua terkait dengan masanya, bahwa semua ada saatnya...

    kelak, sifat yang kau punya akan ditiru...bahkan kau dijadikan panutan mereka...
    yakinlah...
    :)

    ReplyDelete
  3. ndak ada yang namanya sia-sia, semuanya, semuanya yang terjadi dalam hidupmu mel, ada maknanya.

    ReplyDelete
  4. yang jelas ga ada suatu hal yang sia2, klo ngerjain tugas yang ternyata ga dikumpul, itung2 aja nambah ilmu lebih. Klo udah semaleman pelajarin hal yang susah trus besoknya di ganti, anggep aja kamu udah belajar lbh bnyk dibanding temen2 kamu. hihihiii... klo dateng kepagian ke kampus ato salah jadwal, ya nongkrong2 aja, siapa tau di deketin sama senior ganteng ahay.. hihihiii

    ReplyDelete
  5. #kak mila: kalonya yang terakhir asik mbak, ahay.. ;p
    #muda: apa ini kak nad? atau kak hani? heheh.. sepertinya kenal. xp
    anyway, dulu juga sering mikir gitu, anything happen for a reason. nggak ada yang namanya sia2, semua punya makna. kalo ternyata udah berusaha keras ternyata masih kurang, mgkin kita perlu usaha lbh keras lagi. atau bisa jadi, apa yg kita dapetin saat ini, meski itu dibawah ekspektasi, barangkali itu yg terbaik. kebutuhan tiap org emg beda2, kan? terimakasih, young brave and danger. ;p
    #biru: siplah.
    #tika: i know! thankyou, sissy! hahah..

    ReplyDelete