April 20, 2011

duapuluh



Hari ini ada dua orang temanku yang baru saja mencapai usia 20 tahun mereka.

Baru beberapa minggu lalu, di dapur kosan tika menyeletukkan kata “ciee, sebentar lagi melyn 20 tahun,” saat itu aku membalasnya hanya dengan berkata, "itu masih lamaa". tapi selanjutnya, ketika aku sudah masuk ke kamar mandi, entah kenapa rasanya seperti tersengat dan tiba2 sadar “ya ampun, aku memang sebentar lagi 20.”

November masih jauh jadi seharusnya ini tidak semenakutkan itu. Tapi buatku 20 bukan hanya sekedar pengurangan sisa atau penambahan angka. Melainkan lebih seperti pembuatan sebuah tembok tanpa lubang yang membuatku harus mengucapkan perpisahan pada usia belasan yang menyenangkan. Seperti melepas puluhan balon berbagai warna ke udara dan bersiap kehilangan keceriaan yang melekatinya. Tepat seperti itu, balon-balon warna warni yang menceriakan itu harus kulepaskan dan hilang. di mataku, umur 20 entah kenapa terlihat suram.

Aku ingat perdebatan2 kecil dengan mama saat aku bermain-main dengan anak-anak kecil di sekitar kompleks setiap kali mengunjungi rumah, “udah gede, 19 tahun. Maennya masih sama anak-anak aja, itu loh kak wira, maen sana sama dia,” Biasanya, kalau sudah begini aku hanya mengabaikannya sambil sedikit menangkis, “mama.. temen2 SMA melyn kan di banjarmasin semua. Wajarlah, kalo disini mainnya sama anak kecil. Lagian melyn sama mereka masih satu generasi. Masih sama2 di umur belas, walopun mereka 11 dan melyn 19,”

Atau ada juga cerewetan papa yang seringkali berkata dengan tidak suka, “kamu itu dah gede mainnya sama temen2 adit, cari lah temen lain. Masa di kompleks ini nggak ada yang usia nya sebaya,” dan kalau udah gitu, satu2nya yng bisa keluar dari mulutku hanya “nggakpapalah, pa..”

Mungkin aku tidak akan lagi bisa mengabaikan pernyataan ini dengan pengabaian yang sama ketika nanti yang kudengar bukan lagi kata belas tapi puluh. Duapuluh! Kenapa delapan huruf ini terdengar begitu mangganggu ditelingaku?
bertanya2 apa mungkin aku masih bisa, berjalan sambil melompat tinggi2 macam kelinci di padang rumput atau seperti yang kubayangkan dilakukan oleh si kerudung merah dalam perjalanan menuju rumah neneknya. Melompat campur berlari sambil mengayunkan keranjang dan bernyanyi-nyanyi. Sesuatu yang masih sering kulakukan di SMA dan terkadang masih kulakukan di awal kuliah selama mungkin sebelum kesadaran itu menyengatku “hei, melyn, kamu tau ini kampus!”.

Dan nerves-nerves lain datang dari list hal-hal yang ingin kucapai. Banyak yang ingin sudah kulakukan selagi umurku belasan. Sebelum umurku puluhan. Hal-hal yang akan sangat berpasangan dengan kata bersenang-senang. duh! nervesku bertambah lagi ketika sekarang kupandangi karton tempelan di dinding kamar berwarna menyala yang kutulis dengan tinta merah. why twenty looks too serious, curious and clumsy?
Well, i’d make it.

pagi ini, setelah tidur lewat jam 3 pagi karena memberikan kejutan di pagi buta pada ifa, aku terbangun kesiangan dalam perasaan aneh akibat mimpi yang bahkan tidak bisa lagi dengan jelas kuingat. tapi satu hal yang jelas, aku harus bersiap menyambut 20an dalam 7 bulan kedepan. teens, goodbye!

Hey, kalian? Apa rasanya berumur 20 tahun sekarang? smug

20 April lewat pukul sembilan
sebelum pergi mandi untuk konsultasi kelas menulis kreatif
bertemu kelompok nusa lagi, padahal babku belum jadi :(

p.s:
kepada kalian yang mungkin saja membaca.
aku tidak akan bilang selamat karena kupikir apa yang perlu diselamati dari pengurangan usia di bumi? barangkali nanti aku juga tidak akan terlalu suka diselamati ketika harus berpisah dengan umur belasan yang berbahagia. tapi apapun itu, aku harap semoga setiap harinya adalah barakah.
happy duapuluh! berharap 20 tahun kalian menyenangkan. happy

8 comments:

  1. every day is a birth day.
    mari kita syukuri setiap hari :0

    ReplyDelete
  2. walau udah 21 sekarang tapi sikap dan hati stuck di 17 rasanya.. :P :P

    ReplyDelete
  3. umur hanyalah sederatan angka-angka yg akan bermakna jika diisi dengan rasa syukur,.... dan akan menjadi tidak berarti bila tidak diisi dengan peningkatan kualitas diri ...(bongjunkenedi)

    ReplyDelete
  4. rasanya beda. bukan anak belasan tahun. udah masuk ke fase yang lebih tinggi dan gak boleh kekanak2an kayak kemarin :(

    ReplyDelete
  5. abang dulu juga gitu,

    angka 2, melambangkan kesiapan untuk lebih dewasa. dalam hal apapaun.

    ReplyDelete
  6. Bagaimana denganku, Mel, yang beberapa bulan lagi sudah 21? Ketika September lalu usiaku genap 20, apa yang ada di pikiranku bukanlah berapa banyak ucapan selamat yg akan aku terima, namun adakah yang akan berucap "Innalillahi wa inna ilaihi raji'uun..." sebab pada hakekatnya, bukan penambahan usia, namun berkurangnya usia kita. Ah, kado terindah bagi orang yg milad adalah ketika ia sukses dengan muhasabahnya sendiri di hari itu. Nah, jangan2 kita sendiri tak pernah muhasabah...

    selamat datang kepala dua! semoga mimpi-mimpi yang kita renda sebelumnya segera menjadi nyata. Amiin^^

    ReplyDelete
  7. dua bulan sebelum umurku 20, aku gelisah, tidak bisa tidur, terus menulis hingga habis dua buku tulis.

    setelah ulang tahun yang keduapuluh, aku tinggalkan blogku, buku tulisku, pensilku, bahkan keinginanku untuk menulis untuk pencarian penting dalam hidupku.

    ReplyDelete
  8. #mudaberani: wehe.. sakral amat. trus gmn? udah ketemu hal terpenting yg mstri kmu cari dlm hidupmu?
    #lia: amiin.. :)
    #abang: dewasa, dewasa, dewasa, di postingan dulu itu abang kasi tau aku, dewasa itu cuma soal kesadaran hati dan pikiran, kan?
    #mai: heheh.. iya. yang pasti semakin merasa tua, ya? hahah..
    #bongjun: yahsuuuuuuu.. how r u? XD
    #miwwa: itu kenapa dibilang tua itu pasti dewasa itu pilihan. xp
    #rakun: hahaha.. baiklah, :)

    ReplyDelete