April 24, 2011

A Long Visit

seorang ibu tahu segalanya. seorang ibu tahu kalau anaknya sedih. jika anak sedih, hati ibu juga merasa.
seorang ibu, tahu segalanya...

rasanya lucu sekaligus terharu melihat seorang ibu dengan anak perempuannya yang sama-sama keras kepala terlibat pertengkaran dan saling tidak mau kalah. bagaimana saling berteriak menjadi cara mereka saling mengungkapkan cinta. namun pada akhirnya, seorang ibu pasti selalu mengalah, melepaskan egonya. tidak lantas berhenti memanggil anaknya untuk turun makan meski hatinya sedang kesal. tidak lantas berhenti membuatkan makanan meski terkadang tidak jarang anak-anaknya merengek-rengek minta makan di luar.

Bisa jadi, Ji-Suk merupakan anak perempuan paling beruntung. Ibunya begitu bangga dan mengasihinya, selalu berkata dengan lembut dan kelihatan penuh cinta. bahkan pun ketika mereka sedang bertengkar, ibunya akan segera sadar kemudian membujuk anak perempuan kebanggaannya itu dengan penuh kelembutan.
Ibu Ji-Suk sendiri merupakan representasi dari perempuan desa pada umumnya. sederhana, kikuk dan mak irit sekali. tongue melihat Ibu Ji-suk tak ubahnya seperti melihat kakak Ayah saya yang tinggal di sebelah rumah, sangat perhatian meskipun sering repot dengan hal-hal remeh temeh yang di mata lelaki seringkali dianggap mengganggu sekali. tipikal perempuan yang akan membawa banyak sekali barang ketika berpergian dan membuat orang-orang merasa sesak nafas demi melihat betapa repotnya dia.

sewaktu Ji-Suk harus ke Seoul untuk melanjutkan kuliah, ibunya membekalinya dengan banyak barang bawaan. diantaranya manisan buah kaleng kesukaan Ji-Suk yang sebenarnya dapat dibeli di tempat tujuan. Tapi begitulah Ibu Ji-Suk, tidak akan rela melihat anaknya repot meski hanya untuk membeli buah kaleng kesukaan untuk dirinya sendiri. Tidak mengapa dirinya repot asal anaknya bisa hidup tenang sejahtera. dan di salah satu tas diantara 2 tas dan 1 koper itu, ibunya menitipkan surat.

hati saya sudah gerimis sampai disini. menyaksikan Ji-Suk yang seringkali mengeluh malu ketika menemani ibunya ke pasar dan gontok-gontokkan hanya untuk memperjuangkan 10 sen lebih murah harga tauge menangis memeluk kertas dan kemudian menemukan di dalam tas itu tersimpan ratusan 10 sen yang diperjuangkan ibunya untuk Ji-Suk. 10 sen yang seringkali Ji-Suk herankan, "apa gunanya menawar sekuat itu hanya untuk 10 sen saja?"

dan semenjak itu, Ji-Suk selalu tahu, bahwa betapapun aneh ibunya, perempuan itu selalu berjuang untuknya.
"kapanpun aku sedang susah ibu akan selalu menghiburku. jika aku menangis, ibu akan menangis lebih dariku. saat aku sedang sedih hatinya juga pasti ikut sedih. Itulah seorang ibu." -JiSuk-
dan benar. Itulah seorang ibu.

buku yang saat ini ingin saya baca, buku petir-nya dee, dengan alasan penasaran baru selesai membaca akar. ;p
"Diikutkan dalam Kita Berbagi yang di selenggarakan Cyber Dreamer" (http://cyberdreambox.blogspot.com/2011/04/kita-berbagi.html)

6 comments:

  1. Terima kasih udah mengikuti "kita berbagi"

    Semoga apa yang kita tuliskan selalu dapat memberikan manfaat tersendiri bagi pembaca dan juga berbagi ilmu melalui tulisan lebih digalakkan lagi ^^

    ReplyDelete
  2. sukses untuk giveawaynya melyn. moga menang yah

    ReplyDelete
  3. kalo ditonton bareng mama, mungkin bagus juga nih.

    ReplyDelete
  4. baca sinopsis nya aja udah sedih hehehee...

    ReplyDelete
  5. Baca sinopsis nya aja udah sedih hehehee....

    ReplyDelete
  6. #kak mila: heheh.. gitu deh, xp
    #ra-kun: perhaps, :)
    #kak nova: amiin. heheh.. cuma pengen ikutan berbagi aja kak.
    #inge: sip! mari berbagi lebih banyak. :))

    ReplyDelete