May 10, 2011

*05: pantaaai banzaiiii.. =D

aku masih terheran-heran bagaimana bisa Tuhan begitu gampangnya mengabulkan doa. dua postingan ke belakang sebelum postingan ini, aku masih ingat betapa inginnya aku main ke pantai. dan kalian tahu? aku baru pulang dari pantai.

rasanya udah bertahun-tahun sejak terakhir kali aku melihat pantai. pantai terakhir itu namanya bira. oke, ralat: pantai bagus terakhir itu namanya bira! iya benar, pantai yg postingan liputannya belum selesai-selesai itu. haha.. tapi nama pantai bagus kali ini lain lagi, namanya menganti, kalo bang hilmy menyebutnya PANTURA, pantai utara australia. kalo kak adhi menyebutnya PANTURA juga, pantai australia utara, tapi aku, menyebutnya pantai float vanilla tongue

seperti soft es krim vanilla depan shopping centre yang meleleh-leleh menumpahi karang


Hari minggu kemarin total senang-senang, menjelajah betul-betul mirip bolang. euforianya masih terasa. histeria ketika akhirnya mendapati horizon antara bumi dan langit itu juga belum kulupa, laut! aku bahkan kepingin nangis saking senangnya. rasanya betul-betul rindu.

ini kali pertama aku ketemu laut bagus di pulau jawa. pantai yang kontennya bukan cuma sekedar pasir, angin dan ombak besar mematikan. di aceh dulu, aku bisa ke pantai kapan pun aku mau. seringnya malah hampir tiap minggu. pelabuhan ulhelhe cuma beberapa kilo jaraknya, ditambah lagi gampang aksesnya. mau ke lhoknga palingan enggak sampai 30 menitan. yang aku tahu, di jogja pun banyak pantai bagus. sundak yang direkomendasi kak adhi faktanya memang sekalipun belum pernah kujelajahi. yang pasti nanti. tapi yang jelas, hari minggu kemarin sampai juga aku ke menganti.

kami bergerak dari rumah kak iftin sekitaran pukul 10an. perjalanan ke menganti memakan waktu sekitar 40 menitan dengan medan tanjakan dan turunan yang curam, mengingatkanku pada jalan menuju nol kilometer di pulau weh yang berpagar jurang dan hutan-hutan, beberapa bagian jalan bolong dan becek akibat hujan besar tadi malam. untungnya, tukang ojek yang aku tumpangi seperti sudah hapal jalanan menganti, aku menyebutnya bang hilmy Rolling

pemandangan langit-laut biru diantara dua bukit menjadi tanda kami hampir sampai. seandainya bisa melonjak-lonjak girang diatas upa yang sedang berjalan, pasti sudah kulakukan. sayangnya tidak bisa, jadinya aku cuma menjerit-jerit senang saja Head Spin. dan di atas sebuah tanjakan tempat kak adhi berhenti demi menunggui kami, ada venue yang betul-betul mantap kali, sayang kami enggak berhenti. perjalanan tetap dilanjutkan sampai akhirnya kami sampai di sebuah tempat dengan plang pelelangan ikan. perahu-perahu biru berjejer-jejer memenuhi pantai di sebelah kanan.

aku membaui amis ikan yang membikin kepingin muntah itu dengan rakus. aroma nya lebih tajam dari bau pelelangan ikan manapun yang pernah aku datangi, rasanya senang sekali. begitu memarkir motor dan singgah sebentar ke toilet dekat parkiran demi memenuhi panggilan alam, kami berjalan menuju mercusuar. matahari siang itu sedang terik-teriknya, kami berjalan kaki melewati jalanan menanjak itu dengan susah payah. di sebelah kanan ada semacam terasering yang sedang ditanami tumbuh-tumbuhan. kata bang hilmy, ini tanaman pace, tapi kata ibu penjaga warung yang kami datangi sebelum pulang, kalau tidak salah dengar itu tanaman nyemplungan, semacam tanaman yang memabukkan, mendengar itu aku langsung melirik kak adhi, kemudian menambahi, "kalau di aceh mungkin semacam ganja." Devil



oiya, kak adhi teman bang hilmy ini adalah orang yang akan meramaikan trip jawa-sumatera kami. dia udah pernah beberapa bulan tinggal di aceh pasca tsunami. railfans dan bismania juga, bisnonekonomimania ding peace sign. haha.. kubayangkan diriku nanti jadi semacam putri salju yang dijagai oleh dua kurcaci raksasa. cihuilah!

begitu sampai mercusuar, kami langsung bikin kaplingan dibawah bayangan tiang yang agak teduhan. pemandangannya mantap jaya, ngobralngobrol kesana kemari dihela angin sepoi-sepoi, efek sycamore tree itu datang lagi, maunya selamanya disini, enggak pulang-pulang lagi. angin kencang, asin pantai, suara ombak yang menyambar-nyambar, kesemuanya menyegarkan dan membuat nyaman. komposisi terbaik untuk tidur siang. konon, dari puncak mercusuar pemandangannya lebih spektakuler, sayang kemarin itu keberanianku melesap lenyap demi melihat anak-anak tangga besi yang mesti kurayapi, teringat film sanctum yang kutonton tempo hari. dan sekarang rasanya menyesal, pokoknya, kalau ada lain waktu aku ke menganti lagi, harus naik ke puncak mercusuar. tidak ada alasan!
di bukit tempat mercusuar itu, juga banyak muda mudi yang bertingkah kayak sepasang kucing keracunan lem kanji. yang kerap kali bikin aku merasa geli sendiri.





ibarat sholat idul fitri, jalan pulang mesti beda sama jalan pergi. turun dari mercusuar kami memilih jalan alternatif merintisi ilalang dan karang. sampai disini, ombak serasa begitu dekatnya menyambar-nyambar, seperti rakus ingin melahap orang. karang-karang yang berderet di pantai warnanya hitam pekat, seperti hajar aswad. di atasnya banyak binatang kecil-kecil menempel di batu, semacam microsiput air asin. ada juga kepiting hitam berukuran sedang sampai kecil-mungil ngegemesin. di tengah jalan dalam rimbunan batu karang, ada spot yang agak rendah dan tergapai ombak, seorang kakek mendatangi kami dan memeberitahu bahwa beberapa hari lalu disitu ada tiga orang yang terseret masuk laut, tepat di titik kak adhi berdiri membelakangi ombak untuk di foto bang hilmy. mendengar itu, aku langsung cepat-cepat bergerak berpindah tempat.

pantai menganti adalah jenis pantai berpasir putih, tapi kalau kubilang, pantai ini berpasir serpihan kulit kerang. ombak yang besar menyeret kulit-kulit kerang yg sudah terhantam karang sampai ke pantai. kata seorang bapak yang ditemui bang hilmy, akan ada pertandingan surfing tanggal 18 nanti.
selama ini, menganti dikenal sebagai pantai yang belum padat oleh wisatawan, bukan seperti pantai karangbolong dan beberapa pantai lain yang berada di garis pantai yg sama dengan letak yang lebih dekat dan jalanan yang tidak terlalu rusak. tapi sekarang ada jalan yang akan dibuat untuk akses ke mercusuar. naga-naganya, setelah jalan itu di aspal, pantai menganti akan lebih ramai.

ngeri membayangkan akan seperti apa pantai menganti nanti, ramai, penuh, suram dan banyak sampah. menurutku, pantai selalu bisa lebih indah tanpa terlalu banyak tangan manusia.


model iklan poccari sweat - model iklan extra joss Idiot




by the way, poto2 keren ini diambil oleh bang hilmy dan kak adhi.

8 comments:

  1. keren nih pantainya...
    mau ah kesana :)

    salam kenal,
    Didi
    http://thelanguageinstitute.blogspot.com/

    ReplyDelete
  2. emang keren, ini pantai letaknya di sebelah utara pulau australia, kapan2 main ya..XP
    salam kenal juga.. :)

    ReplyDelete
  3. di mana tuh?? sebelah utara pulau australia???
    *ambil peta*
    *mikir*
    *ngiler*
    xDDD

    keren banget pantainya!! :D

    ReplyDelete
  4. #abang: yg mana? yg mana? yg ngojek di menganti pake upa itu? :P

    #meg: heheh.. sebelah utara pulau australia pokoknya xp

    ReplyDelete
  5. sayang beberapa saat lagi ketika akses semakin di buka, maka pantai itu akan menjadi pantai komersil yang biasa-biasa saja..

    ReplyDelete
  6. trip jawa-sumateranya kapan?

    ReplyDelete
  7. #mas rizky: bulan juli mas. :D
    #kak adi: betul sekali :(

    ReplyDelete