May 10, 2011

*06: سفر

سفر
kata-kataku saat ini adalah سفر

aku baru menyadari bahwa ternyata aku sedang berada pada titik begitu tergila-gila pada perjalanan. kalau ditanya apa hal paling romantis di seluruh dunia, jawabanku tentu perjalanan. aku teringat berjuta-juta hal manis yang kutemukan dalam perjalanan oranglain yang bersinggungan. bahkan hanya dengan menontn saja, aku sudah bisa merasakan kemanisan yang sama.

dan satu hal paling menarik yang paling aku suka dalam perjalanan ialah menontoni laki-laki menjagai perempuan mereka, atau perempuan teman mereka, atau perempuan itu temen mereka sendiri. hebat, menyaksikan laki-laki bisa bersikap manis. atau barangkali aku memang sangat suka melihat perempuan diperlakukan dengan manis. karena yang aku tau, perempuan lebih sering diperlakukan dengan tidak layak, dan cuma di perjalanan itu lah seringnya aku menemukan perempuan diperlakukan dengan cara sepantasnya ia diperlakukan.

aku ingat seorang lelaki umur 30an yang kutemui diatas kereta api. berdiri disebelah perempuan yang ia jaga, menungguinya, menyediakan pinggang untuk dipeluk dan bersandar. kemudian memperhatikan dengan muka seperti apa lelaki itu membelai rambut si perempuan, berharap perempuannya bisa tidur nyenyak meski dalam posisi tak enak. aku merinding ingin nangis. menyadari betapa lelaki itu pasti kelelahan, tapi yang lebih terang malah kebahagiaan.

dan dalam perjalanan, momen2 seperti ini bertebaran. kemanisan-kemanisan yang sama dalam macam-macam variannya, entah itu pinjaman bahu, sebuah tempat duduk, sampai sekedar keterjagaan ketika perempuan tidak lagi bisa mempertahankan sadar.

sungguh-sungguh manis,
kan?

hal lain lagi yang berhasil kukutipi ialah betapa Tuhan sungguh-sungguh pemurah pada mereka yang jauh dari rumah. aku tidak tau apa korelasinya, tapi yang jelas aku selalu merasa lebih bisa menyukuri lebih banyak hal di dalam perjalanan dibanding hari-hari biasanya, lebih mudah merasa cukup, lebih jarang mengutuk. bahkan meski itu hanya sekedar sebuah senyum atau sapa dari penduduk asli sebuah kampung di subang sana yang kukutipi pagi-pagi ketika bis yang kutumpangi macet dan tidak bisa jalan lagi.

mendapati betapa banyak kebaikan Tuhan yang dititipiNya lewat menusia-manusia lain yang kutemui dalam perjalanan sampai-sampai manusia itu tampak seperti pahlawan, dan aku sering menemukan pahlawan-pahlawan itu.
dalam bentuk pakcik supir taksi ketika kami harus tampil di asrama Universitas Kebangsaan Malaysia, dalam bentuk lelaki seumuran papa yang tiba-tiba ada dengan vannya ketika aku bahkan sudah merasa ikhlas saja kalau harus berkeliaran sepanjang malam di daerah china town karena tidak tahu jalan pulang. aku selalu menemukan orang-orang baik semacam itu. juga dalam perjalan pulang dari kebumen pada minggu malam. seorang teman perjalanan yang bisa menjagaiku tidur serta sebuah tumpangan sampai gang depan kosan. serupa berkah yang tidak disangka-sangka.

aku mengimani bahwa dalam perjalanan selalu ada solusi tidak terduga yang disodorkan Tuhan dengan tiba-tiba melampaui solusi yang kita punya.
Sungguh Betapa Pemurahnya!


kamar 14 mahendra bayu pukul 7:33
mau mandi tapi mesti nunggu antrian
mending bikin sarapan Hungry

3 comments:

  1. sebuah perjalanan bisa membawa pencerahan lho..

    ReplyDelete
  2. ya sih.. so sweet banget. tapi klo liat yg begituan, sementara kita lg sendirian yg ada malah sebel ngiri hahahaaa.....

    ReplyDelete