May 14, 2011

*08: makan

aku mendapati diriku sekarang selalu menjadikan waktu makan sebagai sebuah kesenangan. bagiku, makan beberapa waktu ini bukan lagi soal melenyapkan lapar yang seringkali membuat konsentrasi hilang. tapi lebih sebagai pemenuhan atas apa yang aku inginkan. tepatnya apa yang aku ingin makan.

selama ini aku adalah salah satu anggota jemaah sebuah sekte yang mengimani bahwa makan bersama akan membuat makanan apapun bisa terasa enak berkali lipat. sampai sekarang kepercayaan ini masih kuimani. toh, sewaktu di jakarta dulu aku pernah menahan lapar dari pagi sampai sore hanya karena tidak berselera dan tidak ada teman makan juga.

tapi yang aneh, beberapa hari kebelakang aku malah lebih sering menolak ajakan makan bareng teman-teman hanya karena ada makanan yang ingin aku makan. bahkan kemarin siang aku berkeras menunda waktu sarapan beberapa jam hanya demi menunggu matang sayur bening ibu kantin.

sejauh sekarang, hal semacam ini masih menyenangkan.
rasanya seperti ibu-ibu hamil yang ngidam dan kemudian mendapatkan apa yg ia idamkan. belakangan ini aku mulai kenal dengan perasaan semacam itu. kesenangan ketika akhirnya berhasil mendapatkan apa yang kuidamkan. berhasil memakan apa yang ingin aku makan.
memang terkesan individualis, terlihat terlalu skittish.
tapi kupikir barangkali ini memang macam perasaan yang baru bisa didapat hanya ketika kita memilih untuk sejenak individualis dan menjadi skittish.

biarlah,
dinikmati saja.
nanti toh ada batas basinya.

43 menit lewat waktu sarapan favoritku
masih kepingin roti bakar keju-keju depan gading mas yg aku idamkan sejak tadi malam
sayang, bukanya cuma setelah matahari hilang :(

4 comments:

  1. asal sejenak ndak apa.

    awas di sumatra minta macem2.

    ReplyDelete
  2. abang: oo.. tidak bisa. buat apa bawa dua pengawal, kalo ga bisa minta macam2. ;pp

    uni: iya unii.. hihi..

    ReplyDelete