May 17, 2011

acak

sekarang jam 19:39 dan aku baru pulang dari kampus. h-2 dari keberangkatan ke ciamis bikin latihan hari ini memulangkanku dalam keadaan tenaga tanpa sisa (tapi posting masi bisa ;p)

hari ini agak out of handle dari biasanya.
dimulai dari perampokan di gading mas senilai enampuluhlimaribu duaratus rupiah siafng tadi. emang selalu gini kalau ke gading mas dalam keadaan labil. selalu merasa dirampok untuk hal2 nggak terduga yg engga terdefinisi dimana pentingnya. haduh! -___-"

kemudian, situasi "semua-baju-kotor-dan-sedang-dilaundry" bikin aku datang latihan dengan kostum enggak matching dari atas sampe bawah. kerudung merah bata, hem item imaba, jins biru (iya, hari ini pake celana, roknya kotor semua) daaann sendal buluk kamar mandi warna ungu yang kebesaran dua nomor. jadilah hari ini aku gentayangan dari kosan ke gsp sambil gendong aqua ukuran 1,5 liter macam emak gendong bayi yg masih merah.

latihan yg seharusnya dimulai jam 2 di GSP malah jadi jam 3an di MEC. pasalnya, GSP hari itu dipake buat sosialisasi peluang studi di jepang, jadi untuk menghindari resiko di gelandang satpam, akhirnya kami mutusin untuk mengalihkan tempat latihan. dan 1 hal engga terduga menyapa lagi. hari ini hari raya nyepi jadi gerbang masuk jalan humaniora digembok. pintu selatan FIB lebih-lebih lagi, cuma bisa dilewati dengan melompati pagar merah yg kanan kirinya kawat duri. jadilah akhirnya aku manjat tembok batu setinggi dada dan merayap-rayap di sisinya berharap enggak ada bagian bajuku yg tersangkut kawat. disinilah, keberadaan celana baru terasa berguna. hahaiy!

dan karena hari ini cowok2 nggak ikut bareng latihan, jadi murni 3jam-an latihan dipake buat latihan cewek sampe 4-5kali uji gerakan dari awal sampe selesai (aku lebih satu karena ngegantiin posisi tika yg hari ini menghilang tanpa kabar entah kemana). badan rasanya remuk sempurna.

aku pulang dengan latar belakang suara adzan dan perasaan melayang kepingin pingsan.
yah, hari ini enggak jadi ikut maiyahan.

kamar 14 mahendra bayu.
sesaat sebelum mandi, menunggu nasi turun dulu.

No comments:

Post a Comment