May 25, 2011

menceracau sebelum pergi kuliah

rasanya selalu diliputi oleh perasaan ringan yang menyenangkan setiap kali selesai menuntaskan cucian-cucian dalam rendaman. mengenyahkan tumpukan pakaian kotor yang menggunung di atas jemuran handuk yang menyender pada dinding putih dan terbebas dari perasaan tertekan dari pertanyaan kaos kaki mana yg akan dipakai hari ini? hahah...

aku baru saja menemukan bahwa ternyata obat kemalasan itu hanya sesimple mengabaikan kemalasan itu sendiri. haha.. iya! hal sederhana yang kemarin2 terasa bukan main susahnya.

semalaman tadi waktuku habis untuk gelinding sana sini mengumpulkan tekad mengerjakan tugas morfologi. guling-guling yang kemudian berakhir pada mematikan laptop-lampu dan mengatupkan kedua mataku. berharap bisa terbangun sebelum subuh dan mengerjakan tugas morfologi itu dengan semangat penuh. sayang, alarm yang kupasang ternyata tidak mempan. jadilah semalam itu, aku tidur 8jam macam bayi seperti tiga hari belakangan ini. Doh

dan pagi ini aku berniat lebih giat minum obat anti-malas tadi, yaitu tidak memberi ruang pada rasa malas itu sendiri. ada banyak yang mesti dikerjakan. ada ganjalan yang mesti dituntaskan. ada deadline yang mesti dikejar. ada banyak kompetisi tulisan yang aku kepingin ikutan.

aku cuma perlu memutup pikiranku (dari memikirkan rasa malas) dan bergegas ke arah produktifitas.
ini mudah! bismillah..

ditulis separuhnya dengan laptop yogi di bangcok kemarin sore
dilanjutkan pagi ini sembari mengumpulkan materi untuk deadline-deadline di hari jum'at

No comments:

Post a Comment