June 8, 2011

bulan sabit merah

aku engga tau sejak kapan aku mulai menaruh perhatian kepada bulan dengan kadar yg sedikit keterlaluan. yang aku tau hanya tiba-tiba saja bulan sudah menjadi sebegini mempesona.

yang aku tau, tiba2 saja bulan sudah membuatku sadar betapa sesuatu yang hanya sekedar memantulkan pun bisa berkali lipat adorable dibandingkan ia yg memiliki cahayanya sendiri; matahari.

well.. meskipun ini bukan berarti aku membenci matahari.

barangkali sekarang aku hanya sekedar menggemari bulan. menggemari sesuatu yang dingin, mencekam, dan asing. seperti sepi, seperti sendiri, seperti hari-hari belakangan ini.

aku juga menyadari bahwa diam2 ternyata diriku mulai berdamai dengan segala ketidakteraturan. ketidakproduktifan. kebiasaan-kebiasaan yg tiba2 membiasa dan terasa sakit jiwa. situasi blank dan out of the space yg bzzzzzz, dan ngiiiiiiiiiingggg... persis stasiun TV di pagi buta.

dalam filosofi kopi kutemukan bahwa segala sesuatu memerlukan jeda, dan kurasa, ini lah jeda-ku, sebuah spasi yang kubutuhkan itu.

bulan malam ini sabit merah.
aku engga tau apakah ini ada artinya, tapi yang jelas hari ini ia kelihatan indah dan kelihatan lebih hangat dan ramah dari biasanya.

atau yg merasa begini cuma aku aj?

kamar 14 mahendra bayu pukul 02.40
mulai mengantuk.

2 comments: