July 25, 2011

00:53

foto-foto mereka waktu di bunaken itu sudah di upload.

mana aku tau kalau rasanya ternyata sebegini ini waktu menolak rayuan pulang ke makassar waktu itu. waktu mama bilang "nanti dari makassar kita ke bunaken dulu sebelum ke manado." T.T

ternyata keputusanku waktu itu bukannya tidak terlalu bodoh melainkan memang benar-benar bodoh.
manusia cerdas mana yang mau menukar rayuan bersenang-senang menyelami eksotisnya bunaken beserta segala limpahan kemudahan dengan trip sumatera yang belum-belum sudah kelihatan penuh dengan ketidakjelasan serta kesulitan-kesulitan yang menjanjikan?

aku tau tidak seharusnya aku mengutuk-ngutuk sekarang sementara dulu sudah menolak rayuan bunaken itu dengan hebat macam pak lurah yang menolak uang suap. tapi faktanya aku mendownload tiap gambar itu satu per satu dengan rasa iri yang aneh. tidak mau lihat karena tidak ingin merasa iri, tidak mau merasa bodoh sendiri, tidak ingin merasa merana seperti ini tapi faktanya aku masih bertahan. aku tetap mendownloadnya satu per satu untuk kemudian aku upload disini. dan sialnya tetap merasa iri.

lantas kalau sudah begini, apa tidak apa-apa kalau aku menyebut bunaken curang juga?
seperti kebun teh di malino itu.


baiklah, barangkali tidak masalah ini setengah bodoh atau memang benar-benar bodoh.
aku hanya tidak perlu menyesal,
karena aku sudah memutuskan.
(seharusnya)


sudah lewat tengah malam masih di dalam kamar yg berantakan
membayangkan apa rasanya berenang bersama anemon warna warni yang berseliweran T.T

No comments:

Post a Comment