July 17, 2011

03.10 di malam nisfu

akhirnya saya bisa nonton tangled sampai selesai tanpa harus merasa khawatir tentang keharusan beraktifitas begitu pagi esok hari. tanpa harus berlagak seperti pencuri waktu di tengah keriuhan dalam sekre yg mulai terasa seperti rumah itu.

yap! seminar internasional bahasa arab IMLA ketujuh selama tiga hari ini akhirnya selesai.

saya senang.

tapi,
entah bagaimana caranya melepas pembiasaan-pembiasaan tiga hari kemarin sementara saya sudah mulai menerima sempitnya masa yang mengacau rutinitas mandi pagi saya yang biasanya memakan waktu lama. bagaimana rasanya kelak kehilangan dorongan entah dari mana yang menegakkan tubuh saya setiap paginya, memaksa untuk memulai hari secepatnya. bagaimana melepas posisi asisten mas abe yang tiba-tiba melabel dengan sendirinya itu.

sejujurnya, saya memang belum mau kehilangan bermacam-macam hal seru dalam masa rusuh itu. segala keriuhan dalam petak 3 kali 3 meter yang menghadap convension hall dan sejajar dengan ruang operator. keriweuhan menghadapi orang-orang arab yang keras wataknya, bahkan meski hanya mendengar ceritanya saja, saya ingin menikmati itu lebih lama.

saya merasa belum cukup banyak belajar betapa juklak/juklis itu benar-benar diperlukan dalam setiap kegiatan. betapa instruksi yang jelas kepada panitia lapangan itu perannya sungguh-sungguh signifikan. dan yap! betapa mengingat jobdesc masing-masing itu sebegitu penting.

saya merasa belum banyak belajar dari kepanitiaan yang susunan acara penutupannya saja tidak jelas durasi waktu per-sesi nya ini. yang koordinatornya saja bisa salah memberikan instruksi. yang, data jumlah panitianya saja ternyata tidak lebih lengkap dari data peserta.

saya perlu merasakan rusuh itu lebih lama, menganalisa agar kelak dapat menghindari situasi kurangnya konsolidasi, koordinasi dan mis-intruksi semacam ini.

dan ahh.. saya juga belum banyak belajar tentang sabar dan merelakan. saya rasa saya memang perlu lebih banyak hal-hal seperti ini lagi.

bagaimana mengikhlaskan pekerjaan yang membuat pegal itu untuk tidak jadi dipakai. barangkali saya memang perlu untuk diminta membuat begitu banyak salinan kwitansi untuk menjadi mengerti bahwa tidak dipakai tidak berarti kerja keras kita kehilangan harga.

saya memang jadi belajar sabar dari tugas keroyokan membuat nomor meja itu. ketika kak fahmi yang membuat desainnya ternyata tidak makan waktu sampai berjam-jam, pakdhe yang buat bentuknya bahkan hanya memakan waktu sebentar, tapi kenapa saya yang begitu sial mendapat jatah mengetik tulisan yang mesti di revisi berkali-kali macam orang bikin skripsi, bahkan ketika nomor meja itu sudah benar-benar jadi.

barangkali saya memang perlu merasakan itu lagi hanya agar mampu melewati itu tanpa harus merasa kesal dan terganggu.

tapi setidaknya saya sudah merasakan rasa syukur atas setiap senyuman langka yang bisa ada dengan ajaibnya. saya jadi bisa tahu bahwa pak masruhi itu ternyata bisa lucu juga, dan mas abe ternyata bisa kehilangan senyumnya. saya belajar memperlakukan hati saya agar tahan terhadap bentakan, mengabaikan perlakuan-perlakuan tidak menyenangkan yang disebabkan emosi pada masa rusuh-rusuh itu.

saya memang merasa belum cukup menikmati eksotisnya orang-orang arab itu. menikmati sorban-sorban dan gamis putih membaluti tubuh besar tinggi yang kata mbak laila berkemampuan membikin ngeri novia kolopaking sampai ia turun panggung tepat begitu lagu selesai. saya memang belum puas mengagumi kecantikan perempuan bercadar dengan gamis warna langit pagi hari itu, yang dari dua matanya saja sudah memancar cantik yang luar biasa.
tapi setidaknya saya jadi tahu ada orang arab yang seunik kak hanan. setidak-tidaknya saya sudah berkenalan dengan rezvan dan menemukan sendiri bahwa ternyata ada orang-orang yang bisa tidak menyukai ahmadinejad di iran.

setidaknya saya sekarang sadar betapa ternyata agama saya sudah menyediakan pintu keramahan yang lebih hangat dari sekedar senyuman; salam. sesuatu yang pelan-pelan mulai membuat saya ketagihan dan semoga dapat dibiasakan. =)

dan masa-masa rusuh itu ternyata memang sudah berlalu, saya harap semua orang bisa menemukan pembelajaran mereka juga, meski hanya satu.
dan semoga, segala kerja keras yang pernah ada itu barakah dan jadi pahala.

sudah dekat jam 4.
semangat malam nisfu sya'ban.

5 comments:

  1. jika ini adalah hasil masakan yang diperagakan para master chef dalam acara tv swasta itu...

    maka... sebagai seorang chef juno, yang galak luar biasa itu... saya mengatakan bahwa hasil masakan ini sangat fantastis...

    ada crispi di luar yang membuat orang tertarik untuk turut merasakan...
    tetapi ada juga rasa pedas yang nendang, ala sambal pak isnen, yang membuat kita kepanasan dan benar-benar megap-megap...
    akan tetapi masakan ini diberi saus yang luar biasa nikmat bernama candaan dan kegilaan serta hal-hal ajaib di luar kebiasaan...

    inilah proses untuk menjadi lebih baik...

    agar menjadi seorang master chef, dia harus cepat, tepat, kreatif dan mau menerima pendapat...

    terima kasih dan maaf, telah menjadi orang paling "perusak kesenangan orang lain"

    ReplyDelete
  2. melyn nggak ngerti mas. ngertinya cuma mas abe itu emang nominasi pertama kalo soal perusak kesenangan orang. ;pp
    btw, masakan disini metaphore dari apa ya? =E

    ReplyDelete
  3. hehehe.....

    hahhaaha....

    cuma bisa itu

    ReplyDelete
  4. tambah satu lagi mel.... muter-muter kursinya belum.... berjalan dengan kursi seperti orang sakit dengn kursi roda.. yang ternyata ditirukan beberapa orang (baca: mba Lely).

    belum lagi dengan perilaku 3 orang iran yang tiba-tiba mengeroyokku dan mereka berkomunikasi dengan bahasa farsi.. entah apa yang mereka bicarakan, aku kagak tahu sama sekali... andai saja di jurusan ada mata kuliah bahasa farsi, pasti aku ambil... huft... juga jangan lupa dengan Mujamalah orang-orang arab, jika mereka diberi kebaikan... sampai-sampai mereka minta alamat email, ngasih makanan (marshmellow alam Iran, untung aku dapat 4 biji)..ahahah

    ReplyDelete
  5. buat apa minta alamat imel kak? aku ndak diminta?=p
    udah dapet marsmallow 4 masih minta punyaku yg baru makan 1. =Y
    btw, soal bahasa farsi, aku juga mau belajar itu. itung-itung jurusan lagi bikin kurikulum baru, kan? =D

    ReplyDelete