August 30, 2011

Kak Adhi, Bang Hilmy dan 9 Hari.

Kata orang, salah satu cara terbaik kita bisa mengenal seseorang adalah lewat perjalanan. Teori ini sudah kupercaya lama, dan sekali lagi terbukti kebenaranya.

9 hari aku ber-perjalanan bersama Kak Adhi dan Bang Hilmy. Menyusur Sumatera.

Menyusur Sumatera sebenarnya sudah jadi ambisi-ku sejak awal semester 1. Waktu itu niatnya enggak muluk-muluk, asal sudah bisa pulang kampung naik bis dari Jogja ke Medan saja rasanya sudah hebat. Tetap judulnya menyusur Sumatera meski faktanya cuma lewat.

Ambisi menyusur Sumatera ini tiba2 mulai terasa nyata dalam perjalanan rihlah ilmiah ke Jakarta. Soal itu, udah pernah aku posting membabi-buta disini. Singkatnya, akhirnya tanggal 28 bulan Juli kemarin aku memulai perjalanan ini bersama Kak Adhi dan Bang Hilmy. Dua orang mengaku ganteng yang sudah kuanggap seperti kakak laki-laki ku sendiri.

Aku kenal Bang Hilmy udah lebih dari 3 tahun. Agak susah menjelaskan bagaimana kami bisa kenal dan bisa jadi seakrab sekarang. Ini fakta yang baru aku sadar selama perjalanan, kebingungan setiap kali orang-orang bertanya "darimana kenal?"
Yang jelas Bang Hilmy itu adalah tempat aku sering berbagi hal-hal yang tidak jelas *kemungkinan besar ini karena Bang Hilmy memang orangnya enggak jelas. =p

Sedang Kak Adhi, aku kenal dari Bang Hilmy. Mereka -kurasa- akrab dari SMK. Pertama kenal Kak Adhi, aku langsung simpatik, orangnya baik, maumaunya temani aku balik ke jogja waktu main ke Menganti waktu itu. Dan akhirnya, setelah beberapa kali berkorespondensi *tulisannya kayak gini kan ya?* jadilah kami berangkat menyusur Sumatera bersama-sama.

Sebenarnya ada satu orang lagi yang harusnya ikut trip ini. Tapi karena yang bersangkutan sedang dalam misi mulia yang lainnya ;p ya terpaksa kami menikmati keseruan ini tanpa beliau. *nanti kita bikin trip ber4 ya kak! =9

Selama 9 hari perjalanan, selain cerita tentang Sumatera yang kami saksikan bersama-sama dengan mata dan kepala. Ada banyak hal lain yang aku dapat darisana. Tapi yang paling menyenangkan memang perasaan mempunyai kakak laki-laki yang dapat diandalkan itu. Bahkan dua orang sekaligus. Dengan dua karakter yang berbeda tapi sama baiknya. Yang satu pemalu, yang satu malu-maluin. Tapi kayak yang kubilang tadi, dua-duanya sama baiknya.

Makan bareng, takjub bareng, kecewa bareng, sedih bareng, capek bareng, kesel bareng, seneng bareng. Semua kebarengan itu bikin aku lebih kenal mereka.
Bahwa Kak Adhi yang kelihatannya cuek itu ternyata bisa ngelucu. Yang ternyata makannya sedikit bukan karena malu-malu, tapi emang porsinya segitu. Dan fakta tak terduga bahwa ternyata Bang Hilmy itu kocaknya minta ampun. Yang biarpun sering malu-maluin kayak gitu tapi paling legowo dijadiin sasak buat dipukul-pukul.

Juga ternyata Kak Adhi diam-diam orangnya memang perhatian, ini terbukti selama perjalanan. Bedalah sama Bang Hilmy yang sukanya ngejitakin sama ngupilin. Baiknya sih Bang Hilmy ini mau bantu ngangkut tasku sama dititip nyuciin baju *ahahah.. ini memang baik atau karena mental pembantu? (mumpung belom sungkem lebaran xP)

Terakhir, untuk Kakak sama Abang,
Kak Adhi,
Bang Hilmy,
makasih ya udah menjaga anak perempuan merepotkan ini dengan sangat baik.
makasih udah bersabar waktu moodku berantakan gara-gara datang bulan.
udah jadi tukang angkut carier dan tukang ojek yang benar2 dapat diandalkan.
uda mau jadi teman berebut durian sama tempat nitip cucian.
maaf enggak bisa jadi ikut ke sabang dan bikin kalian jadi pada kangen, kan? kan? kan? ehehe..

Jadi, kapan mau direpotin lagi sama adek yang satu ini? ;p

poto konyol Bang Hilmy-Aku-Kak Adhi di Minangkabau Village
nyolong dari facebook Kak Adhi ini ;p


Sudah jam 3,
bersama bunyi petasan yang bikin pekak telinga.

2 comments:

  1. aww... petualang nih anak satu ini. suka saya. :D
    salam kenal.
    eh... met lebaran ya. maafkan segala kesalahan saya :D

    ReplyDelete
  2. wohoo suka traveling jg? berarti kapan2 kita mesti traveling bareng anneysa!

    ReplyDelete