August 30, 2011

mau menulis apa ya? sudah dua hari ini semenjak pulsa modem akhirnya terisi aku cuma bisa menengok dashbord. tanpa tahu mau menulis apa. banyak sebenarnya yg mau kubagi, tapi rasanya semua cerita itu beku.

Atau, yang terjadi hanyalah jari-jariku mendadak kaku. keyboard perlahan-lahan menjadi sesuatu yang tabu.

tapi memang yang beku itu tidak akan mencair begitu saja hanya dengan dibiarkan, kan?
dibiarkan pun setidak-tidaknya mesti diterik matahari, baru dengan begitu dia akan cair sendiri.

jadi begini saja,
diluar sini sedang hujan. jatuh berat satu per satu ketika aku dan para sepupu sedang merusuhi rumah kak ningsih tadi. menajajah ruang tamunya, menjarah makanannya. seru sekali, sembari bermain-main dengan zaki dan ahi.
ahh, kak ningsih juga baru melahirkan lagi tanggal 14 kemarin yang itu artinya aku jadi punya keponakan baru. usianya belum sampai 3 minggu. namanya nabila.

dan di ruang tamu sekarang tengah ramai celotehan para orangtua. obrolan yang aku tidak pernah suka. tapi barangkali selamanya, dimana-mana orangtua memang seperti itu kan ya.

apalagi yaa?

mood di rumah sekarang jadi semakin sering berubah-ubah. kadang rasanya disini sangat nyaman. jadi tidak kepingin pulang. tapi kadang-kadang bisa berubah jadi minta ampun menyebalkan.
terlebih, wak nana sekarang sedang gencar-gencarnya terang-terangan menjodoh-jodohkan aku dengan salah satu keponakannya. rasanya jadi selalu serba salah, terus2an melarikan diri malah jadi dibilang macam2, tapi mau gimana lagi, aku kan memang enggak ada bakat kecentilan. =pp

ooh dan sekarang kak ningsih juga dengan entah bagaimana caranya mendadak jadi ikut2an menjodohkan dengan adik iparnya juga. dan tante aan malah menyodor-nyodorkan tentara.

yang benar aja!
umurku belum sampai 20, masa iya mereka semua sebegitu ketakutan kalau2 aku enggak laku!

tapi ngomong2 soal itu, kak ningsih hari ini sempat cerita gimana dia bisa nikah sama bang untung tahun 2008 kemarin. nyaris lengkap dari soal ngajuin proposal sampai sesi ta'arufan. dan gimana ditengah mampetnya izin sang ayah segala hal menyangkut persiapan malah dimudahkan. di waktu yang katanya cuma 2minggu itu.

dari dulu aku percaya pernikahan kak ningsih ini memang keren. tapi aku baru tau kalau ternyata pernikahannya jauh lebih keren dari yang selama ini aku yakini.

sekali-sekali aku juga pernah berpikir tentang yang macam ini.
ketika seseorang yang memang telah dipilihkan itu datang dan kita dengan kuatnya percaya bahwa memang dia orangnya. Dia orangnya.

ini bisa benar-benar keren kan? seseorang asing yang nyatanya terasa familiar itu. saat ketika banyak hal bungkam selain keyakinan, komitmen dan ikhlas.

wehehe, lagi2 postingan melantur ini meluber ke penjuru yang itu.
jadi kurasa memang lebih baik di sudahi saja sebelum menjadi terlalu panjang dan semakin spesifik tidak jelas juntrungannya.

tapi karena ini masih dalam rangka lebaran dan dari luar pun masih ramai suara orang takbiran. aku tutup ini dengan minal aidin wal faidzin ya.
semangat hari raya! =D

di sela suara orang takbiran
pukul 11 kurang enam

No comments:

Post a Comment