September 26, 2011

Menabung yang Menyenangkan

Walohaa!! Apa kabar semua?
Sekarang aku lagi nyantai di kamar, masih wangi habis mandi dengan rambut yang bahkan masih diringkus handuk. Bersuka cita mencobai shampo baru: B&B Kids aroma jeruk yang ternyata wanginya malah mirip sabun lemon yang biasa untuk cuci piring, wahaha...

Kali ini aku kepingin posting tentang salah satu trik menabung dari Mita yang sejauh ini berhasil kuterapkan hampir 1 bulan lamanya. Bertahun-tahun, soal nabung aku memang yang paling payah. 3-5hari pertama  bolehlah semangat 45 tapi hari ke6 dan selanjutnya biasanya udah mulai lupa dan akhirnya yg paling klasik, berakhir dengan menjebol bagian bawah celengan. Soalnya kupikir buat apa? nggak nambah-nambah, dibiarin di dalam celengan juga enggak bakal beranak-pinak macam mitos bulu kemoceng yang katanya bisa punya anak kalau dieramkan di halaman buku. xP

Baiklah, selanjutnya mari langsung saja. Trik yang diajarkan Mita sederhana sebenarnya. Aku kasih nama SERBU a.k.a SERunya 5riBU, *jengjengjengjeng...



Jadi sebenarnya ini cuma trik menabungkan uang 5ribu yang kita dapatkan. Jadi kalau misalnya habis belanja apa gitu kita dapet kembalian 5 ribu, uang itu mau nggak mau mesti disimpen untuk dijebloskan kedalam celengan maupun tempat penyimpanan lain, mau sarung bantal atau sarung beneran, belakang lemari, kotak sepatu, botol air minum bekas atau dimasukin kulkas. Kalau tempat nabungku sih, berupa celengan ungu gambar jerapah yang kukasih nama Jipa. Jadi ceritanya, setiap kali aku dapet uang 5ribu dalam suasana awal bulan, biasanya aku bakal "Asiikk bisa nabung, rezekinya Jipa nih" *langsung ngumpetin duit 5ribu biar nggak kepake buat yang lain-lain untuk kemudian dijebloskan kedalam Jipa begitu sampai kamar* Tapi kalau kebetulan pas lagi suasana akhir bulan, *baca: duit mepet, kiriman belom datang* maka biasanya aku pun akan... apa?! jebol bawah celengan? Wohoho.. tentu tidaakk! *membantah dgn intonasi bangga yang menjijikan* Sejauh ini, aku berhasil tetap menjebloskan 5ribu rupiah itu ke dalam Jipa, meskipun konsekuensinya kemudian aku akan menelusur setiap inci kamar hingga sela lipatan pakaian mencari-cari recehan yang dalam suasana awal bulan dengan pongah kuabaikan tercecer-cecer. *sebenarnya tujuannya juga untuk ini, biar bisa dicari-cari lagi kalau hawa akhir bulan mulai terang benderang =P*

Well, sebenarnya sih enggak mesti 5ribu. Bisa seribu, bisa 2000, 10ribu, 50ribu, atau 100ribu. Tergantung selera aja, cuma paling, kalau aku pakai metode 100ribu, paling2 aku masukinnya kalau enggak sambil nahan nangis ya sambil nahan frustasi. *gulung gulung*


Tapi yang pasti, lama-kelamaan, tanpa kusadari, memasukkan uang 5ribu ke dalam Jipa, pelan-pelan menjadi semacam suatu kesenangan. Aku enggak tau tepat atau enggak perumpamaanya, tapi mungkin hampir-hampir mirip kayak kesenangan ngasih makan binatang peliharaan. Iya, macam Jipa itu peliharaanku yang cuma bisa makan uang 5ribu, dan karena enggak setiap hari aku punya uang 5ribu, jadi kalo tiba-tiba punya, rasanya kejam aja kalau enggak dikasih ke Jipa.

Selanjutnya ya sama kayak konsep binatang peliharaan tadi, enggak mungkin kan ngebolongin binatang peliharaan sendiri.

2 comments:

  1. saya kalo lagi pengen melancong aja baru menabung, wkwkwkkwkwkwk

    ReplyDelete
  2. wehehe, biasanya sih aku juga gitu, kalau enggak untuk beli sesuatu ya untuk traveling kemana gituu eheheh.. tapi menabung yang kali ini sih masi belom spesifik mau dipake buat apaan, tp kalo gambaran kaburnya sih buat backpacking keliling asia tahun depan. Kamu kemarin keliling asia kan? bagi2 tipsnya dong fier. *melas* ;p

    ReplyDelete