September 1, 2011

Tuhan menyediakan ketenangan lewat langit siang-siang, lewat sinar terang rembulan, lewat bintang-bintang yang bergelantungan kala malam, lewat hutan, lewat sungai, lewat danau, lewat aroma tanah basah ketika hujan mulai mereda, atau sekedar gerimisnya yang baru akan kelihatan jika disoroti cahaya lampu.

Ketenangan itu juga disediakan dalam kata-kataNya yang turun sebagai wahyu, lewat shalat lima waktu, lewat rakaat-rakaat rindu di malam buta, lewat memikirkanNya.

Tapi kamu merupakan sesuatu yang berlainan jauh.
Kamu itu angin puyuh. Mengacau, memberantakan, membuatku kelimpungan. Seperti kue-kue kering dalam toples-toples di atas meja yang memicu rusuh para bocah. Atau juga seperti huru-hara ketika ada salah satu gelas berisi sirup yang tumpah.

Begitupun,
Aku senang kebetulan membuat kita dua kali berjumpa lagi hari ini.


maghrib-maghrib di kamar tengah
lewat modem dan laptop papa

No comments:

Post a Comment