October 27, 2011

Metodologi Penelitian Bahasa

Saya tahu bahwa selalu ada tahap-tahap frustasi yang tidak bisa dihindari.

Tetapi kalau saya bisa mendekam di kamar berhari-hari karena matakuliah komposisi dan pada akhirnya menemukan tema proposal penelitian yang selanjutnya malah dikategorikan sebagai salah satu yang layak dilanjutkan untuk skripsi, saya juga pasti bisa melewati ini.

Meski saya sudah mangkir hampir 3minggu dari deadline yang dijadwalkan.
Kenapa sampai bisa sejauh itu?
Yang saya tahu, tahap-tahap mencari ide memang sebegitu menyiksa sehingga -mungkin- secara tidak sengaja alam bawah sadar saya menolak memikirkannya. Terus-menerus.
Tapi sekarang tidak boleh mangkir lagi karena mau tidak mau, suka tidak suka, seseorang memang harus mulai menghadapi dan tidak boleh lari lagi.

Perlu saya tegaskan bahwa saya bukannya tidak melakukan apa-apa. Hanya saja apa yang ingin saya kerjakan sudah ada pada disertasi supra tebal milik seseorang yang dengan egoisnya menggarap fenomena neologisme itu dari segala aspek sampai-sampai saya kelimpungan mencari-cari perspektif lain untuk saya soroti.

Iya. Saya sudah terlanjur tidak bisa melepasnya.
Tapi saya tahu, di suatu sudut pasti ada celah yang bisa saya angkat tanpa harus dicela sebagai plagiat. Dan saya juga tahu, begitu saya menemukan sudutnya, semuanya akan menjadi mudah dan menyenangkan seperti masa-masa membuat bab awal proposal penelitian pada matakuliah komposisi di semester 2 itu. Klasik serupa itu.

Jadi kamu CUMA harus lekas menemukan, mel.
Sudah hampir 3 minggu.


tapi untuk menemukan itu, kamu perlu bersusah-payah mencari-cari dulu.

menunggu subuh
masih wangi sehabis mandi jam setengah 2 tadi
selamat kamis pagi!
hari ini saya tidak akan bolos kelas MPB lagi, apapun yang terjadi!

2 comments: