October 19, 2011

SINAU

Ini kata yang sering didengung-dengungkan salah satu dosen kesayanganku di setiap mata kuliahnya. Sinau. Dengan huruf U dibelakang yang dibaca bukan seperti bangau, tapi lebih seperti ingin mengatakan mau dengan semangat berkobar. Aku tidak juga bisa mengabaikan aroma kocaknya setiap kali kata ini kudengar sampai di telinga. Sama seperti aroma tanggung jawab yang melengketinya yang tidak juga dapat kuabaikan begitu saja.

Sinau. Sinau.

Mendengar ini lagi, di mata kuliah komposisi arab II kemarin nyaris terasa seperti tamparan di pipi. Bersamaan dengan kehormatan menjadi seseorang yang dihabiskan tanpa sisa, begitu teman-teman menyebutnya. Meski menurutku, penggunaan sebutan itu tidak benar-benar tepat sebetulnya. Bu Uswah cuma menginginkan kami menjadi pedang setajam mungkin, dan untuk menjadi pedang seperti itu kami memang harus ditempa dulu. Dibakar lebih lama, dihantam sekuat tenaga.

Sebetulnya aku enggak keberatan menjadi "seseorang yang mendapat kehormatan" lebih sering daripada yang lain, seandainya itu tidak berkemungkinan memiliki efek samping membuat Bu Us merasa gagal dalam mengajar, dan sejujurnya, melihat senyum Ibu Dosen ini ketika aku dapat dengan lancar membaca rangkaian huruf-huruf hijaiyah yang kelihatan seperti menempel pada dinding yang disoroti cahaya proyektor itu sebenarnya jauhh lebih menyenangkan.

Dan sekarang aku harus mulai membayar hal-hal yang aku kesampingkan akibat membolos 3 hari ini. Belum terlambat untuk merecall semangat, untuk menanamkan kembali sugesti yang mulai mengabur akibat terus menerus tidak melihat kampus selama nyaris 1 minggu.

Aku belum juga bisa menemukan kenapa seseorang harus terjatuh di lubang yang sama berulang-ulang dan juga tidak dapat paham. Membolos berhari-hari lalu tahu salahnya tapi kemudian membolos lagi. Kenapa tidak terjatuh sekali saja, lalu sudah?Kenapa harus terus ada fase bertapa di petak 3x(nyaris)3, berhari-hari lamanya dan tetap tidak mendapatkan apa-apa selain sia-sia.

Dan sekarang, kembali lagi pada sinau.
Kupikir ini dari bahasa arab, tapi ternyata bukan,

dan artinya belajar.



mengerjakan tumpukan tugas Komposisi dan Terjemah yang ternyata susah
orang gila mana yg dulu berpikiran bahwa ini dapat diselesaikan dalam sebentar (doh!)

2 comments:

  1. semoga sukses ujian nyaa, dan kesusahan nya dimasukin kantong plastik aja terus di buang haha

    ReplyDelete