November 25, 2011

Daun Jatuh

Agak-agaknya, sedikit-sedikit aku mulai paham perasaan daun jatuh yang seringkali kusaksikan ketika melewati taman kehutanan dalam perjalanan kampus-kosan.

Hilang!

Aku selalu merasa kasihan menyaksikan daun-daun yang jatuh itu. Melayang menjauh dari batang, ditarik gravitasi jatuh ke aspal. Kasihan, tercerai. Kehilangan banyak di saat itu juga, kehilangan ranting, kehilangan kulit kayu, kehilangan daun-daun lain juga. Dan itu sama saja dengan kehilangan dirinya.

Tapi tetap saja, daun jatuh tidak tahu apa yang harus dilakukan, kan?
Dia mungkin tahu, ada yang salah, tapi jelas tetap tidak tahu harus berbuat apa.
Bahwa ia seharusnya tetap menggantung, bukan menggeletak.
Menaungi, bukan diinjak.
Hijau, tidak cokelat.
Bertahan dihembus angin, bukannya melayang dan menggigil.
Melawan, bukan pasrah!

Bahwa seharusnya ia hidup,
tidak mati.

gambar dari lost creativity photography

1 comment:

  1. salam daun jatuh. sesama pengamat daun jatuh. bergulung dan pasrah tertiup angin

    http://omemdisini.com/daun-jatuh/
    http://dioznardo.blogspot.com/2011/10/oktober.html

    ReplyDelete